Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Lawan Pneumonia dengan Senjata Tepat, MSD dan Orang Tua Bersinergi

Redaksi • Senin, 10 November 2025 | 20:15 WIB
MSD Indonesia ajak orang tua waspada Pneumonia dan perkuat edukasi kesehatan anak menjelang Hari Pneumonia Sedunia, Jakarta (10/11/2025).
MSD Indonesia ajak orang tua waspada Pneumonia dan perkuat edukasi kesehatan anak menjelang Hari Pneumonia Sedunia, Jakarta (10/11/2025).

JAKARTA (RIAUPOS.CO) Dalam menyambut Hari Pneumonia Sedunia pada 12 November, MSD Indonesia - perusahaan biofarmasi global mengajak para orang tua untuk berperan aktif dalam melindungi anak dari ancaman pneumonia.

Pneumonia adalah infeksi saluran pernapasan bawah yang umum terjadi dan menjadi salah satu penyebab utama kematian balita di dunia, termasuk di Indonesia.

Data menunjukkan bahwa setiap tahunnya, lebih dari 725.000 anak di bawah usia lima tahun meninggal di seluruh dunia karena penyakit ini, termasuk sekitar 190.000 bayi baru lahir yang masih sangat rentan terhadap infeksi.

Di Indonesia, berdasarkan data BPJS Kesehatan, pneumonia menimbulkan total biaya pengobatan yang mencapai sekitar Rp8,7 triliun pada tahun 2023.

Angka ini mencerminkan besarnya beban kesehatan dan ekonomi nasional, sehingga penanganan pneumonia perlu segera dilakukan bersama.

Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou menyampaikan, hari ini bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional, dan hanya dua hari menjelang Hari Pneumonia Sedunia. Kedua momen ini mengingatkan kita bahwa setiap orang tua bisa menjadi pahlawan bagi kesehatan anak-anaknya, termasuk melindungi mereka dari pneumonia.

"MSD berkomitmen memperluas edukasi agar lebih banyak keluarga memahami dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat. Dengan kesadaran yang kuat dan kolaborasi bersama, kami percaya kita dapat mewujudkan generasi bebas pneumonia dan menurunkan angka kematian anak akibat penyakit ini,” ujar George.

Menurut Global Burden of Disease (GBD), kematian akibat pneumonia pada anak dapat mendekati nol pada tahun 2030 melalui upaya pencegahan dan pengendalian yang terintegrasi, termasuk memastikan cakupan vaksin untuk mencegah infeksi bakteri penyebab utama pneumonia.

Menurut Dokter Anak Konsultan Respirologi FKUI RSCM, dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, Subsp. Respi, vaksinasi merupakan hak dasar setiap anak sekaligus langkah penting untuk menjaga kesehatan masyarakat.

“Melengkapi imunisasi sesuai rekomendasi pemerintah dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merupakan bentuk perlindungan penting terhadap bahaya pneumonia. Upaya penanggulangan pneumonia harus dilakukan secara holistik mencakup perlindungan, pencegahan, hingga pengobatan yang tepat."

Pemberian vaksin menjadi bentuk perlindungan yang efektif untuk bayi dan anak-anak terhadap penyakit pneumonia.

"Dampaknya pun luas, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi ketahanan sistem kesehatan nasional. Pemerintah telah memasukkan program Imunisasi Nasional untuk membantu memberikan perlindungan bagi jutaan anak Indonesia dari pneumonia. Karena itu, penting bagi para orang tua untuk memahami dan mengambil langkah-langkah terbaik dalam menjaga kesehatan anak,” ujar dr. Wahyuni.

Vaksinasi telah diakui secara global sebagai intervensi paling efektif untuk membantu mengurangi beban penyakit pneumonia yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae.

Mendukung itu, Country Medical Lead MSD Indonesia, dr. Amrilmaen Badawi, MBiomedSc, menekankan pentingnya peran ibu dalam menyebarkan informasi yang tepat. “Pencegahan pneumonia berawal dari pengetahuan yang benar. Saat seorang ibu memahami langkah pencegahan yang tepat, ia dapat menjadi sumber inspirasi dan pembawa pesan positif bagi keluarga dan lingkungannya. Karena setiap ibu yang mengerti dan bertindak tepat adalah pahlawan sejati bagi anaknya,” tutup dr. Amril.

Laporan: Ari Iswandi

 

Editor : Edwar Yaman
#pneumonia #MSD Indonesia #hari pneumonia sedunia #ancaman pneumonia