(RIAUPOS.CO) – Jagat media sosial heboh dengan kasus kematian awak kapal akibat hantavirus. Penyakit yang ditularkan okleh tikus ini belakangan ini ramai diperbincangkan. Untuk mentetahui lebih jauh apa sebenarnya yang dimaksud dengan hantavirus itu, sebaiknya simak penjelasan ini.
Hantavirus menurut kemkes.go.id merupakan infeksi virus yang ditularkan melalui hewan pengerat: tikus. Contohnya, tikus got, tikus rumah, tikus belukar, tikus mencit, dan tikus wirok.
Penularannya bisa terjadi karena gigitan tikus yang terinfeksi, makanan dan minuman yang terkontaminasi urin maupun feses tikus, serta urin dan kotoran tikus yang bercampur di udara (aerosol) yang terhirup oleh manusia.
Menurut jurnal berjudul Hantavirus Infection:Anticipation of Zoonotic Disease in Indonesia, karya Indrawati Sendow dan tim, hantavirus dapat menimbulkan masalah kesehatan serius yang berdampak fatal bagi organ tubuh.
Gejalanya dimulai dari demam, bintik perdarahan pada muka, sakit kepala, hipotensi, sakit saat buang air kecil dan penyakit diuretik, sampai berakhir pada gangguan ginjal dan paru-paru.
Baca Juga: 4 JCH Rohul Kloter 18 BTH Tiba di Pekanbaru, Besok Diberangkatkan ke BatamLebih lanjut, hantavirus memiliki dua gejala utama yang menyerang dua organ berbeda, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan sistem pernapasan, kemudian Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal.
Beberapa langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan antara lain:
- Rutin membersihkan rumah dan saluran air agar sanitasi menjadi bersih,sehingga tidak menjadi sarang tikus.
- Memakai masker, sarung tangan, dan sandal saat membersihkan area kotor.
- Membersihkan kotoran, urin, feses tikus. Lalu, menyemprotkan disinfektan
- Menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat atau memakai APD
- Cuci tangan [pakai sabun 40-60 detik, serta memakai cairan antiseptik selama 20-30 detik
- Memasang kawat kasa supaya tikus tidak masuk rumah
- Memasang peragkap tikus
- Membuang sampah secara rutin
- Serta melakukan pengendalian tikus di sekitar
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Sejumlah Wilayah Kampar, BPBD Imbau Siaga
Pencegahan ini menjadi penting dilakukan supaya tidak terlambat. Sehingga penanganan medis bisa diberikan lebih cepat, efektif, dan tidak berisiko sampai menjadi wabah.***
Editor : Edwar Yaman