Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hindari Konsumsi Daging Olahan, Mengandung Koleserol Tinggi, Punya Risiko Terkena Penyakit Jantung

Redaksi • Rabu, 18 Maret 2026 | 13:50 WIB

Ilustrasi daging olahan.
Ilustrasi daging olahan.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Daging olahan punya risiko kolesterol paling tinggi. Mamang, meski esensial bagi fungsi tubuh, namun kolesterol dapat berubah menjadi ancaman serius bagi kesehatan jantung jika kadarnya berlebih.

Makanya pengaturan pola makan menjadi kunci utama dalam mengendalikan kadar kolesterol. Penumpukan plak di arteri akibat kolesterol tinggi akan meningkatkan risiko penyakit jantung, serangan jantung dan stroke.

Para ahli gizi sepakat bahwa daging olahan adalah makanan nomor satu yang harus dibatasi untuk meminimalkan risiko kolesterol tinggi. Dilansir dari Eating Well, daging olahan, seperti sosis, daging sapi panggang, atau daging ayam olahan sering memicu kolesterol tinggi.

Padahal, konsumsi rutin daging dapat memberikan protein yang besar untuk tubuh. Namun, untuk daging olahan ini akan memberikan dampak negatif.

Jika Anda berupaya menurunkan kadar kolesterol, melakukan pembatasan daging olahan adalah langkah yang tepat. Ganti daging olahan dengan protein yang lebih sehat.

Ini beberapa alasan mengapa konsumsi daging olahan perlu dikurangi!

1. Dampak negatif pada usus
Penelitian menunjukkan bahwa diet tinggi daging, terutama daging olahan, dapat mengurangi keragaman bakteri dalam usus. Padahal, mikrobioma usus yang seimbang berperan penting dalam mengatur penyerapan dan pembuangan kolesterol. Ketidakseimbangan mikrobioma usus akan memicu peradangan krinis, yang merupakan pemicu penyakit jantung.

2. Kandungan lemak jenuh tinggi
Melansir Hello Sehat, daging olahan umumnya berasal dari potongan daging berlemak dan kaya akan lemak jenuh. Asupan lemak jenuh yang tinggi telah terbukti meningkatkan kadar kolesterol jahat, yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

3. Kadar natrium berlebih
Daging olahan mengandung kadar natrium yang jauh lebih tinggi. Natrium biasanya ditambahkan untuk memperpanjang umur simpan daging. Meski tidak secara langsung meningkatkan kadar kolesterol, natrium akan memicu tekanan darah tinggi yang memaksa jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Selain pembatasan konsumsi daging olahan, para ahli gizi merekomendasikan beberapa strategi alternatif untuk menjaga kadar kolesterol dan meningkatkan kesehatan jantung.

1. Olahraga teratur
Melansir, Klik Dokter, pastikan berolahraga 30 menit setiap harinya untuk membakar lemak dan memastikan kadar kolesterol dalam tubuh terkendali.

2. Konsumsi serat yang cukup
Serat larut akan membantu mengikat kolesteral dan mencegah penyerapannya ke dalam aliran darah. Untuk itu, perbanyak konsumsi buah, sayuran, biji-bijian atau oatmeal.

3. Asupan asam lemak omega-3
Asam lemak omega-3 memiliki efek anti-inflamasi dan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Konsumsi ikan berlemak (salmon), kacang-kacangan, atau alpukat.

4. Pilih protein yang sehat
Ganti daging olahan dengan protein segar dan tanpa lemak, baik dari sumber nabati atau hewani. Seperti ayam panggang, tahu, tempe dan kacang-kacangan.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Rinaldi
#penyakit jantung #kolesterol tinggi #daging olahan