JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Bulan Ramadan bukan berarti kita tak bisa berolahraga. Memang saat puasa tubuh sering kali merasa lemas atau justru terlalu kenyang setelah menyantap berbagai hidangan berbuka yang manis.
Setelah berbuka puasa, tubuh tentunya akan menyimpan banyak kalori. Makanya diperlukan pergerakan tubuh, agar sisa kalori tidak menimbun secara berlebihan.
Anda dapat mengatur sendiri kapan waktu yang tepat untuk melakukan gerak badan. Biasanya, banyak orang melakukan olahraga ringan setelah Salat Tarawih.
Menjalankan olahraga ringan setelah Salat Tarawih bukan hanya soal membakar kalori, tetapi juga bentuk investasi kesehatan selama bulan suci. Dengan meluangkan waktu sejenak untuk bergerak, tubuh tetap bugar dan siap menjalani aktivitas ibadah di keesokan harinya.
Dengan sedikit bergerak, tubuh akan terasa lebih segar dan metabolisme tetap terjaga meski sedang menjalankan ibadah puasa. Dilansir dari The Economic Times, menyebutkan bahwa pergerakan tubuh setelah makan malam sangat membantu melancarkan kerja lambung.
Selain mencegah perut kembung, olahraga santai ini juga berperan penting dalam menjaga agar kadar gula darah tetap stabil. Berikut adalah pilihan gerakan yang bisa dipraktikkan dengan mudah di rumah.
1. Putaran Tubuh Bagian Atas
Melakukan gerakan memutar tubuh bagian atas secara lembut dapat merangsang otot perut untuk mendorong efisiensi penyerapan nutrisi oleh tubuh. Gerakan ini meningkatkan sirkulasi darah ke organ pencernaan sehingga mempercepat proses pemecahan makanan yang masuk ke sistem metabolisme. Sebagai penutup, berlatih pernapasan dalam setelah rangkaian gerakan ini akan menenangkan sistem saraf dan mendukung metabolisme tubuh selama Ramadan.
2. Jalan Santai Durasi Pendek
Melakukan jalan kaki dengan intensitas santai selama 10 hingga 15 menit setelah makan malam dapat membantu proses pencernaan melalui stimulasi lambung. Langkah sederhana ini efektif untuk mengurangi rasa kembung serta membantu mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil di malam hari. Kondisi kesehatan pencernaan secara menyeluruh akan meningkat seiring dengan aktifnya pergerakan usus saat tubuh dibawa berjalan pelan.
3. Latihan Yoga
Latihan yoga sederhana yang dikenal dengan nama Marjaryasana-Bitilasana ini melibatkan gerakan ritmis yang efektif memijat organ dalam pencernaan. Gerakan ini membantu meredakan gas dan perut kembung sekaligus meningkatkan fleksibilitas tulang belakang agar tubuh terasa lebih nyaman. Melalui koordinasi gerakan yang tepat, ketidaknyamanan pada perut akibat tumpukan makanan dapat dikurangi secara signifikan melalui stimulasi otot perut.
4. Gerakan Mengangkat Kaki
Metode olahraga lainnya adalah mengangkat kaki sambil berbaring telentang yang berfungsi untuk memperkuat otot inti tubuh sekaligus merangsang kerja usus. Aktivitas ini dapat membantu mengurangi masalah sembelit dan kembung sehingga kesehatan sistem pencernaan menjadi jauh lebih baik. Gerakan tersebut mendorong aktivitas mekanis di dalam saluran cerna yang mendukung kelancaran pembuangan sisa makanan.
5. Pose Membungkuk
Gerakan ini dilakukan dengan posisi duduk membungkuk ke depan untuk meregangkan tulang belakang serta memijat organ perut secara alami. Efek dari pose ini adalah meredakan sembelit dan menenangkan sistem saraf yang sangat mendukung kesehatan usus secara jangka panjang. Dengan melakukan peregangan ini secara rutin, pergerakan usus menjadi lebih lancar sehingga proses pencernaan setelah makan malam menjadi lebih optimal.
Konsistensi dalam melakukan gerakan sederhana ini akan memberikan dampak positif yang besar bagi kebugaran tubuh secara menyeluruh. Sangat penting untuk selalu mendengarkan sinyal dari tubuh dan tidak memaksakan diri melakukan gerakan yang terlalu berat. Fokus utama adalah menjaga kelancaran pencernaan dan kenyamanan perut setelah menyantap hidangan Ramadan.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi