RIAUPOS.CO - Tak mesti menggunakan obat-obatan untuk mengatasi sakit kepala terutama yang gejalanya ringan.
Tak dipungkiri sakit kepala merupakan salah satu gangguan kesehatan yang paling sering dialami dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk membantu meredakan keluhan rasa sakit yang muncul, sebagian orang biasanya memilih mengonsumsi obat, hanya saja, jika dilakukan terus menerus bisa menjadi ketergantungan dan membahayakan kesehatan.
Agar aktivitas agar tetap berjalan normal saat diserang sakit kepala, ada beberapa cara sederhana yang minim risiko tanpa harus bergantung pada obat-obatan untuk meredakannya.
Setidaknya enam tips berikut ini bisa dilakukan untuk membantu meredakan sakit kepala tanpa obat-obatan seperti dilansir dari NDTV:
1. Cukup minum air putih
Baca Juga: Karhutla di Pangkalan Kerinci Padam Total, Tim Gabungan Fokuskan Pemadaman di Sokoi Kuala Kampar
Dehidrasi ringan dapat memicu atau memperparah sakit kepala. Selain itu, peningkatan asupan air harian mengurangi jumlah jam sakit kepala dan menurunkan intensitas nyeri dalam studi jangka pendek.
Praktisnya, bawalah botol air, minumlah secara teratur, dan usahakan mengatasi jeda panjang tanpa cairan. Ini berbiaya rendah dan berisiko rendah.
2. Olahraga ringan dan teratur
Baca Juga: Angin Kencang, Karhutla di Rantau Bais Rohil Meluas
Aktivitas fisik yang teratur dikaitkan dengan sakit kepala yang lebih jarang dan tidak terlalu parah bagi banyak orang.
Olahraga justru dapat memicu serangan jika Anda memaksakan diri terlalu keras dalam satu sesi, jadi program yang stabil dan bertahap lebih baik daripada program intens yang tidak teratur.
Jaga konsistensi, 30 menit hampir setiap hari adalah target awal yang masuk akal.
Baca Juga: Harga Sawit Merosot, Pemkab Kampar Desak Solusi dari Pemerintah Pusat
3. Cukup tidur
Pola tidur yang tidak teratur, baik terlalu sedikit maupun terlalu banyak merupakan pemicu umum sakit kepala.
Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari menstabilkan jam biologis Anda dan mengurangi risikonya.
Jika tidur Anda buruk meskipun rutin, pertimbangkan rencana higiene tidur singkat.
4. Kompres hangat atau dingin
Untuk sakit kepala akut, kompres dingin di dahi atau kompres hangat pada otot leher atau bahu yang tegang dapat meredakan sakit kepala dengan cepat, tergantung jenis sakit kepala.
Baca Juga: UPA PKK Unri Jadi Penggerak Utama Career Fair dan Inkubator Bisnis pada MUED 2026
Es cenderung meredakan nyeri berdenyut, sedangkan hangat membantu meredakan ketegangan otot.
Memijat diri sendiri atau meminta seseorang untuk memijat bahu/leher sebentar dapat mengurangi ketegangan dan rasa sakit bagi banyak orang.
5. Perbaiki postur tubuh dan mengatasi masalah leher
Baca Juga: Lima Warga Binaan Lapas Bagansiapiapi Terima Remisi Khusus saat Hari Raya Waisak
Banyak sakit kepala tipe tegang yang berkaitan dengan ketegangan otot leher, postur tubuh yang buruk, dan masalah rahang.
Fisioterapi yang berfokus pada koreksi postur tubuh, peregangan, dan latihan terarah dapat mengurangi frekuensi dan intensitasnya.
Cobalah peregangan leher atau bahu singkat selama hari kerja dan lakukan perbaikan ergonomis.
Jika nyeri terasa parah atau baru muncul setelah trauma, konsultasikan dengan dokter.
6. Akupunktur
Banyak penelitian menunjukkan bahwa akupuntur dapat mengurangi frekuensi migrain lebih dari sekadar perawatan biasa.
Baca Juga: TBS Turun, Harga Pupuk Tetap Tinggi, Petani Sawit Kampar Tertekan
Umumnya aman jika dilakukan oleh praktisi yang berkualifikasi dan mungkin patut dicoba jika Anda lebih menyukai pendekatan non-obat, terutama untuk pencegahan daripada penyembuhan langsung.
Editor : M. Erizal