Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Sering Makan Seblak saat Perut Kosong Berbahaya bagi Kesehatan, Ketahui Dampak Buruknya

Redaksi • Rabu, 24 Juli 2024 | 17:30 WIB
ILUSTRASI Seblak.
ILUSTRASI Seblak.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Seblak menjadi salah satu jajanan favorit banyak orang. Makanan khas Jawa Barat ini terbuat dari kerupuk yang direbus bersama sayur dan bumbu halus. Bumbu yang digunakan pada seblak terdiri dari kencur, bawang merah, bawang putih, garam, dan cabai rawit. Salah satu alasan mengapa seblak disukai banyak orang adalah karena citarasanya yang pedas dan gurih sedap.

Pada tahun 2018, sempat ramai menjadi bahan perbincangan bahwa mengonsumsi seblak dapat menyebabkan penyakit usus buntu karena bahan rebusan kerupuknya dianggap tidak bisa dicerna oleh usus. Informasi tersebut dinyatakan tidak benar oleh seorang ahli gizi. Namun demikian, bukan berarti kita diperbolehkan untuk mengonsumsi seblak setiap hari.

Melansir dari nibble.id, efek buruk seblak bagi kesehatan bukan berasal dari bahan dasar kerupuk yang digunakan dalam pembuatannya. Melainkan dari tambahan bumbu-bumbu yang membuat cita-rasanya pedas dan gurih.

Terdapat beberapa faktor mengapa mengonsumsi seblak dapat membahayakan kesehatan, yaitu:

Citarasa Pedas yang Identik pada Seblak
Rasa tajam dan pedas memang bisa menimbulkan sensasi yang menggugah. Selain itu, mengonsumsi seblak dengan level pedas yang tinggi juga menantang dan memuaskan bagi beberapa orang.

Namun perlu diingat bahwa mengonsumsi terlalu banyak makanan pedas memiliki pengaruh yang kurang baik untuk pencernaan. Masih dilansir dari nibble.id, masalah pencernaan bisa ditimbulkan akibat bahan dalam cabai yang disebut capsaicin.

Kandungan capsaicin bisa menyebabkan inflamasi atau peradangan pada lapisan mukosa lambung dan bagian dalam usus serta organ pencernaan. Jika hal tersebut terjadi terus-menerus, akan menimbulkan kerusakan organ pencernaan yang parah.

Kandungan capsaicin tersebut bisa menyebabkan iritasi pada organ usus halus dan besar. Akibatnya, bisa menimbulkan sakit perut dan diare. Selain itu, beberapa orang juga mengonsumsi seblak saat perut masih kosong. Hal tersebut dapat menimbulkan efek yang lebih buruk lagi.

Para ahli telah memperingatkan bahwa mengonsumsi makanan yang sangat pedas akan berisiko untuk kesehatan, apalagi jika dikonsumsi dalam keadaan perut kosong.

Melansir dari website Halodoc, mengonsumsi makanan pedas terutama jika perut dalam keadaan kosong dapat berisiko menimbulkan rasa sakit pada mulut dan tenggorokan, permasalahan saluran dan sistem pencernaan, hingga resiko gangguan pada lambung.

Kandungan Sodium yang Berlebihan
Penggunaan garam yang cukup banyak pada seblak mungkin bertujuan untuk mengimbangi rasa pedasnya. Menambahkan garam membuat rasa seblak lebih gurih dan sedap sehingga makin menggugah selera untuk memakannya.

Namun, mengutip dari health.grid.id, kandungan garam yang tinggi bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah, yang mana merupakan faktor utama risiko penyakit kardiovaksular.

Selain itu, dari website Nibble juga menyatakan bahwa mengonsumsi sodium secara berlebihan ternyata kurang baik untuk tampilan fisik seseorang. Sodium menahan air di tubuh sehingga tubuh akan terlihat lebih besar, serta wajah terlihat kering jika terlalu sering mengonsumsi garam.

Tingginya Kandungan Kalori, Karbohidrat dan Lemak
Dalam satu porsi seblak biasanya terdapat berbagai macam bahan makanan seperti kerupuk basah, mie, sosis, makaroni, hingga bakso. Tidak heran kalau mengonsumsi seblak bisa mengenyangkan sama seperti sedang menyantap makanan utama.

Namun tanpa disadari, bahan-bahan tersebut memiliki kandungan karbohidrat dan lemak yang tinggi. Hal tersebut menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi pada tubuh kita, karena makanan ideal yang sehat seharusnya juga mengandung serat, protein, hingga vitamin.

Makanan yang tinggi karbohidrat dan lemak, tinggi juga kandungan kalorinya. Nah, terlalu banyak asupan kalori bisa menyebabkan berat badan meningkatkan.

Selain itu, dilansir dari website Health Grid, terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung kalori tinggi juga dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung.

Sumber: Jawapos.com

Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

Editor : RP Rinaldi
#bahaya #seblak #capsaicin #perut kosong #kesehatan