Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Proses Penggorengan Bisa Ubah Struktur Kimia Sayuran, Bahkan Picu Terbentuknya Zat Berbahaya, Simak Keterangannya

Redaksi • Senin, 25 Agustus 2025 | 09:28 WIB
Ilustrasi menggoreng sayuran.
Ilustrasi menggoreng sayuran.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Tahukah Anda bahwa tidak semua jenis sayuran aman jika diolah dengan cara goreng. Proses penggorengan pada suhu tinggi bisa mengubah struktur kimia sayuran, menurunkan kandungan gizi, bahkan memicu terbentuknya zat berbahaya.

Menurut informasi dari hellosehat.com, vitamin dan mineral larut air yang ada pada sayuran bisa hilang ketika terpapar panas minyak dalam waktu lama. Kondisi ini tentu merugikan karena nutrisi penting justru berkurang.

Sedangkan ulasan dari ipb.ac.id menyebutkan bahwa metode deep frying menyebabkan air di dalam sayuran menguap dan digantikan oleh minyak goreng. Akibatnya, kadar lemak dan kalori yang masuk ke tubuh jadi meningkat.

Terbaru, sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa jenis sayuran yang lebih baik tidak digoreng untuk menjaga kesehatan tubuh. Mengetahui hal ini penting agar Anda lebih bijak dalam menentukan cara mengolah makanan sehari-hari. Apa saja sayuran itu, ini jenisnya.

1. Terong
Hidangan terong balado hingga terong goreng tepung memang terasa menggugah selera. Meski begitu, terong memiliki sifat mudah menyerap minyak dalam jumlah banyak saat digoreng. Hal ini meningkatkan kandungan kalori serta lemak jenuh dalam hidangan. Selain itu, penggorengan juga memicu terbentuknya senyawa oksidasi yang bisa merusak nutrisi.

Agar lebih sehat, cobalah memanggang atau mengukus terong, sehingga rasanya tetap lezat tanpa mengurangi manfaatnya. Terung goreng banyak ditemukan di makanan Melayu dan Minang.

2. Kubis
Kubis sering dijadikan tambahan lauk, bahkan diolah menjadi camilan seperti kubis crispy. Sayangnya, menggoreng kubis dapat meningkatkan kadar lemak trans dan berpotensi menghasilkan akrilamida, yaitu senyawa beracun yang bisa memicu gangguan kesehatan. Supaya manfaat kubis tetap terjaga, sebaiknya sajikan dalam bentuk salad segar atau ditumis ringan dengan minyak sehat.

3. Kangkung
Kangkung sering disajikan dengan cara digoreng menjadi menu kangkung crispy. Padahal, menggoreng kangkung berpotensi memicu pembentukan nitrosamin, senyawa yang dikaitkan dengan risiko kanker. Selain itu, sebagian besar kandungan air dan zat gizi dalam kangkung akan hilang saat melalui proses penggorengan. Pilihan terbaik adalah menumis kangkung dengan sedikit minyak atau merebusnya agar nutrisinya tetap utuh.

4. Brokoli
Brokoli dikenal sebagai salah satu sayuran superfood yang kaya vitamin C, vitamin K, serta sulforaphane, senyawa yang dipercaya memiliki efek antikanker. Akan tetapi, proses menggoreng dapat menghancurkan hingga 90 persen kandungan vitamin C dan senyawa bioaktif tersebut. Untuk menjaga nutrisinya, brokoli sebaiknya dikukus atau direbus sebentar agar tekstur renyah dan manfaatnya tetap terjaga.

5. Sawi
Sawi hijau maupun putih, mengandung senyawa glukosinolat yang berperan dalam pencegahan kanker. Sayangnya, menggoreng sawi pada suhu tinggi dapat merusak kandungan tersebut dan bahkan menghasilkan akrilamida yang berbahaya bagi kesehatan. Cara terbaik untuk menikmati sawi adalah menumis ringan atau menambahkannya ke dalam sup, sehingga khasiatnya tetap bisa dirasakan.

6. Bayam
Bayam terkenal kaya akan nitrat, antioksidan, serta vitamin penting untuk tubuh. Akan tetapi, menggoreng bayam bisa mengubah nitrat menjadi nitrit. Zat ini berpotensi menjadi karsinogen bila dikonsumsi berlebihan. Suhu tinggi juga berpengaruh pada rusaknya vitamin C dan nutrisi penting lainnya. Supaya manfaat bayam tetap optimal, sebaiknya konsumsi dalam keadaan segar, direbus, atau cukup dikukus.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Rinaldi
#sayuran #kesehatan #digoreng