Katarak masih menjadi salah satu penyebab utama kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah, namun kerap terlambat ditangani karena masyarakat tidak menyadari gejalanya sejak awal. Dalam rangka Cataract Awareness Month, RS Awal Bros Group mengajak masyarakat Pekanbaru dan Riau untuk mulai mengenal tanda-tanda katarak dan tidak menunggu penglihatan benar-benar terganggu parah sebelum memeriksakan diri ke dokter mata.
Katarak terjadi ketika lensa mata yang seharusnya jernih mulai mengeras dan keruh seiring bertambahnya usia, membuat penglihatan terasa seperti melihat melalui kaca yang berkabut atau berasap. Kondisi ini paling sering dialami oleh mereka yang berusia 40 tahun ke atas, meski pada kondisi tertentu seperti diabetes melitus atau penggunaan obat antiradang golongan steroid dalam jangka panjang, proses pengkabutan lensa bisa terjadi jauh lebih cepat dari yang seharusnya.
Kabar baiknya, deteksi dini katarak bisa dilakukan sendiri di rumah hanya dengan bantuan senter. Arahkan cahaya senter langsung ke bagian tengah mata, bagian yang bergerak membesar dan mengecil saat terkena cahaya. Pada mata yang sehat, bagian tersebut akan tampak hitam polos. Namun, bila terlihat warna kekuningan, abu-abu, atau kehijauan di tengahnya, itu bisa menjadi tanda awal adanya katarak dan sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter mata.
Dokter Spesialis Mata RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru, dr. Sovira Prashanti, Sp.M, menjelaskan bahwa penanganan katarak sangat bergantung pada seberapa tebal lensa yang sudah keruh.
“Pada tahap ringan, penggunaan kacamata dengan ukuran yang tepat masih bisa membantu. Namun, begitu katarak sudah cukup tebal, satu-satunya solusi yang efektif adalah operasi pengangkatan katarak dan penanaman lensa baru,” jelas dr. Sovira.
Teknologi operasi katarak telah berkembang jauh dari metode konvensional yang membutuhkan sayatan lebar dan jahitan. Prosedur terkini yang tersedia di RS Awal Bros adalah fakoemulsifikasi, operasi dengan sayatan sangat kecil sekitar 2,75 milimeter, di mana isi lensa yang keruh dipecah dan disedot keluar, kemudian digantikan dengan lensa tanam baru. Luka ditutup secara alami tanpa jahitan, dan seluruh prosedur umumnya selesai dalam 20 hingga 40 menit saja.
Baca Juga: Bermasalah dengan Hidung Tersumbat? Berikut 5 Tips Ampuh untuk Meredakannya dengan Cepat
Pemulihan setelah operasi katarak umumnya berlangsung dalam waktu satu bulan pertama, di mana fungsi penglihatan pasien secara bertahap kembali ke kondisi yang ditargetkan.
Selama masa pemulihan, pasien disarankan rutin menggunakan obat tetes mata sesuai anjuran dokter, menghindari paparan air dan debu pada mata yang dioperasi, serta tidak mengucek atau memberikan benturan pada area mata agar lensa tanam tetap berada pada posisi yang tepat.
Melalui momentum Cataract Awareness Month ini, RS Awal Bros mengimbau masyarakat untuk tidak menyepelekan keluhan penglihatan yang mulai terasa buram, silau saat melihat lampu kendaraan di malam hari, atau kesulitan melihat dalam kondisi cahaya rendah. Konsultasi dini dengan dokter mata adalah langkah paling sederhana untuk mencegah kebutaan permanen yang sepenuhnya bisa dihindari. Informasi dan jadwal konsultasi dokter mata RS Awal Bros dapat diakses melalui awalbros.com atau Call Center 1500088 dan aplikasi Halo Awal Bros.***
Oleh : Dokter Spesialis Mata RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru, dr. Sovira Prashanti, Sp.M