Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Apakah Benar Maltodekstrin dalam Susu Fomula Berbahaya bagi Anak? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Redaksi • Rabu, 4 September 2024 | 08:07 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Maltodekstrin merupakan zat yang dibuat dari bahan alami, yaitu pati dari sumber karbohidrat seperti umbi-umbian, serealia, dan jagung. Bahan itu kemudian dihidrolisis dan terbentuklah maltodekstrin.

Namun ada informasi yang menyebut bahwa penggunaan maltodekstrin pada susu formula berbahaya untuk anak. Kehadiran maltodekstrin ini disebut-sebut membuat tingkat kemanisan menjadi lebih tinggi.

Dalam penggunaannya, maltodekstrin memang biasa digunakan sebagai pengganti laktosa pada produk susu untuk mereka yang intoleransi terhadap laktosa. Lantas, apakah benar penggunaaan maltodekstrin berbahaya untuk anak hingga menyebabkan gagal ginjal pada anak?

Ahli Ilmu Gizi, Dr Rosyanne Kushardina SGz MSi, mengatakan bahwa tidak tepat maltodekstrin dikaitkan dengan peningkatan kandungan gula pada susu dan menyebabkan gagal ginjal pada anak.

"Maltodekstrin banyak terdapat pada produk pangan. Tidak hanya ada di susu, melainkan juga ada di sereal. Selain itu tidak cuma ada di produk yang manis, tapi juga ada di produk yang asin gurih seperti kaldu ayam dan kaldu jamur karena dia berperan sebagai filler," ujarnya dalam acara Forum Ngobras: Meluruskan Miskonsepsi Gula pada Nutrisi Anak, Selasa (3/9).

Dr. Rosyanne juga menegaskan bahwa tidak ada korelasi antara kandungan maltodektrin dengan jumlah gula dalam produk pangan. Susu yang mengandung maltodekstrin tidak berarti memiliki kandungan gula lebih tinggi.

'Ini bisa kita cek pada label di kemasan. Maltodekstrin sendiri tlah dinyatakan aman oleh FDA dan Codex," ucapnya.

Penelitian terkini bahkan menemukan bahwa maltodekstrin resistan bisa difermentasi di usus besar menjadi SCFA (short chain fatty acid) yang bermanfaat bagi kesehatan mikrobiota usus. "Maltodekstrin juga resistan membantu menjaga profil tekanan darah dan lipid serta meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi asupan makanan," pungkas Dr. Rosyanne.

Sumber: Jawapos.com

Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

Editor : RP Edwir Sulaiman
#ahli gizi #Maltodekstrin #fluktosa #susu formula