RIAUPOS.CO - Penelitian menunjukkan bahwa gejala diabetes tipe 2 sering berkembang secara perlahan dan bahkan bisa tidak terasa sama sekali dalam tahap awal, yang membuat banyak kasus baru terdeteksi setelah kondisi cukup parah.
Tanda-tanda halus yang diberikan tubuh kadang sering diabaikan, banyak orang tidak menyadari bahwa kadar gula darah mereka sudah tinggi hingga akhirnya terlambat didiagnosis.
Penting untuk lebih peka terhadap perubahan kecil pada tubuh, sebab diabetes sering dikenal sebagai penyakit yang muncul secara tiba-tiba dengan gejala yang jelas.
Baca Juga: Segmen Commercial BRI Tumbuh Double Digit Berkat BRIvolution Reignite
Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti kerusakan saraf, gangguan penglihatan, hingga penyakit jantung.
Sebagian besar orang dengan diabetes tidak langsung merasakan gejala yang jelas, namun dengan tanda yang dianggap sebagai masalah biasa atau kelelahan sehari-hari.
Diabetes terjadi ketika tubuh tidak mampu menggunakan atau memproduksi insulin secara efektif, sehingga kadar gula dalam darah meningkat. Kondisi ini kemudian mempengaruhi berbagai sistem tubuh secara perlahan.
Baca Juga: Perkuat Tim di Kecamatan, Jadikan MPA Garda Terdepan Pencegahan Karhutla
Berikut 6 tanda yang sering menjadi peringatan awal diabetes, seperti dilansir dari laman Yourtango:
1. Kelelahan yang tidak kunjung hilang
Berbeda dengan rasa lelah biasa, kelelahan akibat diabetes tetap terasa meski sudah beristirahat. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak dapat mengubah gula menjadi energi secara optimal.
2. Lapar terus-menerus, tapi berat badan turun
Meski makan lebih banyak, berat badan justru bisa turun tanpa sebab yang jelas, dan kondisi ini terjadi karena tubuh tidak mendapatkan energi yang cukup dari makanan.
3. Sering haus dan buang air kecil
Baca Juga: Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba, Wako Agung Nugroho: Bukan Solusi, tapi Awal Kehancuran
Rasa haus berlebihan dan frekuensi buang air kecil yang meningkat menjadi salah satu tanda paling umum. Kondisi ini terjadi karena ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan gula dalam darah.
4. Bau napas manis atau seperti buah
Banyak orang tidak menyadari bahwa perubahan bau napas bisa menjadi tanda diabetes. Bau ini disebabkan oleh peningkatan zat keton dalam tubuh akibat gangguan metabolisme gula.
5. Penglihatan mulai kabur
Kadar gula darah tinggi dapat menarik cairan dari jaringan tubuh, termasuk lensa mata, sehingga menyebabkan penglihatan menjadi buram.
Penelitian juga menunjukkan bahwa kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan mata serius jika tidak ditangani.
Baca Juga: Besok, 307 JCH Inhil Berangkat via Kapal Cepat ke Batam
6. Muncul kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki
Gejala ini berkaitan dengan kerusakan saraf akibat kadar gula darah tinggi dalam jangka waktu tertentu. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi neuropati diabetik.
7. Selain keenam tanda di atas, beberapa gejala lain seperti infeksi yang sering kambuh, kulit menggelap di area tertentu, atau luka yang sulit sembuh juga bisa menjadi indikasi awal diabetes.
Baca Juga: Penanganan Banjir Pekanbaru Tak Bisa Sendiri, Pemko Perlu Uluran Tangan Pusat dan Provinsi
Apabila anda mengalami beberapa gejala di atas secara bersamaan atau dalam jangka waktu lama, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan kadar gula darah.
Pada dasarnya, diabetes bukan hanya tentang kadar gula, tetapi juga tentang bagaimana tubuh memberi sinyal sejak awal.
Mengenali tanda-tanda halus ini bisa menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi dan menjaga kualitas hidup.
Editor : M. Erizal