RIAUPOS.CO - Perempuan kerap menjadi penggerak utama kesehatan keluarga. Mereka yang pertama mengantar anak ke dokter, mengingatkan suami minum obat, dan memastikan orang tua rutin kontrol. Namun, di balik peran itu, ada ironi yang kerap terjadi: keluhan pada tubuh mereka sendiri justru paling sering diabaikan.
dr. Tania Nugrah Utami, Sp.B, dokter spesialis bedah RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru, menyebut pola ini sebagai salah satu tantangan terbesar dalam penanganan penyakit bedah pada perempuan. Bukan karena penyakitnya datang tiba-tiba, melainkan karena tanda-tandanya sudah muncul jauh sebelumnya dan dibiarkan.
Salah satu keluhan yang paling sering datang terlambat adalah benjolan pada payudara. Tidak semua benjolan bersifat ganas, namun dr. Tania menegaskan bahwa setiap benjolan baru yang membesar, terasa keras, tidak nyeri, disertai perubahan kulit seperti lesung atau puting yang tertarik ke dalam, wajib segera diperiksakan. Keluarnya cairan berdarah dari puting juga termasuk tanda yang tidak boleh ditunggu.
Nyeri perut pun tidak boleh dianggap sebatas masalah lambung atau kelelahan. Nyeri di perut kanan bawah yang semakin berat bisa mengarah pada radang usus buntu, sementara nyeri perut kanan atas yang menjalar ke punggung, terutama setelah makan berlemak, berkaitan erat dengan batu empedu. Jika nyeri disertai demam, muntah, perut kembung berat, atau tubuh tidak bisa buang angin dan buang air besar, evaluasi medis harus dilakukan segera.
Benjolan di leher yang terus membesar, menyebabkan sulit menelan, suara serak, atau sesak napas juga termasuk keluhan yang memerlukan perhatian serius. Kondisi ini kerap berkaitan dengan gangguan tiroid yang bila ditangani lebih awal, peluang keberhasilan terapinya jauh lebih besar.
Perdarahan saat buang air besar, benjolan di anus, nyeri hebat saat BAB, hingga benjolan di lipat paha atau dinding perut merupakan keluhan lain yang sering dianggap sepele. Padahal, kondisi ini bisa menandakan wasir stadium lanjut, fisura ani, hingga hernia yang membutuhkan tindakan bedah.
“Jangan menunggu keluhan menjadi berat untuk memeriksakan diri,” tegas dr. Tania.
Lanjutnya, semakin cepat penyakit dikenali, semakin besar peluang keberhasilan terapi dan semakin kecil risiko komplikasi. Mengenali tanda bahaya bukan berarti menakut-nakuti diri sendiri, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap tubuh yang selama ini sudah bekerja keras untuk orang-orang tercinta.
RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru membuka layanan konsultasi spesialis bedah untuk masyarakat yang ingin memeriksakan keluhan sedini mungkin.***
dr. Tania Nugrah Utami, Sp.B
Dokter Spesialis Bedah RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru