Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Spesialis Kedokteran Olahraga, Apa dan Kapan Perlu Konsultasi?

Tim Redaksi • Minggu, 7 Januari 2024 | 11:21 WIB
dr Septia Mandala Putra SpKO, Spesialis Kedokteran Olahraga
dr Septia Mandala Putra SpKO, Spesialis Kedokteran Olahraga

Saat ini kesadaran masyarakat tentang olahraga atau latihan fisik sudah bisa dibilang sangat tinggi. Bisa dilihat dari ramainya pusat kebugaran, banyaknya komunitas olahraga rekreasional (lari, sepeda, zumba, aerobik dll).

Jika ditilik dari Asian Games 2018 yang dilakukan di Jakarta-Palembang, adalah satu titik balik dimana olahraga mulai diminati masyarakat. Dengan berbagai macam alasan, apakah sekedar ingin menurunkan berat badan, terlihat lebih estetik pada postur tubuh, atau ingin kompetitif di olahraga tersebut.

Hal ini jika dilihat sebagai suatu kegiatan positif, adalah hal yang perlu dipertahankan agar bisa mempertahankan kesehatan masyarakat ditengah banyaknya berbagai jenis penyakit tidak menular yang masih menjadi angka tertinggi di Indonesia berdasarkan hasil dari RISKESDAS (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2018, seperti obesitas (kegemukan), diabetes melitus (kadar gula darah tinggi), dan hipertensi (tekanan darah tinggi).

Dengan tingginya angka masyarakat yang melakukan olahraga, tidak menutup kemungkinan akan terjadi suatu gangguan akibat olahraga tersebut, seperti pegal pegal paska melakukan olahraga, atau bahkan cedera. Hal ini tentu akan berdampak pada kegi­atan sehari hari atau jika berbicara individu yang melakukan olahraga sebagai profesional (atlet profesional) akan sangat berdampak pada jenjang karirnya.

Jika cedera tidak ditangani dengan tepat akan cukup banyak hal negatif yang dapat terjadi, yang paling mudah adalah mengatasi trauma untuk bisa beraktivitas kembali. Butuh waktu dan rehabilitasi yang baik agar bisa mengembalikan individu yang mengalami cedera agar bisa kembali ke aktivitasnya.

Rata rata waktu yang dibutuhkan individu yang mengalami cedera akibat berolahraga untuk kembali bisa melakukan olahraganya, memakan waktu 3-9 bulan, tergantung dari kondisi cedera yang dialami dan operasi atau tidak. Sehingga cukup lama waktu yang terbuang, konsekuensinya, hasil rehabilitasi cedera olahraga haruslah optimal agar atlet bisa kembali ke aktivitas olahraganya atau bertanding.


Spesialis kedokteran olahraga (SpKO) adalah salah satu cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada 2 hal utama. Menggunakan olahraga atau latihan fisik sebagai obat (exercise is medicine) dan menangani individu yang mengalami masalah pada saat berolahraga (sport injury). Umumnya para SpKO bertugas di tim olahraga, kementerian kesehatan, kementerian pemuda dan olahraga dan rumah sakit.


Exercise is medicine dilakukan pada individu yang membutuhan terapi latihan fisik sesuai kondisi medis yang sedang diderita dengan memberikan “dosis” yang tepat, seperti obesitas, hipertensi, diabetes melitus, radang sendi (osteoartritis), dll.

Pemberian latihan fisik pada individu ini akan dilakukan sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan per individu, kurang baik rasanya menyarankan latihan dengan berlari pada individu yang mengalami kegemukan, sehingga dokter SpKO akan mencoba menggali dan mengulik serta memberikan dosis latihan yang sesuai dengan kesanggupan individu tersebut.

Penangan cedera pada individu yang melakukan olahraga juga dilakukan dengan pendekatan tim. Diskusi antar berbagai cabang ilmu seperti spesialis orthopedi, kedokteran fisik dan rehabilitasi, teman teman fisioterapi, bahkan peran serta sejawat gizi klinis dan psikiater sangat diperlukan, karena sejatinya kita tahu bahwa aspek dari penangan suatu cedera atau kondisi medis haruslah bekerja secara komprehensif agar hasil yang dicapai bisa optimal.

Apalagi jika berbicara mengenai cedera seseorang atlet profesional, dimana jika individu tersebut tidak melakukan rehabilitasi cedera yang tidak komprehensif, dapat menganggu karirnya, bahkan bisa berakhir pensiun dini.

Seorang SpKO biasanya menjembatani diskusi antara atlet, pelatih fisik, pelatih kepala bahkan manager dari suatu tim olahraga. Kebijakan apa yang diambil untuk penanganan cedera atlet tersebut agar hasilnya optimal.

SpKO juga turut membantu kegiatan acara olahraga sebagai koordinator medis, seperti pertandingan sepakbola, basket, lomba marathon, dll. Mendesain alur evakuasi medis dan penanganan cedera secara umum. Agar kegiatan olahraga tersebut dapat berjalan dengan aman.****

dr Septia Mandala Putra SpKO, Spesialis Kedokteran Olahraga
RS Awal Bros Sudirman, Pekanbaru

Editor : Rindra Yasin
#rs awal bros #Spesialis Kedokteran Olahraga