JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sudah sejak dahulu tanaman herbal dipercaya punya banyak manfaat untuk dijadikan obat. Untuk membantu menyembuhkan berbagai penyakit, bermacam tradisi pengobatan memanfaatkan tumbuhan-tumbuhan herbal.
Tanaman obat dapat mengobati beragam penyakit tergantung pada jenis tanaman dan bagian mana dari tanaman yang dimanfaatkan. Bagian-bagian tersebut bisa berupa batang, daun, bunga, bahkan akarnya.
Tanaman-tanaman herbal dijadikan sebagai pengobatan tradisional karena dinilai tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Selain itu, tumbuhan-tumbuhan tersebut relatif murah dan mudah didapat, serta pengolahannya pun tidak sulit.Baca Juga: Sambut Liga 1, PSSI Keluarkan Sejumlah Keputusan Penting, Salah Satunya Penggunaan Wasit Asing dan VAR
Teh herbal, jama, dan ekstrak, merupakan olahan dari tanaman herbal yang banyak kita jumpai sehari-hari. Tanaman-tanaman obat mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, minyak atsiri, dan berbagai zat lainnya, yang mana bisa memberikan efek farmakologis pada tubuh manusia. Melansir dari alodokter, ada beberapa jenis tanaman obat yang sering digunakan karena bermanfaat untuk membantu penyembuhan penyakit umum, yaitu :
1. Jahe
Jahe atau Zingiber officinale adalah tanaman yang tumbuh di daerah tropis, termasuk di Indonesia. Senyawa gingerol dalam jahe bermanfaat untuk mengatasi perut kembung, kram perut saat mensturasi, bahkan mual pada ibu hamil.
Bermanfaat sebagai antiinflamasi dan analgesic, dengan senyawa yang berperan untuk mengurangi peradangan dan meredakan nyeri. Bahkan dapat membantu meredakan nyeri sendi pada kondisi seperti osteoarthritis atau rheumatoid arthritis.Baca Juga: Virgoun Ditangkap Kasus Narkoba, Inara Rusli Minta Maaf ke Anak-anaknya lewat Unggahan di Instagram
Dalam penelitian berjudul The effect of ginger (Zingiber officinale) on improving blood lipids and body weight; A systematic review and multivariate meta-analysis of clinical trials yang dipublikasikan oleh Current Pharmaceutical Design menemukan bahwa mengonsumsi jahe dengan dosis kurang dari 1.500 miligram per hari, dapat mengurangi trigliserida dan kolesterol jahat.
Selain itu, tanaman ini juga dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dengan cara memaksimalkan proses pencernaan dan penyerapan gula, serta meningkatkan kekebalan tubuh karena kandungannya yang memiliki sifat antimikroba dan antioksidan.
Jahe sering dikonsumsi dalam bentuk minuman hangat dan the. Namun Anda juga bisa menjadikannya sebagai bumbu masakan agar dapat merasakan manfaatnya.
2. Kencur
Tanaman obat ini dipercaya efektif dalam menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Menurut penelitian, kencur bahkan diduga mampu membantu penyembuhan tuberkulosis, mencegah osteoporosis, hingga menghambat pertumbuhan sel kanker.
Kencur sering diolah menjadi jamu. Anda bisa membuatnya sendiri atau membelinya, karena olahan tersebut cukup banyak ditemui sehingga mudah dikonsumsi.
3. Kunyit
Mengonsumsi olahan dari kunyit dipercaya dapat mengurangi nyeri sendi dan bengkak pada penderita osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. Selain itu, tanaman obat ini juga bermanfaat sebagai antiradang yang diyakini mampu mencegah dan mengobati beberapa penyakit kronis seperti diabetes, kanker, hingga penyakit jantung.Baca Juga: Diguyur Hujan Lebat, HR Soebrantas Banjir dan Macet Parah, Warga: Sudah Jadi Tradisi
4. Kayu manis
Kayu manis adalah tanaman obat yang berasal dari kulit pohon Cinnamomum. Kayu manis memiliki rasa manis dan aroma yang khas. Tidak hanya meningkatkan cita rasa dalam masakan, kayu manis juga mampu memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Tanaman obat ini dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2, mengurangi kadar kolestrol, serta membantu mengurangi peradangan dalam tubuh dan mengurangi keluhan akibat infeksi saluran kemih serta mencegah demensia.
Selain itu, kayu manis dengan kandungan antioksidan dan antimikroba didalamnya, juga berperan melawan radikal bebas untuk membantu memberi perlindungan terhadap stres oksidatif dan melawan pertumbuhan bakteri, jamur, dan virus sehingga dapat mencegah infeksi dan meningkatkan kekebalan tubuh.
5. Ginseng
Seperti halnya kayu manis, ginseng juga dipercaya mampu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Selain itu, tanaman obat ini juga dapat mengatasi disfungsi ereksi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan stamina, dan mengurangi risiko terjadinya kanker.Baca Juga: Peredaran Uang Palsu Rp22 M Berhasil Digagalkan, Dijual Rp5,5 M ke Pemesan dan Disebar saat Iduladha
6. Kapulaga
Kapulaga memiliki kadar antioksidan yang tinggi, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. Hal tersebut menjadikan kapulaga efektif dalam menurunkan tekanan darah. Selain itu, kapulaga juga dapat dimanfaatkan untuk mengurangi bau mulut dan mencegah gigi berlubang. Untuk mengatasi tukak lambung, infeksi jamur, infeksi bakteri, hingga menghambat pertumbuhan sel kanker pun juga merupakan manfaat dari tanaman obat ini.
7. Daun sirih
Dengan mengunyah daun sirih, dipercaya dapat mencegah bau mulut dan menjaga kesehatan gigi serta gusi Anda. Beragam manfaat dari tanaman obat ini didapatkan dari sifat daun sirih sebagai antibakteri dan antijamur.
Penelitian menunjukkan bahwa daun sirih terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur, yang menjadi dalang dari berbagai gangguan kesehatan. Maka dari itu, pada beberapa praktik pengobatan tradisional, daun sirih juga digunakan pada perawatan vagina untuk mengatasi keputihan.
Selain tanaman-tanaman obat di atas, masih ada banyak jenis tanaman herbal lain yang kerap digunakan sebagai obat herbal tradisional di Indonesia. Dilansir dari halodoc.com, tanaman-tanaman lain seperti bawang putih, serai, lidah buaya, peppermint, hingga jeruk nipis, juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan membantu penyembuhan berbagai jenis penyakit.
Jika memungkinkan, menanam sendiri tumbuhan-tumbuhan herbal tersebut akan sangat bermanfaat saat Anda membutuhkannya. Namun Anda juga perlu memperhatikan efek samping dari obat-obatan herbal tersebut agar tidak menimbulkan risiko interaksi obat yang dapat membahayakan kesehatan.***
Editor : RP Edwar Yaman