Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kebiasaan yang Terlihat Sepele Ternyata Berdampak Besar pada Kesehatan Usus

Redaksi • Kamis, 25 Juni 2026 | 00:57 WIB
Ilustrasi makanan tinggi serat yan baik untuk kesehatan usus. (Freepik)
Ilustrasi makanan tinggi serat yan baik untuk kesehatan usus. (Freepik)

RIAUPOS.CO – Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele ternyata punya dampak besar pada kesehatan usus.

Sistem pencernaan yang berfungsi dengan optimal memegang peranan krusial dalam menentukan tingkat kesehatan tubuh dan produktivitas harian manusia secara menyeluruh.

Ketika terjadi penumpukan sisa makanan akibat usus kotor, tubuh akan memicu berbagai keluhan tidak nyaman seperti perut mulas, kembung, mudah lelah, hingga konstipasi.

Baca Juga: Tak Hanya Sekolah Negeri, Pemko Pekanbaru Gratiskan SMP Swasta Hingga MTs, Wako Agung: Tak Boleh Ada yang Putus Sekolah

Menjaga kesehatan usus tidak membutuhkan perubahan drastis hanya konsistensi pada kebiasaan-kebiasaan kecil yang tepat dilakukan setiap harinya.

Dilansir dari Siloam Hospitals dan Alodokter, berikut 8 langkah sederhana yang terbukti mampu memelihara kesehatan usus:

1. Mengunyah makanan secara perlahan

Baca Juga: Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Dijebloskan ke Sel Khusus Usai Ditangkap Polda Jabar 

Proses pencernaan yang mekanis pada dasarnya dimulai dari organ mulut melalui air liur dan melumatnya kunyahan gigi.

Kebiasaan mengunyah makanan secara perlahan hingga benar-benar halus terbukti efektif meringankan beban kerja lambung sekaligus menekan risiko obesitas.

2. Pola makan tinggi serat

Baca Juga: 8 Kombinasi Makanan Ini Bermanfaat untuk Menjaga Kesehatan Liver, Apa Saja? 

Usus memerlukan bahan bakar yang tepat untuk memadatkan feses agar proses ekskresi sisa metabolisme berjalan lancar.

Masyarakat disarankan mengonsumsi 30 gram serat per hari dari gandum atau sayuran, sekaligus membatasi makanan ultra-proses, lemak jenuh, dan gula berlebih.

3. Minum air putih minimal 8 gelas 

Baca Juga: Cuma 20 Menit Setiap Hari, Berikut Ini 4 Manfaat Jalan Kaki bagi Kesehatan Tubuh 

Air putih merupakan elemen paling dasar untuk mendukung pergerakan usus dalam menyerap nutrisi dan mendorong sisa makanan.

Guna mencegah terjadinya konstipasi dan perut kembung, setiap orang dewasa sangat dianjurkan minum air putih minimal 8 gelas atau 2 liter per hari.

4. Konsumsi probiotik dan prebiotik

Baca Juga: Buntut Aksi Pemukulan, Mahasiswa Tuntut Investigasi Menyeluruh

Keseimbangan mikroorganisme di dalam saluran cerna menjadi kunci utama agar imunitas tubuh tetap terjaga dengan baik.

Asupan bakteri baik dapat dipenuhi dari sumber probiotik alami seperti tempe, yogurt, dan kimchi, yang kemudian ditunjang oleh makanan kaya serat prebiotik seperti pisang.

5. Memperbaiki kualitas tidur malam

Baca Juga: Tidak Semua Jenis Buah Cocok Dikonsumsi Bersamaan, Hindari 4 Kombinasi Buah Ini dalam Satu Sajian

Waktu istirahat malam berperan sebagai fase regenerasi dan pemulihan sel bagi seluruh organ dalam tubuh manusia. Kurang tidur atau siklus istirahat yang berantakan terbukti secara klinis mampu merusak komposisi flora normal usus dan meningkatkan risiko peradangan lambung.

6. Mengelola tingkat stres kronis

Saluran pencernaan manusia memiliki keterikatan saraf yang kuat dengan otak melalui sistem yang disebut gut-brain axis.

Baca Juga: Sabu 1,5 Kg dan 1.060 Butir Ekstasi Dimusnahkan Polres Inhil, 102 Kasus Narkoba Terungkap dalam 6 Bulan

Kondisi stres emosional yang tinggi dapat memicu pelepasan hormon tertentu yang mengganggu komunikasi sistem saraf usus, sehingga menyebabkan gejala perut melilit.

7. Menghindari kebiasaan merokok

Asap rokok mengandung zat radikal bebas yang berbahaya bagi keseimbangan biologi di dalam tubuh. Kebiasaan buruk merokok secara medis dapat mengubah flora normal saluran cerna dengan cara menyuburkan mikroorganisme patogen dan memicu penyakit radang usus kronis. 

Baca Juga: Pemko Pekanbaru Raih Predikat Informatif pada KI Riau Award 2025

8. Rutin olahraga  

Aktivitas fisik secara langsung membantu menstimulasi kontraksi otot-otot di dalam dinding saluran pencernaan. Melakukan olahraga kardio intensitas sedang seperti jalan kaki atau bersepeda selama 30 menit sehari dapat memperlancar aliran darah menuju usus.

Editor : M. Erizal
#mengunyah perlahan #kesehatan usus #pencernaan