Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ketahui Jenis-Jenis Keputihan pada Perempuan Berdasarkan Warnanya, Manakah yang Berbahaya?

Redaksi • Sabtu, 15 Juni 2024 | 23:50 WIB

Ilustrasi jenis-jenis keputihan berdasarkan warnanya.
Ilustrasi jenis-jenis keputihan berdasarkan warnanya.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Keputihan merupakan masalah umum yang sering terjadi pada perempuan. Menurut data Departemen Kesehatan RI 2010, sebanyak 75 persen perempuan di Indonesia pernah mengalami keputihan minimal sekali dalam hidupnya.

Keputihan merupakan kondisi yang normal, tetapi ada beberapa jenis keputihan yang abnormal dan perlu diwaspadai. Berbagai faktor dapat menyebabkan keputihan, termasuk infeksi yang disebabkan oleh jamur atau bakteri seperti candidiasis vulvovaginal dan bacterial vaginosis.

Kondisi ini bisa memengaruhi kesehatan dan kenyamanan perempuan jika tidak ditangani dengan tepat. Sebagai seorang wanita kamu wajib mengetahui jenis-jenis keputihan yang normal maupun yang tidak normal. Dengan mengetahuinya kamu bisa mendeteksi adanya penyakit dengan cepat.

Dikutip dari klikdokter dan Halodoc, inilah jenis-jenis keputihan berdasarkan warnanya yang wajib diketahui oleh perempuan.

Keputihan berwarna putih
Keputihan dengan tekstur kental dan berwarna putih adalah hal yang normal pada sebagian besar perempuan. Ini merupakan bagian dari siklus normal hormon dan biasanya terjadi setelah periode menstruasi.

Peningkatan jumlah cairan keputihan yang tebal dan kental sebelum dan sesudah menstruasi juga umum terjadi karena perubahan hormon dalam tubuh. Ini adalah mekanisme alami yang membantu membersihkan rongga vagina dari sel-sel mati dan bakteri.

Cairan keputihan yang normal biasanya berwarna putih jernih atau sedikit kekuningan, teksturnya bisa kental dan terasa lengket saat dipegang, serta tidak menyebabkan keluhan atau berbau tidak sedap.

Keputihan seperti putih telur
Keputihan yang memiliki warna seperti putih telur dengan tekstur lendir adalah hal yang normal dan sering terjadi pada beberapa hari sebelum ovulasi atau saat wanita sedang dalam masa subur.

Keputihan semacam ini merupakan respons alami dari tubuh terhadap perubahan hormon yang terjadi selama siklus menstruasi. Pada masa subur, produksi hormon estrogen meningkat dan hal ini dapat menyebabkan lendir serviks menjadi lebih banyak dan cair.

Keputihan berwarna abu-abu
Keputihan berwarna abu-abu merupakan jenis keputihan yang abnormal dan bisa menjadi tanda adanya infeksi atau gangguan kesehatan tertentu, seperti bacterial vaginosis (BV).

BV adalah kondisi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri di vagina, di mana bakteri yang seharusnya ada dalam jumlah kecil tumbuh terlalu banyak, menggantikan bakteri baik yang seharusnya dominan di area tersebut.

Keputihan BV juga dapat disertai dengan gejala lain seperti rasa gatal atau terbakar di area genitalia, sensasi terbakar saat buang air kecil, dan bengkak pada vulva serta bau amis.

Keputihan berwarna kuning
Keputihan berwarna kekuningan dan kehijauan dapat menandakan kondisi kesehatan yang tidak normal pada organ intim perempuan. Warna kekuningan dan kehijauan ini sering kali merupakan tanda adanya infeksi, baik oleh bakteri maupun infeksi menular seksual (IMS) salah satunya infeksi trikomoniasis.

Infeksi trikomoniasis disebabkan oleh parasit trichomonas vaginalis dan sering menyebabkan keputihan berwarna kuning. Keputihan ini biasanya sangat tebal, kental, dan disertai bau busuk yang tidak normal.

Keputihan berwarna cokelat
Keputihan berwarna cokelat atau flek bisa disebabkan oleh adanya darah yang bercampur dengan lendir dari vagina. Keputihan seperti ini sering disebut juga sebagai spotting. Keputihan berwarna cokelat yang terus muncul dan tidak terkait dengan siklus menstruasi yang normal perlu menjadi perhatian khusus.

Ini karena bisa menjadi tanda adanya kondisi medis serius seperti kanker rahim atau kanker serviks. Kanker ini dapat menyebabkan pendarahan yang tidak teratur atau keputihan abnormal.

Keputihan disertai keluhan gatal
Keputihan normal umumnya tidak menimbulkan keluhan gatal yang signifikan. Keputihan yang disertai dengan gatal bisa menjadi tanda adanya kondisi kesehatan yang tidak normal, seperti infeksi jamur (misalnya candidiasis vulvovaginal), trikomoniasis, atau infeksi bakteri lainnya.

Ketika mengalami keputihan yang abnormal, terutama jika disertai dengan gatal atau gejala lain yang tidak biasa seperti bau yang tidak sedap, perdarahan di luar siklus menstruasi, atau nyeri pada area genitalia, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan.

Keputihan yang tidak diobati bisa menyebabkan komplikasi seperti penyebaran infeksi ke organ dalam atau organ tubuh lainnya.

Sumber: Jawapos.com

Editor : RP Rinaldi
#keputihan #warna #perempuan