Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tren Lari Meningkat, RS Awal Bros Ingatkan Risiko Berolahraga Tanpa Pemeriksaan CPET

Tim Redaksi • Minggu, 14 Juni 2026 | 11:57 WIB
dr. Rezki Amalia Nurshal, Sp.KFR., M.S. (K)
dr. Rezki Amalia Nurshal, Sp.KFR., M.S. (K)

 Tren olahraga lari terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai ajang mulai dari lari 5 kilometer, 10 kilometer, half marathon hingga marathon semakin diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Di tengah meningkatnya antusiasme tersebut, para pelari diingatkan untuk tidak hanya fokus pada program latihan, tetapi juga memastikan kondisi tubuh benar-benar siap menghadapi aktivitas fisik dengan intensitas tinggi.

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RS Awal Bros, dr. Rezki Amalia Nurshal, Sp.KFR., M.S. (K), menjelaskan bahwa tidak sedikit kasus gangguan kesehatan yang muncul saat perlombaan berlangsung. Mulai dari sesak napas berlebihan, pingsan, hingga kondisi yang lebih serius dapat terjadi ketika seseorang memaksakan tubuhnya tanpa mengetahui kapasitas fisik yang sebenarnya.

Menurutnya, salah satu pemeriksaan yang dapat membantu menilai kesiapan tubuh sebelum mengikuti perlombaan adalah Cardiopulmonary Exercise Testing (CPET). Pemeriksaan ini mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai fungsi jantung, paru-paru, dan otot ketika tubuh melakukan aktivitas fisik secara bertahap hingga mencapai kemampuan maksimal.

Baca Juga: Sadari 10 Penyebab Usus Buntu, Salah Satunya Sering Menahan Kentut 

“Banyak orang merasa dirinya sudah bugar karena rutin berolahraga. Namun, kemampuan tubuh yang sebenarnya tidak selalu sesuai dengan persepsi. Melalui pemeriksaan CPET, kita dapat memperoleh data yang objektif mengenai respons tubuh terhadap aktivitas fisik,” ujar dr. Rezki.

Berbeda dengan treadmill test konvensional yang umumnya berfokus pada pemantauan aktivitas jantung, CPET memungkinkan dokter menilai bagaimana tubuh menggunakan oksigen selama berolahraga. Dalam proses pemeriksaan, peserta akan berolahraga menggunakan treadmill atau sepeda statis sambil mengenakan masker khusus yang berfungsi mengukur pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Selama pemeriksaan berlangsung, denyut jantung, tekanan darah, dan aktivitas listrik jantung akan dipantau secara terus-menerus.

Hasil pemeriksaan CPET dapat digunakan untuk mengetahui kapasitas aerobik atau VO₂ Max, yaitu kemampuan tubuh dalam menggunakan oksigen saat melakukan aktivitas fisik. Bagi pelari, informasi ini menjadi salah satu indikator penting untuk menilai daya tahan tubuh serta membantu menentukan target latihan yang lebih tepat.

Baca Juga: 5 Sinyal Tubuh yang Protes Anda Kurang Istirahat, Sulit Konsentrasi dan Suasana Hati Buruk, Apa Lagi?

Selain membantu meningkatkan performa olahraga, pemeriksaan CPET juga berperan dalam mendeteksi gangguan kesehatan yang sering kali tidak menimbulkan gejala saat beraktivitas sehari-hari. Beberapa kelainan jantung maupun gangguan pernapasan baru dapat muncul ketika tubuh bekerja dalam intensitas tinggi. Melalui evaluasi yang lebih komprehensif, risiko terjadinya masalah kesehatan saat perlombaan dapat diminimalkan.

Dr. Rezki menambahkan bahwa pemeriksaan ini juga bermanfaat untuk mencegah overtraining atau latihan berlebihan yang dapat menyebabkan kelelahan berkepanjangan dan meningkatkan risiko cedera. Dengan mengetahui batas kemampuan tubuh, program latihan dapat disusun secara lebih aman dan efektif sesuai kondisi masing-masing individu.

Pemeriksaan CPET dapat dipertimbangkan bagi pelari yang akan mengikuti lomba jarak jauh seperti 10K, half marathon, maupun marathon. Selain itu, atlet yang ingin meningkatkan performa olahraga, individu yang baru memulai olahraga intensitas tinggi, mereka yang berusia di atas 35 tahun, serta orang dengan riwayat penyakit jantung, hipertensi, diabetes, atau gangguan pernapasan juga dapat memperoleh manfaat dari pemeriksaan ini.

Proses pemeriksaan diawali dengan konsultasi dan evaluasi riwayat kesehatan oleh dokter. Selanjutnya peserta akan dipasang alat pemantau jantung dan tekanan darah, mengenakan masker khusus untuk analisis pernapasan, kemudian berjalan atau berlari dengan tingkat kesulitan yang meningkat secara bertahap hingga mencapai kapasitas tertentu. Seluruh proses berlangsung di bawah pengawasan tenaga medis yang terlatih sehingga tetap aman bagi peserta.

Sebagai bagian dari layanan kesehatan olahraga dan evaluasi kebugaran, RS Awal Bros menyediakan layanan Cardiopulmonary Exercise Testing (CPET) untuk membantu masyarakat mengetahui kesiapan fisik sebelum menjalani aktivitas olahraga intensitas tinggi. Pemeriksaan dilakukan menggunakan peralatan khusus untuk mengevaluasi fungsi jantung, paru-paru, serta respons tubuh terhadap latihan fisik secara menyeluruh.

Melalui hasil pemeriksaan CPET, dokter dapat memberikan rekomendasi mengenai keamanan berolahraga, menyusun program latihan yang lebih sesuai dengan kondisi individu, serta membantu mendeteksi gangguan kesehatan yang mungkin belum menimbulkan gejala. Dengan demikian, pelari tidak hanya mengejar performa terbaik, tetapi juga menjaga keselamatan selama berolahraga.

“Persiapan menghadapi lomba bukan hanya soal berlatih lebih keras, tetapi juga memahami kemampuan tubuh secara akurat. Dengan mengetahui kondisi fisik sejak awal, pelari dapat berlatih lebih efektif, meningkatkan performa, dan mengurangi risiko masalah kesehatan saat bertanding,” tutup dr. Rezki.***

Oleh : dr. Rezki Amalia Nurshal, Sp.KFR., M.S. (K)

Editor : Bayu Saputra
#RUN 5K #rs awal bros #kesehatan #lari