Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Lakukan 6 Kebiasaan Ini Saat Jantung Mendadak Berdebar karena Cemas Berlebihan

Redaksi • Selasa, 19 Mei 2026 | 07:33 WIB
Ilustrasi orang yang merasa cemas. (Freepik)
Ilustrasi orang yang merasa cemas. (Freepik)

RIAUPOS.CO - Perasaan cemas kerap datang tanpa peringatan. Tubuh terasa tidak nyaman, jantung mendadak berdetak lebih cepat, napas memburu, rasa panik, dan pikiran tak menentu. 

Kondisi tubuh yang terasa tidak stabil dan sulit dikendalikan terjadi ketika kecemasan muncul. Saat itu, tubuh memang akan merespons secara otomatis. 

Sistem saraf bekerja lebih aktif sehingga detak jantung meningkat, otot menegang, dan pikiran menjadi lebih sensitif terhadap berbagai hal di sekitar.

Baca Juga: Direktur RSUD Bangkinang Sebut Anggaran Obat Hanya Cukup hingga Juli 2026

Masalahnya, banyak orang justru semakin takut ketika merasakan jantung berdebar. Kepanikan tersebut akhirnya membuat tubuh semakin sulit tenang dan rasa cemas terus membesar.

Kecemasan memang bisa membuat tubuh terasa tidak nyaman, tetapi kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten sering membantu sistem saraf menjadi lebih stabil. 

Semakin seseorang memahami kondisi tubuhnya sendiri, semakin mudah pula pikiran merasa tenang ketika kecemasan datang tiba-tiba.

Baca Juga: DPRD Kampar Desak PT BWL Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak, Terkait 30 Ton Ikan Mati Mendadak di Sungai Tapung

Saat tubuh mulai terbiasa merasa aman dan rileks, detak jantung biasanya juga perlahan kembali lebih tenang dan terkendali.

Kebiasaan kecil yang dilakukan secara perlahan dapat membantu tubuh merasa lebih aman dan rileks saat kecemasan datang.

Berikut 6 kebiasaan sederhana yang bisa membantu menenangkan tubuh ketika jantung tiba-tiba berdebar karena cemas, seperti dilansir dari Yourtango: 

Baca Juga: Policy Talks Nasional Jadi Momentum Kemenkum Riau Perkuat SDM Strategi Kebijakan

1. Mengatur Napas Secara Perlahan

Saat rasa cemas muncul, napas biasanya menjadi lebih cepat dan pendek tanpa disadari. Kondisi ini membuat tubuh merasa seperti sedang berada dalam situasi darurat sehingga jantung berdetak semakin kuat.

Salah satu cara paling sederhana untuk membantu tubuh kembali tenang adalah mengatur napas secara perlahan.

Baca Juga: Komisi II DPRD Kampar Soroti Kekosongan Obat di RSUD, Desak Pergeseran Anggaran Segera

Tarik napas dalam beberapa detik, tahan sebentar, lalu hembuskan secara perlahan.

Kebiasaan ini membantu sistem saraf menerima sinyal bahwa tubuh sebenarnya aman dan tidak sedang menghadapi ancaman berbahaya. Semakin napas terasa stabil, detak jantung biasanya perlahan ikut lebih tenang.

2. Biasakan Tubuh Beraktivitas Fisik Ringan 

Baca Juga: Danlanud RSN Hadiri Penyerahan Rafale dan Alpalhankam Strategis untuk Perkuat TNI AU

Kecemasan sering membuat tubuh menyimpan banyak ketegangan tanpa disadari. Bahu terasa kaku, dada terasa sempit, dan tubuh menjadi tidak nyaman meskipun hanya duduk diam.

Aktivitas fisik ringan dapat membantu tubuh melepaskan tekanan tersebut secara perlahan.

Berjalan santai, peregangan ringan, atau olahraga sederhana membantu tubuh mengeluarkan energi stres yang menumpuk.

Baca Juga: Perselisihan HI, PT SPRH (Perseroda) Sepakat Bayarkan Gaji 30-an Pegawai Nonaktif

Selain membuat tubuh lebih rileks, aktivitas fisik juga membantu pikiran terasa lebih ringan dan tidak terus terjebak dalam rasa takut. Orang yang rutin bergerak biasanya lebih mudah menenangkan tubuh saat kecemasan datang tiba-tiba.

3. Kurangi Konsumsi Kafein 

Banyak orang tidak menyadari bahwa kopi, teh, atau minuman berkafein dapat membuat tubuh lebih mudah gelisah.

Baca Juga: Berencana Survei Lokasi Kebun di Desa Pasir Sialang Jaya Inhu, Pegawai PNM Pelalawan Tenggelam di Sungai Indragiri

Kafein merangsang sistem saraf sehingga detak jantung terasa lebih cepat dan tubuh lebih sensitif terhadap rasa cemas.

Ketika pikiran sedang tidak stabil, efek tersebut sering terasa jauh lebih kuat dibanding biasanya. Karena itu, orang yang sering mengalami jantung berdebar akibat kecemasan biasanya mulai membatasi konsumsi kafein, terutama saat malam hari atau ketika tubuh sedang lelah.

Tubuh yang lebih tenang biasanya lebih mudah mengendalikan respons cemas secara alami.

Baca Juga: Antusias Warga Membeludak, Operasi Pasar Murah di Rambah Hilir Diserbu Pembeli

4. Belajar Menenangkan Diri Tanpa Langsung Takut Berlebihan

Banyak orang semakin panik ketika merasakan jantung berdebar. Mereka langsung berpikir sesuatu yang buruk sedang terjadi sehingga tubuh menjadi makin tegang.

Padahal dalam banyak kondisi, rasa berdebar akibat cemas akan perlahan mereda ketika tubuh mulai merasa aman kembali.

Baca Juga: XLSmart Day Kelola 2,2 Ton Sampah Tanpa Berakhir di TPA

Karena itu, penting membiasakan diri untuk tidak langsung bereaksi berlebihan terhadap sensasi tubuh.

Mencoba duduk tenang, menerima perasaan cemas tanpa melawannya terlalu keras, lalu membiarkan tubuh perlahan stabil sering membantu proses pemulihan berlangsung lebih cepat.

5. Kurangi Kebiasaan Memikirkan Hal Buruk Berulang Kali

Baca Juga: Cuaca 46 Derajat, Jemaah Calon Haji Riau Tetap Aktif Jalani Manasik dan Ibadah

Saat cemas, pikiran sering terus membayangkan kemungkinan buruk yang sebenarnya belum tentu terjadi.

Semakin pikiran fokus pada ketakutan, tubuh akan semakin merasa terancam dan jantung terus berdetak lebih cepat. Karena itu, penting mencoba mengalihkan perhatian dari pikiran yang terlalu berlebihan.

Sebagian orang memilih mendengarkan musik tenang, berbicara dengan orang terpercaya, atau melakukan aktivitas sederhana agar pikiran tidak terus berputar pada rasa takut.

Baca Juga: Pascatergerus Abrasi, Jalan Elak Desa Petalogan-Kelurahan Sekar Mawar Inhu Mulai Diperbaiki

Meskipun tidak langsung menghilangkan kecemasan, kebiasaan ini membantu tubuh perlahan keluar dari kondisi tegang yang berlebihan.

6. Tidur Cukup 

Kurang tidur membuat tubuh jauh lebih sensitif terhadap stres dan kecemasan. Saat tubuh lelah, otak menjadi lebih sulit mengatur emosi sehingga rasa cemas mudah muncul bahkan karena hal kecil.

Baca Juga: Waspada Penipuan, Pengajuan KUR BRI Tidak Ditawarkan secara Online

Akibatnya, jantung lebih mudah berdebar dan tubuh terasa tidak stabil. Orang yang kualitas tidurnya buruk biasanya lebih sering mengalami kecemasan dibanding mereka yang memiliki waktu istirahat cukup.

Karena itu, menjaga pola tidur tetap teratur sangat penting untuk membantu tubuh tetap tenang dan seimbang. Tubuh yang cukup istirahat biasanya lebih kuat menghadapi tekanan emosional sehari-hari.

Editor : M. Erizal
#jantung berdebar #atur napas perlahan #cemas berlebihan