RIAUPOS.CO – Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele ternyata punya dampak besar pada kesehatan usus.
Sistem pencernaan yang berfungsi dengan optimal memegang peranan krusial dalam menentukan tingkat kesehatan tubuh dan produktivitas harian manusia secara menyeluruh.
Ketika terjadi penumpukan sisa makanan akibat usus kotor, tubuh akan memicu berbagai keluhan tidak nyaman seperti perut mulas, kembung, mudah lelah, hingga konstipasi.
Menjaga kesehatan usus tidak membutuhkan perubahan drastis hanya konsistensi pada kebiasaan-kebiasaan kecil yang tepat dilakukan setiap harinya.
Dilansir dari Siloam Hospitals dan Alodokter, berikut 8 langkah sederhana yang terbukti mampu memelihara kesehatan usus:
1. Mengunyah makanan secara perlahan
Proses pencernaan yang mekanis pada dasarnya dimulai dari organ mulut melalui air liur dan melumatnya kunyahan gigi.
Kebiasaan mengunyah makanan secara perlahan hingga benar-benar halus terbukti efektif meringankan beban kerja lambung sekaligus menekan risiko obesitas.
2. Pola makan tinggi serat
Baca Juga: 8 Kombinasi Makanan Ini Bermanfaat untuk Menjaga Kesehatan Liver, Apa Saja?
Usus memerlukan bahan bakar yang tepat untuk memadatkan feses agar proses ekskresi sisa metabolisme berjalan lancar.
Masyarakat disarankan mengonsumsi 30 gram serat per hari dari gandum atau sayuran, sekaligus membatasi makanan ultra-proses, lemak jenuh, dan gula berlebih.
3. Minum air putih minimal 8 gelas
Baca Juga: Cuma 20 Menit Setiap Hari, Berikut Ini 4 Manfaat Jalan Kaki bagi Kesehatan Tubuh
Air putih merupakan elemen paling dasar untuk mendukung pergerakan usus dalam menyerap nutrisi dan mendorong sisa makanan.
Guna mencegah terjadinya konstipasi dan perut kembung, setiap orang dewasa sangat dianjurkan minum air putih minimal 8 gelas atau 2 liter per hari.
4. Konsumsi probiotik dan prebiotik
Baca Juga: Buntut Aksi Pemukulan, Mahasiswa Tuntut Investigasi Menyeluruh
Keseimbangan mikroorganisme di dalam saluran cerna menjadi kunci utama agar imunitas tubuh tetap terjaga dengan baik.
Asupan bakteri baik dapat dipenuhi dari sumber probiotik alami seperti tempe, yogurt, dan kimchi, yang kemudian ditunjang oleh makanan kaya serat prebiotik seperti pisang.
5. Memperbaiki kualitas tidur malam
Baca Juga: Tidak Semua Jenis Buah Cocok Dikonsumsi Bersamaan, Hindari 4 Kombinasi Buah Ini dalam Satu Sajian
Waktu istirahat malam berperan sebagai fase regenerasi dan pemulihan sel bagi seluruh organ dalam tubuh manusia. Kurang tidur atau siklus istirahat yang berantakan terbukti secara klinis mampu merusak komposisi flora normal usus dan meningkatkan risiko peradangan lambung.
6. Mengelola tingkat stres kronis
Saluran pencernaan manusia memiliki keterikatan saraf yang kuat dengan otak melalui sistem yang disebut gut-brain axis.
Kondisi stres emosional yang tinggi dapat memicu pelepasan hormon tertentu yang mengganggu komunikasi sistem saraf usus, sehingga menyebabkan gejala perut melilit.
7. Menghindari kebiasaan merokok
Asap rokok mengandung zat radikal bebas yang berbahaya bagi keseimbangan biologi di dalam tubuh. Kebiasaan buruk merokok secara medis dapat mengubah flora normal saluran cerna dengan cara menyuburkan mikroorganisme patogen dan memicu penyakit radang usus kronis.
Baca Juga: Pemko Pekanbaru Raih Predikat Informatif pada KI Riau Award 2025
8. Rutin olahraga
Aktivitas fisik secara langsung membantu menstimulasi kontraksi otot-otot di dalam dinding saluran pencernaan. Melakukan olahraga kardio intensitas sedang seperti jalan kaki atau bersepeda selama 30 menit sehari dapat memperlancar aliran darah menuju usus.
Editor : M. Erizal