Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Penyakit Jantung Rematik, Penyakit Jantung yang Sering Terabaikan

Redaksi • Minggu, 2 Juni 2024 | 14:55 WIB

dr Yudhistira Kurnia Sp JP FIHA Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru
dr Yudhistira Kurnia Sp JP FIHA Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Penyakit jantung rematik mungkin masih terdengar asing di tengah masyarakat jika dibandingkan dengan penyakit jantung koroner atau penyakit jantung bawaan. Kata rematik sendiri mungkin lebih identik dengan penyakit nyeri di persendian dibandingkan penyakit pada jantung.

Rematik juga lebih dikenal sebagai penyakit yang menyerang kelompok masyarakat usia lanjut. Namun faktanya, Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan angka kejadian penyakit jantung rematik yang cukup tinggi dan ini termasuk masalah kesehatan yang cukup serius. Penyakit jantung rematik juga pada kenyataannya lebih sering ditemukan pada anak-anak, remaja dan dewasa muda.

Jadi sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan penyakit jantung rematik itu?


Apa itu penyakit jantung rematik ?

Penyakit jantung rematik pada dasarnya merupakan suatu komplikasi serius dari penyakit demam rematik. Kondisi ini disebabkan oleh reaksi sistem imun tubuh yang muncul sebagai respon terhadap infeksi dari bakteri streptococcus pada tenggorokan atau kulit. Infeksi dari bakteri streptococcus yang tidak tertangani dengan baik depat memicu timbulnya peradangan sebagai respon dari sistem imun tubuh.

Reaksi peradangan dari sistem imun tubuh ini biasanya muncul dalam waktu 2 hingga 4 minggu setelah infeksi dan akan menyerang berbagai jaringan ikat di tubuh, seperti persendian, kulit, otak dan jantung.

Ketika reaksi inflamasi tersebut menyerang organ jantung, maka muncul kondisi yang disebut penyakit jantung rematik. Penyakit jantung rematik terutama akan menyebabkan reaksi radang pada jantung serta gangguan pada fungsi katup jantung. Katup jantung yang terkena dapat mengalami kebocoran dan atau penyempitan sehingga berakibat pada peningkatan beban kerja jantung. Kondisi ini lama kelamaan akan menyebabkan penderita mengalami penurunan kapasitas fisik dengan gejala cepat lelah ketika beraktifitas hingga yang terberat penderita dapat mengalami gangguan irama jantung.

 

Siapa yang berisiko terkena penyakit jantung rematik ?

Penyakit jantung rematik sering kali ditemukan pada populasi masyarakat dengan kelompok usia di bawah 25 tahun. Kondisi ini sering kali menyerang anak-anak dan remaja di negara dengan tingkat ekonomi rendah dan menengah. Negara dengan populasi yang padat dan tingkat kemiskinan yang tinggi seringkali memiliki angka kejadian penyakit jantung rematik yang tinggi. Ini berhubungan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan, tingkat kebersihan yang buruk dan mudahnya penyebaran dari infeksi bakteri streptococcus di area padat penduduk.

Indonesia sendiri merupakan negara endemis penyakit jantung rematik dengan angka kejadian tertinggi keempat di dunia setelah China, India dan Pakistan. Kurangnya kebersihan pada rongga mulut dan kerusakan pada gigi yang tidak tertangani dengan baik diketahui menjadi salah satu faktor risiko seseorang dapat terkena penyakit jantung rematik.

Tanda dan gejala penyakit jantung rematik

Penyakit jantung rematik pasti terlebih dahulu diawali dengan gejala penyakit demam rematik sebagai lanjutan dari infeksi bakteri streptococcus pada tenggorokan atau kulit. Gejala penyakit demam rematik ini biasanya akan muncul dalam waktu 2 hingga 4 minggu setelah infeksi pada tenggorokan atau kulit. Adapun gejala khas yang dapat timbul pada penyakit demam rematik antara lain :
1. Demam dengan suhu yang tinggi
2. Nyeri dan peradangan pada persendian yang dapat berpindah-pindah. Biasanya mengenai sendi lutut, siku, pergelangan tangan dan kaki
3. Nyeri dada, cepat lelah dan rasa berdebar-debar
4. Kejang atau gerakan pada anggota gerak yang tidak bisa dikendalikan
5. Benjolan pada kulit yang tidak nyeri
6. Bercak kemerahan pada kulit di area tangan atau perut


Seseorang yang menderita penyakit demam rematik tidak harus selalu mengalami semua gejala tersebut. Cukup beberapa gejala yang ditemukan dan didukung oleh hasil pemeriksaan laboratorium dan penunjang lainnya sudah cukup untuk menegakkan diagnosis dari penyakit demam rematik. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penyakit demam rematik dapat menjadi semakin berat dan menyerang organ jantung yang berakhir dengan kondisi penyakit jantung rematik.

