Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Waspadai Serangan Frozen Shoulder, Terutama Perempuan Usia Lebih 40 Tahun

Redaksi • Senin, 1 Juli 2024 | 22:05 WIB
Konsultan Ortopedi Artritis dan Olahraga dari ALTY Orthopaedic Hospital Malaysia Assoc Prof Dr (G) Ruslan Nazaruddin Simanjuntak.
Konsultan Ortopedi Artritis dan Olahraga dari ALTY Orthopaedic Hospital Malaysia Assoc Prof Dr (G) Ruslan Nazaruddin Simanjuntak.

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pernah dengar istilah frozen shoulder atau bahu membeku? Ternyata, bahu bisa juga membeku bukan hanya es.

Bahu beku juga disebut capsulitis perekat. Bahu beku terjadi kekakuan dan nyeri sendi bahu. Tanda dan gejala biasanya dimulai secara perlahan kemudian menjadi lebih buruk. Seiring waktu, gejalanya membaik. Biasanya lebih kurang 1 hingga 3 tahun.

Ditemui di Surabaya, Konsultan Ortopedi Artritis dan Olahraga dari ALTY Orthopaedic Hospital Malaysia Assoc Prof Dr (G) Ruslan Nazaruddin Simanjuntak mengatakan, frozen shoulder bisa didiagnosis sesuai tanda dan gejala.

”Tapi tes pencitraan seperti sinar-X, USG atau MRI – bisa menegakkan diagnosis dan menyingkirkan masalah lain,” kata Ruslan Nazaruddin Simanjuntak di Surabaya.

Prof Ruslan menyampaikan, pasien bahu membeku yang membiarkan rasa sakit yang muncul akan meningkatkan risiko. ”Ini mungkin terjadi setelah menjalani operasi atau patah lengan,” imbuh dia.

Untuk gejalanya, dia menjelaskan, frozen shoulder biasanya berkembang perlahan dalam tiga tahap. Yakni, tahap pembekuan. Setiap gerakan bahu menyebabkan nyeri dan kemampuan bahu untuk bergerak menjadi terbatas.

”Tahap ini berlangsung dari 2 hingga 9 bulan. Tahap beku rasa sakit mungkin berkurang pada tahap ini. Namun bahunya menjadi kaku, pasien menggunakan bahunya lebih sulit,” jelas Ruslan Nazaruddin Simanjuntak.

Prof Ruslan menambahkan, pasien dengan riwayat diabetes juga riskan terkena bahu membeku. Sebab, pasien perlu mengatur pola makan untuk pasien diabetes.

”Diabetes ini ibu dari segala penyakit. Apa saja, otak sampai ke kaki bisa sakit. Otak bisa stroke, kaki bisa sakit, jari-jari bisa hitam. Apalagi kalau diabetes mereka merokok, gula darahnya sudah jantung kaki paha bisa semua,” papar Ruslan Nazaruddin Simanjuntak.

Prof. Ruslan menyatakan, frozen shoulder riskan terjadi kepada siapa saja. Tapi, kaum hawa atau perempuan yang berusia 40 tahun ke atas berisiko mengalami kelainan tersebut. Terlebih jika perempuan sering memanggul tas hanya dalam satu bahu. Sebab, perempuan sering mengenakan tas bahu dibandingkan dengan tas punggung.

”Selain itu, orang-orang yang mengidap penyakit diabetes, tuberkulosis, jantung, masalah hormon tiroid, dan penyakit Parkinson memiliki risiko terserang bahu kaku yang sama tingginya,” tambah Ruslan.

Sumber: JawaPos.com

Editor : M. Erizal
#ortopedi #nyeri bahu #nyeri #frozen shoulder