PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pekan ini World Health Organization (WHO) mengeluarkan Tuberkulosis (TB) Global Report 2025. Dalam laporannya WHO menyampaikan data kasus TB di Indonesia mencapai 1,1 juta kasus baru dengan angka kematian mencapai 118 ribu jiwa.
Ketua Koalisi Organisasi Profesi Indonesia Untuk Penanggulan Tuberkulosis (KOPI TB) Riau DR dr Indra Yovi Sp.P(K) mengatakan, dengan kondisi tersebut, bila dilihat dari setiap 100.000 penduduk diperkirakan terdapat 382 kasus TB. Angka laporan tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu (Global TB Report 2024).
“Hal ini harus menjadi perhatian yang serius dari semua pihak terutama pemerintah dalam hal ini kementerian kesehatan. Di balik janji kampanye Presiden Prabowo yang akan membuat kebijakan terfokus dalam pengentasan TB di Indonesia, kita dihadapkan pada efisiensi anggaran pemerintah dan berkurangnya bantuan finansial global kepada Indonesia dalam hal pengendalian TB,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya, berdasarkan laporan WHO juga menyampaikan bahwa angka kesembuhan pasien TB yang diobati dengan baik mencapai 86 persen, tetapi saat ini juga dihadapkan pada kasus HIV-TB yang mencapai angka 33 ribu orang.
“Sebenarnya sampai saat ini diagnostik dan pengobatan TB di Indonesia ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah baik dengan Program TB Nasional maupun Jaminan Kesehatan Nasional melalui BPJS, sehingga semestinya pemerintah daerah dalam hal ini yang mempunyai kemampuan menerapkan kebijakan yang bisa langsung berdampak kepada penemuan dan pengendalian TB di daerahnya,” sebutnya. (sol)
Editor : M. Erizal