JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Selama puasa, kita harusnya fokus pada ibadah dan meninggalkan kebiasaan negatif. Ini merupakan kesempatan tepat untuk transformasi positif dalam hidup Anda.
Anda bisa mengurangi kebiasaan buruk seperti merokok selama bulan puasa. Penting untuk dicatat bahwa merokok saat berbuka dapat lebih berisiko bagi kesehatan dibandingkan dengan merokok di luar waktu puasa.
Kenyataannya, bagi perokok, menahan keinginan untuk tidak merokok ternyata lebih sulit daripada menahan lapar dan haus, sehingga banyak perokok yang langsung merokok setelah berbuka. Padahal, hal ini lebih berbahaya untuk kesehatan.
Bahaya Langsung Merokok saat Berbuka Puasa
Rokok mengandung bahan kimia seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida yang berpotensi merugikan kesehatan, menyebabkan penyakit kronis dan kematian.
Sebagian orang yang berpuasa sering merasakan "mulut asam" karena menahan keinginan merokok sepanjang hari. Ketika berbuka, mereka tergoda untuk merokok meskipun baru sedikit menenggak air ataupun makanan pembuka.
Dilansir dari Halodoc.com, merokok saat perut kosong, membuat tubuh langsung menerima zat-zat berbahaya yang dapat menyebabkan dampak negatif, seperti:
- Mual dan Pusing
Paparan karbon monoksida bisa mengganggu hemoglobin, menyebabkan kekurangan oksigen dalam tubuh, yang dapat menyebabkan pusing dan bahkan menurunkan fungsi otot dan jantung. Selain itu, dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam darah.
- Nyeri Terbakar di Dada
Efek lain dari merokok setelah berbuka puasa adalah munculnya nyeri dada atau heartburn, disebabkan oleh pelemahan katup esofagus, memungkinkan asam lambung naik hingga kerongkongan. Refluks duodenogastrik juga bisa terjadi, menimbulkan gejala serupa.
- Kanker Paru-Paru
Merokok saat berbuka puasa meningkatkan risiko kanker paru-paru karena nikotin langsung memengaruhi organ dalam tubuh saat perut masih kosong.
Nikotin akan terendap dalam tubuh selama 8 jam, semakin sering merokok, semakin tinggi akumulasinya, meningkatkan risiko penyakit jantung.
- Tukak Lambung
Merokok bisa menyebabkan tukak lambung, sebab dapat mengurangi natrium bikarbonat yang biasanya menetralkan asam lambung. Jika tidak diobati, luka dan peradangan pada lambung bisa menjadi lebih parah.
Bulan Ramadhan merupakan kesempatan yang tepat untuk mengubah kebiasaan merokok. Waktu yang berkurang karena puasa, diharapkan dapat membantu mengurangi kebiasaan buruk tersebut. Ada baiknya, momen ini digunakan untuk berhenti merokok.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Edwir Sulaiman