Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tuntas Persiapan Menghadapi Sekolah, Panduan Orang Tua untuk Memastikan Anak Siap!

Redaksi • Minggu, 7 Juli 2024 | 14:30 WIB

Dr Diko Anugrah Sp A  Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Awal Bros Sudirman, Pekanbaru
Dr Diko Anugrah Sp A Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Awal Bros Sudirman, Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Ketika anak memulai sekolah, sebagai orangtua, terkadang kita sulit untuk melepaskan mereka untuk pertama kalinya. Beberapa orang tua mungkin merasa cemas tentang berpisah dengan anak mereka. Namun, di sekolah, anak berada di bawah bimbingan guru profesional dan tentunya terlatih.

Berdasarkan Permenkes No.25/2014, usia sekolah anak dimulai dari usia 6 tahun hingga 18 tahun. Transisi memasuki usia sekolah adalah tonggak penting dalam kehidupan anak, menandai awal perjalanan pendidikan formal mereka. Memasuki dunia pendidikan formal merupakan langkah penting dalam perkembangan anak. Persiapan yang matang sejak dini akan membantu anak menghadapi tantangan dan adaptasi yang diperlukan di sekolah. Sebagai orang tua, kita dapat memainkan peran kunci dalam mempersiapkan anak secara fisik, emosional, dan sosial. Berikut adalah beberapa tips yang dapat saya berikan untuk orangtua memastikan anak siap memasuki sekolah dengan baik.

1. Kesehatan Fisik

Kesehatan fisik yang baik menjadi pondasi utama bagi kesiapan anak dalam memasuki sekolah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
a. Imunisasi yang Lengkap

Saat kelas-kelas dimulai kembali, juga meningkatlah kasus penyakit yang sering kali menyertai musim kembali ke sekolah. Ketika kembali ke sekolah, selalu ada peningkatan infeksi ketika anak berdekatan satu sama lain dan dapat terjadi klaster infeksi. Ada banyak kondisi atau penyakit yang dapat menular, seperti influenza, Respiratory syncytial virus (RSV), hand, foot, and mouth disease (HFMD)/flu Singapura, dan banyak lagi lainnya. Pastikan anak sudah mendapatkan semua imunisasi yang disarankan untuk usianya. Imunisasi akan melindungi anak dari penyakit yang dapat menular di lingkungan sekolah.
b. Pola Makan dan Istirahat
Tentukan pola makan yang sehat dan teratur bagi anak. Pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Saat berkunjung ke dokter spesialis anak, pastikan dokter anak melakukan pengukuran dan interpretasi status nutrisi. Dengan mengetahui status nutrisi anak, kita dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan buah hati.
c. Pengaturan Waktu Tidur
Anak-anak membutuhkan tidur yang cukup untuk mendukung konsentrasi dan daya tahan tubuh mereka. Tetapkan rutinitas tidur yang konsisten. Waktu tidur anak berdasarkan usia yang direkomendasikan adalah:
• Usia 3-6 Tahun: Kebutuhan tidur yang sehat di usia anak menjelang masuk sekolah ini, mereka membutuhkan waktu untuk istirahat tidur 11-13 jam, termasuk tidur siang. Menurut penelitian, anak usia di bawah enam tahun yang kurang tidur, akan cenderung obesitas di kemudian hari,
• Usia 6-12 tahun: Anak usia ini membutuhkan waktu tidur 10 jam. Menurut penelitian, anak yang tidak memiliki waktu istirahat yang cukup, dapat menyebabkan mereka menjadi hiperaktif, tidak konsentrasi belajar, dan memilki masalah pada perilaku di sekolah
• Usia 12-18 tahun: Menjelang remaja, kebutuhan tidur yang sehat adalah 8-9 jam. Studi menunjukkan bahwa remaja yang kurang tidur, lebih rentan terkena depresi, tidak fokus dan punya nilai sekolah yang buruk
2. Kesiapan Emosional
Masuk ke lingkungan sekolah baru bisa menjadi momen yang menegangkan bagi anak. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu anak mempersiapkan diri secara emosional:
• Berbicara tentang Sekolah: Ajak anak untuk berbicara tentang apa yang diharapkan dari sekolah dan bagaimana mereka merasa tentang hal itu. Dukung perasaan mereka dengan mendengarkan dan memberikan pengertian. Orang tua juga dapat membacakan buku tentang sekolah. Cerita ini dapat menjadi pengantar yang baik tentang konsep sekolah, memberikan pemahaman visual dan naratif kepada anak.
Orang tua juga dapat melakukan kunjungan ke sekolah bersama anak sebelum tanggal resmi masuk sekolah. Kenalkan mereka dengan lingkungan, guru serta area penting di sekolahnya, hal ini dapat mengurangi kecemasan dan membuat hari pertama masuk sekolah lebih nyaman.
• Bermain Peran: Bermain peran bisa membantu anak merasa lebih nyaman dengan lingkungan sekolah. Berperan sebagai guru, murid, atau staf sekolah dapat membantu anak memahami apa yang akan mereka alami.
• Membangun Kemandirian: Ajarkan anak keterampilan dasar seperti mengatur pakaian, membawa perlengkapan sekolah sendiri, dan menyelesaikan tugas-tugas kecil dengan mandiri. Ajarkan anak untuk menggunakan toilet dan mencuci tangan juga sebaiknya dilakukan sebelum anak memasuki waktu sekolah. Orangtua juga data menyematkan label pada barang milik anak, seperti ransel, kotak makan dan botol minuman serta peralatan menulis. Memberikan label ini dapat membantu anak bertanggung jawab terhadap barang mereka sendiri.
3. Kesiapan Sosial
Interaksi sosial adalah keterampilan penting yang akan dibutuhkan anak di sekolah. Terdapat beberapa cara yang bisa saya sarankan untuk membantu anak dalam hal kesiapan sosial ini:
• Bermain dengan Anak Lain: Mengundang teman-teman atau tetangga untuk bermain bersama dapat membantu anak membangun keterampilan sosial dan belajar berbagi. Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan cara membacakan buku-buku yang bertema persahabatan, kerjasama untuk menguragi kecemasan dan meningkatkan antusiasme anak tentang petualangan batu yang akan mereka temukan di sekolah nanti.
• Mengajarkan Etika Sosial: Ajarkan anak tentang etika dasar dalam berinteraksi dengan orang lain, seperti berbagi, mengucapkan terima kasih, dan meminta maaf.
• Membantu Anak Memahami Perbedaan: Ajarkan anak tentang keberagaman dan bagaimana menghormati perbedaan antara individu.
Memasuki sekolah adalah langkah penting dalam perkembangan anak. Dengan persiapan yang baik, baik dari segi kesehatan fisik, kesiapan emosional, maupun kesiapan sosial, Orangtua dapat membantu anak menghadapi tantangan dan menikmati pengalaman belajar dengan lebih baik. Dengan menerapkan tips-tips di atas, Orangtua dapat membangun pondasi yang kokoh bagi masa depan pendidikan anak. Jaga komunikasi terbuka dengan anak dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak jika Anda memiliki kekhawatiran atau pertanyaan lebih lanjut mengenai kesiapan anak untuk memasuki sekolah.****

Editor : RP Bayu Saputra
#anak #kesehatan #spesialis anak