RIAUPOS.CO - Sudah sejak lama cuka apel dipercaya memiliki manfaat untuk kesehatan jika dikonsumsi secara rutin. Meski demikian larutan hasil fermentasi dari sari buah apel ini juga memiliki efek samping yang perlu diketahui.
Larutan cuka apel mengandung asam asetat, asam amino, asam folat dan antioksidan alami.
Proses pembuatan cuka apel dimulai dengan menghancurkan apel hingga menghasilkan sari, kemudian ditambahkan ragi untuk mengubah gula menjadi alkohol. Lalu proses ini dilanjutkan dengan fermentasi oleh bakteri yang mengubah alkohol tersebut menjadi asam asetat.
Dari fermentasi itulah rasa asam yang khas serta aroma kuat pada cuka apel berasal, penyebab utamanya adalah asam asetat.
Berkat kandungan nutrisi di dalamnya, cuka apel memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Dikutip dari Alodokter, berikut manfaatnya:
1. Baik untuk Kesehatan Kulit
Cuka apel yang mengandung asam diyakini mampu membantu melembapkan kulit, memperbaiki lapisan terluar yang rusak, serta mencerahkan kulit secara alami. Selain itu, sifat antibakteri di dalamnya juga berperan dalam mencegah dan mengatasi berbagai masalah kulit, seperti jerawat hingga panu.
Cara untuk mendapatkan manfaat tersebut yaitu dengan mengencerkan cuka apel dan air dengan perbandingan satu sendok teh cuka apel ke dalam sepuluh sendok teh air. Lalu racikan itu bisa dioleskan pada area kulit yang bermasalah, termasuk wajah dan bagian lainnya.
2. Menurunkan Gula Darah
Cuka apel diyakini mampu membantu menurunkan kadar gula darah serta meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap hormon insulin. Oleh karena itu, cuka apel dianggap baik dikonsumsi oleh penderita diabetes tipe 2.
3. Membantu Ringankan Gangguan Pencernaan
Mengonsumsi larutan cuka apel yang telah diencerkan dengan air dipercaya dapat membantu menyeimbangkan kadar asam lambung, terutama pada penderita maag atau GERD. Ada pula teori yang menyebutkan bahwa cuka apel mampu membunuh bakteri penyebab GERD di lambung sehingga dapat meredakan gejalanya.
Namun, hingga kini belum ada bukti ilmiah maupun penelitian medis yang secara pasti membenarkan efektivitas dan keamanan penggunaan cuka apel untuk mengatasi gangguan asam lambung.
4. Memelihara Kesehatan Rambut dan Kulit Kepala
Paparan bahan kimia, panas, polusi dan asap rokok dapat menyebabkan rambut menjadi rapuh dan mudah rusak. Cuka apel memiliki kandungan antioksidan dan nutrisi yang mampu memperkuat struktur rambut serta merangsang pertumbuhannya, sehingga rambut tampak lebih sehat dan tebal.
Selain itu, cuka apel juga berperan dalam menjaga kelembapan rambut, mengontrol produksi minyak berlebih dan membuat rambut tampak berkilau. Kandungan mineral dan antioksidannya turut menutrisi kulit kepala serta membantu mengurangi kerontokan.
5. Membantu Diet
Cuka apel banyak dikenal sebagai cara alami untuk membantu menurunkan berat badan. Beberapa studi menunjukkan bahwa mengonsumsi cuka apel dapat meningkatkan pembakaran lemak dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
Namun, efektivitasnya masih belum terbukti secara pasti dan hasilnya pun tidak lebih signifikan dibandingkan dengan diet pola makan sehat yang disertai aktivitas fisik teratur.
Tak hanya memiliki manfaat efek samping mengonsumsi cuka apel juga harus diketahui. Dilannsir dari Halodoc, kandungan asam asetat di dalamnya berpotensi merusak enamel gigi, sehingga gigi menjadi lebih sensitif dan mudah terkikis.
Selain itu, mengonsumsi cuka apel tanpa diencerkan dapat menyebabkan iritasi pada kerongkongan. Cuka apel juga bisa berinteraksi dengan beberapa jenis obat, seperti diuretik dan insulin, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya jika sedang menjalani pengobatan tertentu.
Editor : M. Erizal