Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ketika Tulang Mulai Rapuh, Ini Tips Cegah Osteoporosis

Redaksi • Minggu, 2 November 2025 | 12:27 WIB
Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi RS Awal Bros dr. Rizky Febrian Nasrul, Sp.OT
Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi RS Awal Bros dr. Rizky Febrian Nasrul, Sp.OT

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Penyakit osteoporosis kini menjadi ancaman nyata bagi masyarakat Indonesia, terutama perempuan berusia lanjut. Tulang yang semestinya kuat dan kokoh perlahan menjadi rapuh, bahkan bisa patah hanya karena batuk keras atau terjatuh ringan.

Melihat tingginya angka risiko dan rendahnya kesadaran masyarakat, RS Awal Bros melalui layanan Orthopedic Center mengajak masyarakat untuk mengenali bahaya osteoporosis sejak dini.

Secara global, lebih dari 200 juta wanita menderita osteoporosis. Satu dari sepuluh wanita berusia 60 tahun, dua dari lima wanita berusia 80 tahun, hingga dua dari tiga wanita berusia 90 tahun mengalami kondisi tulang rapuh.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mencatat prevalensi osteoporosis mencapai sekitar 10,3 persen. Angka ini berarti dua dari lima penduduk negeri ini berisiko tinggi mengalami pengeroposan tulang, terutama wanita pascamenopause.

Menurut dr. Rizky Febrian Nasrul, Sp.OT, Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi RS Awal Bros Group, osteoporosis sering kali datang tanpa gejala. Ia disebut sebagai silent disease karena baru disadari ketika pasien mengalami patah tulang atau perubahan bentuk tubuh.

“Banyak yang menganggap nyeri punggung atau tubuh bungkuk sebagai hal wajar karena usia, padahal bisa jadi itu tanda tulang sedang kehilangan kekuatannya,” ujarnya.

dr. Rizky menambahkan, penurunan hormon estrogen setelah menopause mempercepat hilangnya massa tulang pada perempuan. Pada pria, gaya hidup tidak sehat seperti merokok, kurang olahraga, atau konsumsi alkohol juga dapat mempercepat proses pengeroposan.

“Setelah usia 30 tahun, tubuh tidak lagi memproduksi jaringan tulang secepat masa muda. Bila cadangan massa tulang di usia muda tidak cukup, maka risiko osteoporosis meningkat di usia tua,” jelasnya.

Osteoporosis bukan hanya soal tulang keropos. Dampaknya jauh lebih luas terhadap kualitas hidup. Patah tulang panggul akibat osteoporosis dapat membuat seseorang kehilangan kemampuan berjalan, membutuhkan operasi, dan menjalani pemulihan panjang.

Pada lansia, kondisi tersebut bahkan bisa berujung pada komplikasi berat seperti infeksi atau pembekuan darah karena imobilitas berkepanjangan.

“Bila seseorang sudah mengalami patah tulang panggul, peluangnya untuk kembali mandiri menurun drastis. Inilah yang membuat pencegahan jauh lebih penting,” kata dr. Rizky.

Sebagai rumah sakit yang memiliki layanan unggulan Orthopedic & Spine Center, RS Awal Bros Group berkomitmen memberikan pelayanan komprehensif mulai dari pemeriksaan kepadatan tulang atau Bone Mineral Density, diagnosis dini, penanganan fraktur dengan teknologi minimal invasif, hingga terapi rehabilitasi medik.

Pendekatan ini memastikan pasien mendapatkan penanganan cepat dan tepat agar tetap aktif di usia lanjut. Pencegahan osteoporosis, menurut dr. Rizky, harus dimulai sejak muda.

Ia menekankan pentingnya mengonsumsi makanan kaya kalsium dan vitamin D seperti susu, tahu, tempe, ikan, serta sayuran hijau, disertai paparan sinar matahari pagi yang cukup.

Aktivitas fisik juga berperanbesar. Berjalan cepat, bersepeda, atau latihan kekuatan ringan dapat memperkuat tulang dan menjaga keseimbangan tubuh. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol karena kedua kebiasaan tersebut terbukti mempercepat kerusakan tulang.

RS Awal Bros juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan densitas tulang secara berkala, terutama wanita berusia di atas 50 tahun dan pria di atas 60 tahun. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi penurunan kepadatan tulang sebelum terjadi patah tulang.

“Deteksidini adalah kunci. Osteoporosis bisa dicegah, bukan ditakuti. Tulang yang kuat hari ini akan menentukan kualitas hidup di masa depan,” tutup dr. Rizky.

Sebagai jaringan rumah sakit swasta yang telah berdiri sejak 1998, RS Awal Bros Group kini mengelola 10 rumah sakit di Riau dan Kepulauan Riau, dengan komitmen menghadirkan pelayanan kesehatan berbasis nilai PRIMA (Profesional, Rapi, Ibadah, Mendengarkan, Asertif).

Layanan Robotic Surgery ini dapat diakses di seluruh RS Awal Bros Group. RS Awal Bros Group kini mengelola 10 rumah sakit di Riau dan Kepulauan Riau, dengan komitmen menghadirkan pelayanan kesehatan berbasis nilai PRIMA (Profesional, Rapi, Ibadah, Mendengarkan, Asertif).

Untuk informsi lebih lanjut mengenai layanan Robotic Orthopedic Surgery, Rehabilitasi Robotik, dan Pain-Free Anesthesia, masyarakat dapat mengunjungi www.awalbros.com atau menghubungi 1500 088.***

Editor : Bayu Saputra
#rs awal bros pekanbaru #osteoporosis sejak muda #Rumah Sakit Awal Bros #osteoarthritis