RIAUPOS.CO - Nafas yang tersumbat gara-gara hidung mampet bikin tersiksa. Ketika terserang flu atau reaksi alergi terhadap zat tertentu membuat hidung mampet hingga mengganggu aktivitas.
Sulit bernafas dan penumpukan lendir di dalam hidung hingga terpaksa bernafas lewat mulut. Ketidaknyamanan makin terasa pada malam hari hingga mengganggu kualitas tidur.
Ada beberapa cara alternatif yang efektif membantu meredakan hidung tersumbat dilansir dari laman puskesmaskuripan-dikes.lombokbaratkab.go.id dan rsisurabaya.com.
Baca Juga: 5 Hal yang Membuat Sitinjau Lauik Ikonik, Uji Nyali Lewati Jalur Ekstrem di Sumatera Barat
1. Hirup uap
Menghirup uap hangat juga mampu melegakan hidung tersumbat. Biasanya uap air hangat dicampur dengan cairan aromaterapi yang mampu meredakan hidung mampet.
Caranya, didihkan air dan tuang ke wadah lalu tambahkan aromaterapi berupa minyak kayu putih, daun mint, jahe iris, ataupun papermint, kemudian hirup selama beberapa menit.
Baca Juga: JNE Raih Penghargaan Indonesia Digital Innovation Awards
2. Bersihkan hidung dengan air garam
Larutan air garam ternyata ampuh untuk mengatasi hidung tersumbat. Air garam mampu mengencerkan lendir di hidung serta menghilangkan bakteri dan virus.
Larutan air garam ini bisa dibuat dengan 14 sendok teh garam dan 14 sendok teh soda kue yang dilarutkan dengan air hangat.
Baca Juga: Pemprov Bentuk UPT Jaminan Produk Halal
3. Konsumsi sup ayam
Sup dapat mengatasi hidung tersumbat. Kandungan bumbu dan rempah dari sup ayam mampu meredakan gatal tenggorokan dan mengurangi lendir di hidung.
Uap sup juga dapat melegakan hidung dan tenggorokan.
Baca Juga: Pertamina Lakukan Extra Dropping
4. Posisikan kepala dengan tepat
Ketika tidur, posisikan kepala lebih tinggi. Pasang bantal tambahan untuk membantu menopang kepala dan bahu. Cara ini dapat membantu hidung bernafas lebih lega.
5. Konsumsi Air
Iritasi, radang, dan hidung mampet sebelah ternyata bisa diatasi dengan konsumsi air mineral yang cukup. Air mineral berguna untuk mengencerkan lendir di hidung anda. Sehingga, mudah dikeluarkan dan hidung tidak tersumbat.
Editor : M. Erizal