JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Cairan membantu mengantar nutrisi ke seluruh tubuh, menjaga keseimbangan elektrolit, serta mencegah feses menjadi keras.
Sembelit atau perut terasa penuh, itu tanda tubuh Anda kekurangan cairan. Makanya biasakan membawa botol minum. Hal ini dapat membuat Anda lebih mudah ingat untuk minum.
Usus sering disebut sebagai otak kedua yang bekerja tanpa henti, mengolah makanan yang dikonsumsi dan menyalurkan nutrisi vital ke seluruh tubuh. Makanya usus memegang peran penting dalam menjaga energi, sistem kekebalan tubuh, bahkan suasana hati sehari-hari.
Menjaga kesehatan usus tidak lah rumit. Cukup membiasakan kebiasaan kecil secara konsisten setiap hari, kondisi usus dapat membaik perlahan dan berdampak positif pada kesehatan secara keseluruhan. Kebiasaan-kebiasaan sederhana ini sering terlihat sepele, tetapi justru menjadi kunci agar tubuh bekerja lebih harmonis.
Verywell Health coba melansir kebiasaan harian yang dapat meningkatkan kesehatan usus dan membuat tubuh terasa lebih ringan. Apa saja? Simak keterangannya.
1. Mulai Hari dengan Minum Air Hangat
Satu gelas air hangat di pagi hari membantu merangsang sistem pencernaan untuk bekerja lebih efektif. Air membantu melembutkan feses, menjaga gerakan usus tetap lancar, dan mendorong tubuh mengeluarkan racun yang menumpuk selama tidur. Banyak orang merasakan perbedaan signifikan dalam rutinitas buang air besar setelah memulai kebiasaan sederhana ini.
2. Kurangi Makanan Olahan dan Gula Berlebih
Makanan olahan sering mengandung pengawet, pewarna buatan, dan kadar gula yang sangat tinggi. Semua ini bisa merusak keseimbangan bakteri di dalam usus dan menyebabkan peradangan.
Mengurangi makanan cepat saji, minuman manis, serta camilan tinggi gula bisa menjadi langkah besar untuk menjaga kesehatan usus. Pilih makanan alami atau yang diproses minimal agar usus tidak bekerja terlalu keras.
3. Tidur yang Cukup agar Pencernaan Bisa Beristirahat
Tidur bukan sekadar waktu beristirahat bagi otak, tetapi juga bagi sistem pencernaan. Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur pencernaan dan nafsu makan. Usahakan tidur 6–8 jam setiap malam agar tubuh, termasuk usus, punya waktu untuk memulihkan diri. Tidur cukup membuat pencernaan lebih teratur dan nyaman.
4. Perbanyak Makanan Berserat dalam Menu Harian
Serat adalah teman terbaik bagi usus. Makanan seperti sayuran, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan membantu menjaga bakteri baik tetap hidup dan aktif. Serat juga membuat feses lebih halus dan mudah dikeluarkan. Dengan memperbanyak makanan berserat, Anda membantu usus bekerja dengan ritme yang lebih stabil dan nyaman.
5. Perbanyak Minum Air Sepanjang Hari
Selain air pagi hari, tubuh juga membutuhkan hidrasi yang cukup sepanjang hari. Maka ada baiknya Anda membawa botol air kemanapun pergi. Tujuannya, agar anda mudah ingat untuk minum.
6. Konsumsi Probiotik untuk Menjaga Keseimbangan Bakteri
Probiotik adalah bakteri baik yang dapat ditemukan dalam yogurt, kefir, tempe, atau kimchi. Bakteri baik ini membantu menjaga keseimbangan flora usus, meningkatkan kekebalan tubuh, dan mengurangi risiko infeksi pencernaan. Mengonsumsi probiotik secara rutin memberi dukungan tambahan agar usus tetap berfungsi optimal.
7. Kelola Stres agar Usus Tidak Ikut Terpengaruh
Stres memengaruhi pencernaan lebih daripada yang disadari banyak orang. Stres berlebihan dapat memperlambat gerakan usus, memicu kram, atau membuat bakteri baik berkurang.
Melakukan aktivitas relaksasi seperti meditasi, mendengarkan musik, menghirup udara segar, atau sekadar duduk tenang bisa membantu mengurangi tekanan mental. Ketika pikiran tenang, usus pun bekerja lebih stabil.
8. Bergerak Setiap Hari untuk Mendukung Pergerakan Usus
Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, peregangan ringan, atau olahraga singkat dapat membantu merangsang pergerakan usus. Ketika tubuh aktif, aliran darah meningkat dan sistem pencernaan ikut terstimulasii. Kebiasaan sederhana seperti berjalan 10–15 menit setelah makan dapat mengurangi risiko sembelit dan membuat pencernaan lebih lancar.
9. Kunyah Makanan Secara Perlahan
Kebiasaan makan tergesa-gesa membuat usus bekerja lebih berat untuk memecah makanan. Dengan mengunyah secara perlahan, Anda memberi waktu pada enzim di mulut untuk memulai proses pencernaan lebih awal. Makanan yang dikunyah baik juga lebih mudah diserap tubuh. Kebiasaan ini tidak hanya menyehatkan usus, tetapi juga membantu mengontrol porsi makan tanpa sadar.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi