RIAUPOS.CO - Lemak trans jika berlebihan dapat menyebabkan serangan jantung. Lemak trans dibuat dengan menambahkan hidrogen ke minyak nabati cair atau hidrogenasi. Metode ini menghasilkan lemak trans, yang membantu memperpanjang umur simpan dan stabilitas makanan.
Namun, makanan yang kaya lemak trans dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, sehingga penting untuk mengurangi asupannya, berikut cara mengurangi asupannya, seperti dilansir dari Health Shots. Bagaimana caranya?
1. Batasi konsumsi makanan olahan
Baca Juga: Dua Destinasi Wisata Kampar Masuk Nominasi API Award 2026
Kurangi konsumsi makanan olahan dan kemasan, karena seringkali mengandung lemak trans tersembunyi.
Ini termasuk margarin, makanan beku, dan camilan kemasan, jika memungkinkan, pilihlah makanan utuh dan tidak olahan.
Karena seringkali memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dan cenderung tidak mengandung lemak trans tersembunyi.
Lemak trans dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan, termasuk peningkatan risiko penyakit jantung, peningkatan kadar kolesterol LDL (jahat), dan peradangan, maka hal itu harus dihindari
2. Pilih minyak sehat
Pilihlah minyak yang kaya akan lemak tak jenuh, seperti minyak zaitun, minyak canola, atau minyak bunga matahari, untuk memasak.
Baca Juga: Pasar Mulai Sepi, Emas di Kota Padang Dijual Rp5,9 Juta per 2,5 Gram
Minyak-minyak ini, yang kaya akan lemak tak jenuh tunggal dan ganda, menyediakan asam lemak vital yang mengurangi peradangan dan meningkatkan fungsi otak
Antioksidan yang terkandung dalam minyak sehat membantu melindungi sel dari komponen berbahaya.
3. Baca label makanan
Lemak trans seringkali tercantum di bagian total lemak, cobalah mencari istilah seperti minyak terhidrogenasi sebagian, karena ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi lemak trans.
Editor : M. Erizal