Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Anak Banyak Makan-Minum tapi Berat Badan Tak Naik, Waspadai Diabetes

Edwar Yaman • Jumat, 10 Februari 2023 | 02:00 WIB
ILUSTRASI. Untuk seluruh tipe diabetes, gejalanya itu jadi banyak minum, sering buang air kecil, banyak makan, tapi berat badan anak turun dan loyo lemas.
ILUSTRASI. Untuk seluruh tipe diabetes, gejalanya itu jadi banyak minum, sering buang air kecil, banyak makan, tapi berat badan anak turun dan loyo lemas.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kasus diabetes kini mulai menghantui anak. Para orang tua harus mulai waspada. Menurut Pakar Endokrin pada anak Prof. dr. Aman Bhakti Pulungan, saat berat badan anak tak naik meski banyak makan dan minum, maka harus langsung diperiksakan terkait diabetes.

“Untuk seluruh tipe diabetes itu gejalanya jadi banyak minum, banyak kencing, banyak makan, tapi berat badannya turun dan anak loyo lemas,” ujarnya kepada wartawan dalam media briefing secara daring, Rabu (8/2).

Selain itu, tanda diabetes pada anak bisa dilihat dari kebiasaan mengompol. Jika mulanya anak sudah tak ngompol sembarangan, kemudian dalam kurun waktu tertentu menjadi sering ngompol, hal itu bisa jadi tanda diabetes.

“Tadinya tidak ngompol, ngompol lagi, hal pertama yang harus dipikirkan adalah diabetes,” jelas dr Aman.

“Dan ini boleh langsung diperiksa,” sambungnya.

Sementara itu, dr Aman juga meminta agar mewaspadai diabetes pada bayi. Jika berat badan bayi lahir di atas 4 kg dan di bawah 2,5 kg, risiko diabetes juga tinggi. Dengan begitu, ia meminta agar orang tua menjaga berat badan anak agar di titik normal.

“Tetapi kembali saya katakan dengan syarat ketika dia menjadi obesitas. Ketika dia tidak obesitas, risikonya akan berkurang,” tegasnya.

“Berat badannya itu penting dijaga,” tandas Project Leader Changing Diabetes in Children (CDiC) Indonesia Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

Editor : RP Edwar Yaman
#diabetes tipe 2 #gejala diabetes #diabetes anak