Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

4 Tips Puasa di Bulan Ramadan bagi Penderita Maag dan Gerd

Redaksi • Selasa, 5 Maret 2024 | 01:00 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Beberapa hari lagi umat muslim seluruh dunia akan memasuki bulan suci Ramadan. Di mana kaum muslimin diwajibkan untuk berpuasa. Namun bagi Anda yang menderita penyakit maag dan gerd tentu dalam menjalankan ibadah puasa harus memperhatikan beberapa pantangan. Agar maag atau gerd yang Anda derita tidak kambuh.

Maag dan gerd merupakah dua hal yang berbeda. Maag memiliki gejala seperti perut terasa penuh saat makan, ketidaknyamanan perut bagian atas yang terbakar, kembung, begah, mual, dan perasaan cepat kenyang setelah makan, pada dunia medis maag dikenal dengan sebutan dyspepsia.

Sedangkan gerd memiliki gejala dada terasa terbakar pada malam hari setelah makan, asam lambung naik ke kerongkongan, dada terasa nyeri, sulit menelan dan ada rasa mengganjal di kerongkongan.

Dikutip dari kanal YouTube Vania_Utami (27/3), berikut adalah tips puasa bagi penderita maag dan gerd.

1. Makan secukupnya

Saat berbuka puasa penderita maag dan gerd tidak disarankan untuk makan langsung dengan porsi yang banyak karena dapat meningkatkan resiko kambuhnya penyakit lambung.

Bisa makan takjil, kurma, bubur atau buah-buahan terlebih dahulu, kasih jeda sekitar 30 menit untuk makan nasi.

2. Hindari makan secara terburu-buru

Makan secara terburu-buru sering terjadi ketika waktu sahur hal itu mengakibatkan gas masuk lebih banyak dalam pencernaan.

Cara mengantisipasinya bangun lebih awal atau jangan sengaja makan mepet waktu imsak.

3. Pilihlah menu yang sesuai

Maksudnya adalah dengan memilih nutrisi yang simbangan untuk tubuh. Contohnya mengkonsumsi daging rendah lemak seperti ikan dan dada ayam.

Asupan buah juga harus diperhatikan disarankan hindari rasa yang asem, makan buah pisang, pir, apel pepaya dan lain-lain.

Hindari makanan dan minuman pemicu asam lambung naik

Beberapa makanan dapat memicu peningkatan asam lambung lebih tinggi, yaitu kopi, soda, sambal pedas, rasa asin, asem, dan gorengan.

4. Hindari tidur setelah makan

Ketika makanan masuk ke dalam mulut kemudian ke lambung dan tidak bisa langsung ke usus. Karena saat berada di lambung akan diproses selama beberapa jam.

Ketika masih masa proses dan posisi tubuh sudah terbaring akan berpotensi katup yang ada antara lambung dan esophagus atau kerongkongan bisa terbuka.

Posisi yang baik untuk penderita gerd, dilihat dari posisi anatomis dari lambung di sebelah kiri penghubung dengan esophagus di tengah sehingga disarankan agar tidur miring ke kiri.

Sumber: Jawapos.com

Editor : RP Edwir Sulaiman
#maag #gerd #puasa ramadan #bulan suci