SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Persoalan kelistrikan di Desa Lemang, Kecamatan Rangsang Barat, Kepulauan Meranti, mulai menemukan titik terang. Setelah sebelumnya berada dalam kondisi defisit daya, PLN kini menambah satu unit mesin pembangkit untuk memperkuat pasokan listrik bagi masyarakat.
Tambahan mesin tersebut tiba di Lemang pada Kamis (1/10/2026) dan langsung dipasang untuk mengejar target masuk ke sistem kelistrikan pada malam harinya.
Kepala ULP PLN Selatpanjang yang juga membawahi PLN Lemang, Roni Saputra, mengatakan tambahan pembangkit itu membuat kondisi kelistrikan yang sebelumnya defisit kini meningkat menjadi status siaga.
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Pulau Kijang, 8 Rumah Warga Terbakar
“Saat mesin tiba, hari itu juga langsung kita kebut pengerjaannya. Malam itu juga langsung bisa masuk ke sistem kelistrikan untuk dialirkan ke masyarakat,” ujar Roni baru baru ini.
Ia menjelaskan, beban puncak di wilayah pelayanan PLN Lemang saat ini mencapai sekitar 2,2 megawatt (MW). Sementara sebelum mesin tambahan beroperasi, kemampuan pembangkit yang tersedia hanya sekitar 1,7 MW.
Kondisi tersebut diperparah dengan adanya sejumlah mesin pembangkit yang masih mengalami kerusakan. Adapun mesin yang baru didatangkan memiliki kapasitas 500 KVA. Namun, berdasarkan informasi dari pihak penyedia, kemampuan maksimal mesin tersebut disebut dapat mencapai hingga 700 KVA dan telah melalui pengujian beban di Jakarta.
Baca Juga: Perlebar 3 Ruas Jalan Pekanbaru, Wako Agung Apresiasi dan Ucapkan Terima Kasih kepada Plt Gubri
“Katanya 500 KVA. Namun informasi dari pimpinan pihak ketiga yang mengadakan mesin tersebut bisa sampai 700 KVA dan bahkan sudah dilakukan pengujian beban di Jakarta,” jelasnya.
Menurut Roni, tambahan daya itu cukup membantu memperbaiki pelayanan kelistrikan, khususnya bagi masyarakat di Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir.
“Kondisi listrik di PLN Lemang saat ini sudah lebih baik. Dari status defisit menjadi siaga,” katanya.
Perbaikan kondisi kelistrikan tersebut belum berhenti. PLN juga menyiapkan tambahan pembangkit dengan total kapasitas sekitar 2 MW yang ditargetkan masuk pada akhir Oktober atau awal November 2026.
Baca Juga: Razia Pekat di Kos Jalan Dagang, Pasangan Bukan Suami Istri Kocar-kacir
Roni memperkirakan proses instalasi dan pekerjaan pendukung membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Dengan demikian, pada akhir November atau awal Desember, pasokan listrik di PLN Lemang diproyeksikan tidak lagi sekadar siaga, tetapi mulai surplus.
“Sudah pasti informasinya akan ada tambahan pembangkit 2 MW untuk Lemang akhir Oktober ini. Kita estimasikan pemasangan instalasi dan sebagainya memakan waktu sebulan, sehingga akhir November daya listrik di PLN Lemang akan banyak surplus,” ungkapnya.
Meski kondisi pasokan mulai membaik, persoalan lain masih menjadi perhatian masyarakat. Salah satunya pemadaman yang terkadang tidak sesuai dengan jadwal yang telah diumumkan PLN.
Roni menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan lonjakan penggunaan listrik yang terjadi secara tiba-tiba. Ketika pembangkit sudah bekerja mendekati kapasitas maksimal, kenaikan beban secara bersamaan dapat memicu blackout atau pemadaman menyeluruh.
“Saat kita lakukan pemadaman bergilir, beban listrik yang kita berikan terhadap pembangkit sudah sangat maksimal. Saat bersamaan terjadi tambahan pemakaian listrik secara mendadak dan banyak oleh masyarakat, sehingga terjadi blackout,” jelasnya.
Ia mengatakan kapasitas pembangkit tidak dapat dipaksa melampaui kemampuan yang tersedia. Di sisi lain, Kepala Desa Bantar Mulyadi mengungkapkan masyarakat sempat kecewa karena pemadaman yang terjadi tidak selalu mengikuti jadwal yang telah disebarluaskan. Kondisi itu bahkan dikeluhkan karena sejumlah peralatan elektronik warga mengalami kerusakan.
Baca Juga: Nikmati Streaming, Gaming hingga Ngonten dengan Indosat 5G
“Kami sempat kecewa dan mendatangi kantor PLN secara beramai-ramai. Karena banyak masyarakat yang kecewa dengan PLN yang tidak komitmen dengan jadwal pemadaman yang telah disebarluaskan,” ujarnya.
Mulyadi mengaku memahami kondisi kelistrikan PLN Lemang yang masih dalam proses pemulihan. Namun, ia meminta PLN tetap konsisten dengan jadwal pemadaman bergilir yang telah diumumkan kepada masyarakat.
“Masyarakat yang mengeluhkan soal tidak komitmennya PLN ini kepada kami, rata-rata peralatan elektroniknya mengalami kerusakan. Makanya kami mau PLN bisa bertanggung jawab,” tegasnya.(wir)
Editor : Edwar Yaman