Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Simak Ragam Khasiat Kacang Panjang yang Kaya Vitamin A, B, dan C

Redaksi • Sabtu, 27 April 2024 | 08:00 WIB

 

Ilustrasi kacang panjang.
Ilustrasi kacang panjang.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Tahukah kamu, Kacang panjang mendapat julukan sebagai poor man’s meat? Hal ini dikarenakan, kacang panjang memiliki yang tidak kalah dengan daging, tetapi harganya terjangkau.

Selain itu, kacang panjang juga kaya protein, termasuk asam amino, lisina, dan triptofan yang tidak dapat dibuat di dalam tubuh. Bahkan, kacang panjang juga mengandung vitamin A, C, dan B yang berperan krusial bagi pemenuhan kebutuhan kesehatan sel.

Dilansir dari Kanal Kesehatan Prof Mangestuti, sayuran satu ini sudah disebutkan dalam perbendaharaan kepustakaan Cina semasa Dinasti Song tahun 1008 CE (Era Umum).Baca Juga: Taklukkan Arab Saudi 2-0, Uzbekistan Hadapi Timnas Indonesia di Semifinal Piala Asia U-23

Kacang panjang memang bukan sembarang sayuran. Sebagaimana anggota keluarga kacang polong umumnya, kacang panjang ternyata adalah sumber protein, karbohidrat, mineral, dan vitamin.

Mineral termasuk zat besi, kalium, kalsium, dan magnesium, dengan kandungan lemak total dan kolesterol yang rendah. Biji kacang panjang diselimuti selaput yang mengandung zat gizi, terutama protein dan karbohidrat, juga zat besi serta zinc.

Itulah yang menjadikan makanan berbahan dasar kacang panjang terpilih sebagai pencegah gangguan kesehatan, termasuk jantung dan pembuluh darah, kegemukan, hingga kanker.

Kacang panjang segar mengandung vitamin C yang berperan sebagai antioksidan. Bila dikonsumsi secara cukup, kandungan itu membantu menguatkan sistem imun melawan infeksi, menjaga kelenturan pembuluh darah, dan melindungi dari gangguan kanker.Baca Juga: Ternyata Sudah Lama Sakit, tapi Almarhum Indra Muchlis Adnan Tidak Mau Dibawa ke Dokter

Kerja sama vitamin C, A, zat besi, asam folat, dan kalium diperlukan untuk menjaga kekuatan sistem imun serta mempertahankan kesehatan mata, jantung, dan pembuluh darah.

Data ilmiah meyakini kecukupan asupan vitamin C mempunyai kaitan dengan penurunan risiko serangan gout. Gout adalah nyeri pada persendian karena tingginya kadar asam urat dalam darah.

Kacang panjang juga kaya serat yang diperlukan untuk kesehatan saluran cerna. Di antaranya, mencegah konstipasi dan membantu mempercepat proses pencernaan. Percepatan itu bisa menghindarkan usus dari paparan toksin dan kemungkinan ikatan dengan senyawa penyebab kanker.

Makanan tinggi serat pada umumnya bisa menurunkan kadar kolesterol buruk, yakni menurunkan penyerapan kembali asam empedu yang mengikat kolesterol di dalam kolon.Baca Juga: Kasus Firli Bahuri Tak Kunjung Tuntas, Ini Reapon Polda Metro

Bernama ilmiah vigna unguiculata ssp sesquipedalis dari suku Fabaceae, dalam bahasa Inggris namanya adalah yard-long bean, asparagus bean, string bean, atau snake bean.

Tanaman itu merambat dengan ketinggian sampai 4 meter. Kali pertama ditanam di Afrika Barat, sekarang sudah dibudidayakan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Kaya Vitamin B

Studi ilmiah memberikan perhatian pada kandungan vitamin B kacang panjang. Yakni, asam folat (vitamin B9), vitamin B1, B2, B3, dan B6. Kadar asam folat pada kacang panjang segar cukup tinggi, yang memenuhi kebutuhan harian kurang lebih 15 persen dalam 100 g kacang panjang.

 Asam folat dan vitamin B1 adalah komponen esensial pada pembentukan inti sel dan pembelahan sel. Kecukupan folat dalam makanan sehari-hari selama kehamilan membantu kesempurnaan pertumbuhan janin dalam kandungan.

 Vitamin B mudah larut dalam air, dan karena itu janganlah membuang air rebusan kacang panjang. Sebab, pasti ada vitamin B yang terlarut ke dalamnya.

 Ulasan ilmiah menunjukkan bahwa vitamin B1 membantu mengatasi masalah penglihatan, termasuk katarak dan glaukoma.

Khasiat tersebut berkaitan dengan kemampuannya dalam memengaruhi nerve and muscle signaling, yakni proses transfer sinyal saraf dan otot dari mata ke otak.

 Vitamin B1 merupakan koenzim pada proses metabolisme sel untuk menghasilkan energi, terutama berkaitan dengan kerja jantung dan fungsi saraf.

Kesehatan sistem saluran cerna juga memerlukan vitamin B1, yakni untuk sekresi asam klorida. Itu adalah asam yang berperan pada pencernaan dan penyerapan zat gizi. Jadi, kekurangan vitamin B1 sebaiknya dihindari.

Kacang Panjang dalam Masakan Tradisional

Kacang panjang adalah salah satu bahan dasar berbagai masakan tradisional. Beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Thailand, menggunakannya dalam berbagai masakan tanpa menyadari besarnya manfaat bagi kesehatan.

Kandungan zat fito kacang panjang adalah dari kelompok fenol, flavonoid, dan antosianin yang dikenal khasiatnya sebagai antioksidan. Antioksidan mampu menetralkan radikal bebas yang merusak sel. Kerusakan sel adalah pembuka jalan bagi timbulnya penyakit kanker.

Khasiat antiradang kacang panjang berkaitan erat dengan kandungan flavonoid. Kandungan itu diperlukan untuk mengendalikan peradangan agar tidak bersifat kronik. Sebab, peradangan kronik erat berhubungan dengan terjadinya berbagai masalah kesehatan, termasuk jantung, kanker, dan penyakit Alzheimer.

Menarik sekali penelitian oleh peneliti Indonesia, yang mempelajari pengaruh cara memasak kacang panjang dalam masakan khas Indonesia, yaitu pecel. Cara memasak meliputi perebusan, pengukusan, dan penyiraman air mendidih dalam waktu singkat.

 

Hasilnya menunjukkan terdapatnya aktivitas antioksidan tertinggi setelah sayur dididihkan 1 menit, dikukus 1 menit, atau direndam air mendidih 20 detik.

 

 

Editor : RP Edwar Yaman
#sumber protein #Kaya Vitamin #kacang panjang