SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Kebutuhan rumah layak huni di Kabupaten Kepulauan Meranti diperkirakan mencapai 3.000 unit. Sementara itu, pemerintah daerah memperoleh alokasi 967 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada 2026 untuk membantu masyarakat meningkatkan kualitas rumahnya.
Besarnya kebutuhan tersebut menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, aman, dan sehat. Dukungan program dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Riau dinilai masih diperlukan untuk menjangkau lebih banyak warga.
Persoalan perumahan itu dibahas dalam pertemuan Pemkab Kepulauan Meranti dengan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera III di Ruang Rapat Bupati Kepulauan Meranti, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga: Pembelajaran Jarak Jauh 31 Ribu Pelajar Meranti Diperpanjang
Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti Sudandri mengatakan, kebutuhan sekitar 3.000 unit rumah menunjukkan masih besarnya pekerjaan yang harus dituntaskan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat.
"Dengan kebutuhan rumah yang diperkirakan mencapai kurang lebih 3.000 unit, kita bisa melihat betapa besarnya kebutuhan masyarakat Kepulauan Meranti terhadap hunian yang layak," ujar Sudandri.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyampaikan kondisi dan kebutuhan riil masyarakat agar program perumahan yang dialokasikan pemerintah pusat dapat menjawab persoalan di lapangan, terutama untuk penanganan rumah tidak layak huni (RTLH).
Baca Juga: Irjen Arman Minta Jajaran Maksimal Layani Masyarakat, Kehilangan Ayam Tetap Harus Diproses
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan BP3KP Sumatera III, Agung, menyampaikan bahwa Meranti memperoleh alokasi BSPS sebanyak 967 unit pada 2026. Program yang dikenal sebagai bedah rumah itu menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal.
Meski demikian, kebutuhan sekitar 3.000 unit rumah memperlihatkan perlunya upaya lanjutan agar penanganan persoalan perumahan tidak berhenti pada alokasi tahun ini.
Selain BSPS, terdapat sejumlah program yang berpotensi dikembangkan di Meranti, di antaranya pembangunan rumah susun, rumah khusus, penanganan kawasan kumuh, serta penyediaan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) perumahan.
Baca Juga: Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaikan dan Pembangunan Jalan Rampung 60 Km Tahun Ini
Pemkab Meranti didorong memperkuat koordinasi dengan instansi terkait agar peluang mendapatkan dukungan program tersebut dapat dimanfaatkan, termasuk untuk perencanaan kegiatan perumahan pada tahun berikutnya.
Pengembang perumahan subsidi juga dapat mengusulkan bantuan PSU melalui sistem yang tersedia, sepanjang memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Sudandri berharap koordinasi dengan BP3KP Sumatera III dapat membantu menyelaraskan kebutuhan perumahan masyarakat dengan program yang tersedia.
Baca Juga: Komitmen Tingkatkan SDM, Pemkab Kuansing Rehab 233 Sekolah dan Berikan Bantuan Beasiswa 38 Anak
"Kami berharap melalui pertemuan ini, berbagai kondisi dan kebutuhan yang ditemukan di lapangan dapat dikomunikasikan bersama, sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan program selanjutnya," katanya.
Editor : Rinaldi