JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Orang yang sedang terjangkit alergi sering mengalami bersin berulang-ulang. Banyak pula orang yang mengalami bersin mengira dia sedang terjangkit flu.
Selain bersin, gejala alergi terhadap debu terkadang juga diikuti sesak napas, kulit gatal, bahkan ruam. Jangan takut, alergi bisa diatasi dengan obat, namun kebiasaan hidup yang kurang tepat dapat membuat Anda mengalami alergi debu berulang kali.
Supaya terhindar dari alergi debu, berikut cara mengatasinya mengutip informasi dari laman keslan.kemkes.go.id. Cara berikut dapat membantu Anda terhindar dari alergi debu.
Baca Juga: Pahami 5 Penyebab Kulit Wajah Mengelupas, Salah Satunya karena Alergi
1. Jaga kebersihan diri
Debu kerap menempel pada tubuh dan baju. Aktivitas sehari-hari baik di dalam maupun di luar ruangan membuat debu menumpuk dan menempel pada anggota tubuh dan baju. Untuk mengatasinya, Anda bisa mandi secara teratur, cuci tangan dengan sabun, dan cuci pakaian sampai bersih.
2. Pakai masker
Debu paling sering dijumpai di jalan raya akibat pasir, material, polusi, dan residu kendaraan yang terbawa angin. Anda bisa memakai masker untuk melindungi hidung dan mulut dari paparan debu yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan.
3. Bersihkan kipas dan AC
Debu juga kerap menempel pada kipas dan filter AC. Anda bisa melakukan servis dan membersihkan pada bagian dalamnya agar sirkulasi tetap lancar dan ruangan bebas dari debu penyebab alergi.
Baca Juga: Langit Pulau Bengkalis Mulai Ditutupi Asap, Partikel Debu Karhutla Mulai Bertebaran
4. Bereskan rumah secara rutin
Membereskan rumah secara rutin seperti menyapu, mengepel lantai, mengelap furnitur, dapat membantu mengurangi debu-debu yang menempel di rumah. Sehingga lingkungan rumah anda bisa menjadi bersih dan nyaman, serta terhindar dari risiko alergi debu.
5. Pakai kain basah
Kain basah lebih direkomendasikan untuk mengelap debu. Cara ini bisa membuat debu menempel lebih efektif. Sehingga, debu tidak beterbangan kembali.
6. Hindari pemakaian kemoceng
Kemoceng sebaiknya tidak dipakai untuk membersihkan rumah dan furniture. Aktivitas membersihkan debu dengan kemoceng justru membuat debu berterbangan atau menempel kembali pada kemoceng sehingga menjadi sebab pemicu alergi.
Baca Juga: Lima Makanan Ini Harus Anda Hindari saat Flu untuk Menghindari Gejala yang Lebih Buruk
7. Pakai vacuum cleaner
Saat mengalami alergi cukup parah, Anda bisa menggunakan alat vacuum cleaner. Alat ini membantu Anda untuk membersihkan debu di rumah dengan lebih efektif.
8. Bersihkan dapur
Area dapur juga perlu dibersihkan karena untuk menghindari tumbuhnya lumut dan jamur. Lumut dan jamur dapat memperparah reaksi alergi karena menciptakan lingkungan yang dipenuhi debu. Debu kecil ini bisa beterbangan di udara dan terhirup ke dalam hidung Anda.
9. Kurangi jumlah boneka anak
Alergi debu pada anak juga dapat dikurangi dengan menyingkirkan boneka yang sudah tidak terpakai. Boneka yang jarang dicuci dan menumpuk di lemari dapat menjadi sarang debu yang memicu alergi pada anak Anda.
Baca Juga: Cara Batuk yang Benar Menurut Kemenkes
10. Buka jendela dan pintu
Terkadang sirkulasi udara yang tidak lancar membuat debu dan polusi mengendap di dalam ruangan. Akibatnya, udara terperangkap dan tidak bisa berganti, sehingga dapat memicu alergi debu pada hidung.
11. Cuci bantal dan selimut
Alas tidur seperti sarung bantal, sprei, dan selimut wajib diganti dua pekan sekali, supaya tidak ada debu yang menempel. Sebaiknya cuci dengan air panas dengan suhu 60 derajat celcius supaya debu membandel bisa menghilang.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi