Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kanker Sarkoma, Agresif dan Sering Serang Usia Muda, Ini Cara Penanganannya Menurut Ahli

Redaksi • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 13:50 WIB
Ilustrasi kanker.
Ilustrasi kanker.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Salah satu jenis penyakit kanker adalah Sarkoma. Kenker ini memang jarang terjadi. Tapi ingat, kanker jenis ini sangat agresif dan dapat menyerang siapa saja, termasuk golongan muda (anak-anak).

Dalam keterangan tertulis, Dr Richard Quek, Senior Consultant Medical Oncology dari Parkway Cancer Centre, menjelaskan bahwa meskipun tergolong langka, sarkoma adalah kelompok penyakit yang sangat kompleks dengan lebih dari 70 subtipe yang memerlukan pendekatan pengobatan berbeda.

Sarkoma adalah kanker yang berasal dari jaringan mesenkim, lapisan yang dalam tubuh manusia berkembang menjadi jaringan ikat, otot, lemak, pembuluh darah, hingga tulang. Artinya, sarkoma bisa tumbuh di hampir semua bagian tubuh: dari kulit, organ dalam, hingga sistem rangka.

Empat kelompok utamanya adalah sarkoma jaringan lunak (STS), sarkoma tulang, GIST, dan sarkoma agresif pada usia muda, seperti Ewing's dan rhabdomyosarcoma.

Gejalanya kanker ini samar, makanya sarkoma sering terlambat terdiagnosis. Hal ini membuat deteksi dini menjadi kunci penting dalam meningkatkan peluang kesembuhan.

"Gejala utama sarkoma sering kali berupa benjolan yang membesar perlahan tanpa rasa nyeri, sehingga kerap diabaikan. Gejala lainnya bergantung pada lokasi tumor, seperti nyeri tulang atau pembengkakan, sesak napas (jika tumor tumbuh di rongga dada), gangguan pencernaan atau nyeri perut (jika di saluran cerna), patah tulang tanpa trauma berarti, hingga penurunan berat badan atau kelelahan kronis," katanya.

Dia menjelaskan kanker ini berbeda dari jenis kanker lain yang lebih umum menyerang usia lanjut. Beberapa subtipe sarkoma justru lebih sering ditemukan pada anak-anak, remaja, dan dewasa muda, seperti Osteosarcoma: kanker tulang yang sering menyerang remaja, Ewing's Sarcoma dan Rhabdomyosarcoma: kanker tulang dan jaringan lunak pada anak dan remaja. Bahkan STS juga bisa muncul pada usia muda, dengan sekitar 10–15 persen kasus bersifat genetik.

Pengobatan sarkoma melibatkan kombinasi pendekatan medis, antara lain:
• Operasi: untuk mengangkat tumor secara menyeluruh.
• Kemoterapi: terutama efektif untuk osteosarcoma, Ewing's dan rhabdomyosarcoma.
• Radioterapi: untuk mengecilkan tumor sebelum atau setelah operasi.
• Terapi Target: seperti imatinib untuk GIST, yang dapat memperpanjang usia harapan hidup pasien hingga lebih dari 5 tahun.
• Imunoterapi: sedang dikembangkan dan menunjukkan hasil menjanjikan pada subtipe tertentu.

Mengingat sifatnya yang bisa muncul di usia muda dan cenderung agresif, kesadaran terhadap sarkoma perlu ditingkatkan. Jangan abaikan benjolan yang terus membesar, nyeri tulang yang tak kunjung sembuh, atau gejala tak biasa lainnya, terutama pada anak dan remaja.

"Dengan kemajuan terapi sistemik dan teknologi diagnostic, makin banyak pasien sarkoma yang kini punya harapa hidup jauh lebih baik," tuturnya.

Untuk pengobatan disesuaikan dengan lokasi tumor, stadium penyakit, dan usia pasien. Bahkan pada stadium lanjut, pengangkatan metastasis di paru-paru dapat memberi peluang sembuh pada sebagian pasien.

"Sarkoma memang langka dan menantang, tapi bukan tak bisa disembuhkan. Dengan diagnosis yang tepat dan penanganan oleh tim multidisipliner, peluang hidup pasien bisa jauh lebih baik," ujar Dr Richard Quek.

Sumber: Jawapos.com

 

Editor : Rinaldi
#usia muda #Sarkoma #kanker