Adapun gejala yang dapat timbul pada penderita penyakit jantung rematik antara lain :
1. Nyeri dada atau rasa tidak nyaman di dada
2. Cepat lelah jika melakukan aktifitas fisik
3. Dada terasa berdebar-debar atau irama jantung terasa tidak teratur
4. Bengkak pada kaki atau perut terasa begah
Jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Pengobatan penyakit jantung rematik

Kondisi penyakit jantung rematik pada dasarnya adalah kondisi kerusakan pada jantung yang bersifat permanen. Kerusakan katup yang terjadi biasanya membutuhkan pengobatan dengan pembedahan atau tindakan intervensi invasif lainnya untuk menormalkan fungsi katup jantung tersebut.

Untuk pengobatan tambahan biasanya akan diberikan obat-obatan untuk mengurangi gejala sesak nafas yang disebabkan oleh kondisi gagal jantung dan gangguan irama jantung. Terkadang diperlukan obat pengencer darah untuk mencegah terbentuknya gumpalan darah pada penyakit jantung rematik dengan gangguan irama jantung yang dapat menyebabkan terjadinya stroke.

Pasien penyakit jantung rematik juga membutuhkan konsumsi antibiotik rutin dalam jangka panjang untuk mencegah kekambuhan di kemudian hari. Tindakan operasi yang dilakukan biasanya bertujuan untuk memperbaiki atau mengganti katup yang sudah rusak.

Karena penyakit jantung rematik sering terabaikan dan terjadi pada usia muda, seringkali ini menyebabkan penurunan produktifitas pada kelompok usia ini. Tindakan dan pengobatan yang rumit seringkali menyebabkan pasien penyakit jantung rematik jatuh dalam kondisi kesehatan yang buruk dan tidak dapat menjalani kehidupan sehari-sehari secara optimal. Oleh karena itu, individu dengan infeksi tenggorokan atau kulit, tindakan pencegahan lebih baik dilakukan sebelum jatuh dalam kondisi penyakit jantung rematik.
Bagaimana mencegah timbulnya penyakit jantung rematik?

Pencegahan dini merupakan hal penting dalam menghindari terjangkit penyakit jantung rematik. Tindakan pencegahan yang paling utama adalah mencegah berkembangnya infeksi tenggorokan oleh bakteri streptococcus menjadi penyakit jantung rematik .

Hal utama yang dapat dilakukan adalah dengan selalu menjaga kebersihan dari tenggorokan, gigi dan kulit. Jika anda menderita nyeri tenggorokan atau infeksi kulit yang berat dan sulit sembuh, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan yang awal dan penggunaan antibiotik yang tepat dapat mencegah terjadinya penyakit jantung rematik.

Gejala dan tanda awal dari penyakit demam rematik juga harus segera dikenali dan ditangani dengan cepat. Ketika seseorang sudah didiagnosis terkena penyakit demam rematik, hal yang penting adalah mencegah terjadinya episode infeksi bakteri streptococcus kembali di kemudian hari. Hal ini bertujuan untuk mengurangi episode demam rematik yang dapat memperparah kerusakan pada katup jantung. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik jangka panjang sangat diperlukan pada pasien yang telah terdiagnosis Penyakit Demam Rematik agar tidak berkembang menjadi penyakit jantung rematik.

Dari pemaparan di atas dapat kita simpulkan bahwa penyakit jantung rematik merupakan penyakit yang serius karena sering menyerang populasi masyarakat usia muda dan dapat menggangu kualitas hidup di kemudian hari.

Kurangnya pengetahuan masyarakat akan tanda dan gejala awal penyakit jantung rematik, serta rendahnya kesadaran akan kebersihan menjadikan masyarakat Indonesia populasi yang rentan untuk terjangkit penyakit ini. Deteksi awal, penanganan dan pencegahan yang tepat dari infeksi pada tenggorokan atau kulit dapat mencegah berkembangnya penyakit ini ke kondisi yang lebih serius.

Sehingga para masyarakat jangan takut dan ragu lagi untuk segera memeriksakan dirinya ke fasilitas jika mengalami gejala dan tanda awal dari penyakit yang sering terabaikan ini. ***

Editor : RP Bayu Saputra
#awal bros #jantung #kesehatan #rematik