RIAUPOS.CO - Susu memang baik untuk kesehatan karena kaya kandungan kalsium, protein, dan vitamin. Meski demikian, bagi penderita kolesterol tinggi, tidak boleh asal meminum susu.
Susu sangat bagus untuk tulang dan otot, namun penderita kolesterol harus lebih berhati-hati jika ingin minum susu.
Dikutip dari Healts Shots meski begitu, kolesterol berperan dalam produksi hormon dan kesehatan sel, masalah muncul ketika kadarnya, terutama LDL atau kolesterol jahat, meningkat terlalu tinggi.
Menjaga kolesterol total di bawah 200 mg/dL mendukung aliran darah yang lebih lancar dan mengurangi beban pada jantung, sehingga pilihan makanan menjadi sangat penting.
Karena susu itu berbasis hewan, minuman ini secara alami mengandung lemak yang dapat memengaruhi kadar kolesterol.
Agar tak membahayakan kesehatan jantung, ketahui jenis-jenis susu sehingga lebih mudah menentukan pilihan, khususnya bagi penderita kolesterol.
1. Susu sapi utuh
Susu sapi ini mengandung sekitar 3,25 persen lemak, termasuk lemak jenuh yang dapat meningkatkan kolesterol LDL jika dikonsumsi secara teratur, sebaiknya batasi atau ganti dengan pilihan rendah lemak.
2. Susu kerbau
Mengandung lemak 8–10 persen, susu kerbau secara signifikan lebih tinggi lemak jenuhnya, mengkonsumsi teratur dapat secara bertahap meningkatkan kadar kolesterol jahat dan tidak ideal untuk pasien jantung.
3. Susu kambing
Sedikit lebih tinggi lemaknya daripada susu sapi, namun ini dapat dikonsumsi sesekali, tetapi moderasi sangat penting bagi mereka yang memiliki masalah kolesterol.
4. Susu rendah lemak dan susu skim
Susu jenis ini menyediakan kalsium dan protein tanpa lemak jenuh berlebih, sebuah studi yang didukung oleh American Heart Association menunjukkan bahwa mengurangi asupan lemak jenuh membantu menurunkan kolesterol LDL.
5. Susu Kedelai
Susu dari kacang kedelai memiliki sterol nabati yang mengurangi penyerapan kolesterol, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Fertility and Sterility.
6. Susu almond
Susu nabati yang berasal dari kacang almond ini diketahui mengandung lemak tak jenuh sehat yang mendukung HDL atau kolesterol baik.
Editor : M. Erizal