RIAUPOS.CO – Anak-anak sangat rentan keracunan makanan. Oleh sebab itu, orang tua perlu memastikan makanan yang dikonsumsi anak aman untuk mencegahnya.
Keracunan makanan terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau bahan berbahaya.
Tanda-tanda seseorang keracunan makanan antara lain mual, diare, hingga muntah berkepanjangan. Agar tidak terjadi, masyarakat diajak menerapkan kebiasaan sederhana agar makanan tetap aman dikonsumsi keluarga, terutama anak-anak.
Baca Juga: Simak 5 Cara Sederhana Memilih Buah dan Sayuran Segar agar Manfaatnya Optimal
Setidaknya ada lima langkah sederhana yang dapat diterapkan di rumah, mulai dari menjaga kebersihan tangan hingga memastikan peralatan masak selalu higienis.
Berikut adalah beberapa tips menjaga anak dari keracunan makanan dari BPOM:
1. Cuci tangan
Langkah pertama yang ditekankan adalah mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang bahan makanan, terutama setelah menyentuh daging mentah. Menurut Instagram BPOM, kuman dan bakteri dapat berpindah dari tangan ke makanan sehingga meningkatkan risiko keracunan.
BPOM menyarankan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama sedikitnya 20 detik agar tangan benar-benar bersih. Kebiasaan ini disebut sebagai langkah utama saat menyiapkan makanan.
2. Pastikan makanan dimasak hingga matang
Baca Juga: Tak Mau Tertinggal, Pemkab Meranti Berjuang Masuk Draf RUU Daerah Kepulauan
Langkah kedua ialah memastikan makanan dimasak hingga matang sempurna. Hal ini terutama berlaku untuk daging, ayam, dan telur karena pemanasan yang cukup dapat membunuh bakteri berbahaya.
"Pastikan makanan terutama daging, ayam, dan telur, dimasak hingga matang sempurna untuk membunuh bakteri berbahaya," tulis Instagram BPOM, dikutip Senin (6/7/2026).
BPOM mencontohkan daging ayam sebaiknya dimasak hingga mencapai suhu internal 75 derajat Celsius. Memasak dengan suhu yang tepat dinilai mampu mencegah keracunan makanan sekaligus memastikan makanan aman dikonsumsi.
3. Pisahkan bahan makanan mentah dengan makanan matang
Langkah ketiga adalah memisahkan bahan makanan mentah dengan makanan matang atau siap saji. Bahan mentah seperti daging dan ikan berpotensi membawa bakteri yang dapat berpindah ke makanan matang apabila ditempatkan bersama.
Untuk mencegah kontaminasi silang, BPOM mengimbau masyarakat menggunakan wadah dan talenan yang berbeda antara bahan mentah dan makanan yang sudah matang.
Baca Juga: Meskipun Tersingkir dari Piala Dunia, Federasi Sepakbola Brasil Bertekad Pertahankan Carlo Ancelotti
4. Tidak konsumsi makanan kedaluwarsa
Masyarakat juga diminta tidak mengonsumsi makanan yang telah melewati masa kedaluwarsa atau menunjukkan tanda-tanda mencurigakan. Perubahan warna, tekstur, maupun aroma menjadi indikasi bahwa makanan kemungkinan sudah tidak aman untuk dikonsumsi.
"Lebih baik mencegah daripada menyesal, pastikan makanan yang dikonsumsi dalam kondisi baik dan aman," tulis Instagram BPOM.
Baca Juga: Rumah Warga di Teluk Piyai Pesisir Ludes Terbakar, Uang untuk Pesta Khitan Ikut Hangus
5. Menjaga kebersihan peralatan masak
Langkah terakhir adalah menjaga kebersihan peralatan masak. Pisau, talenan, dan peralatan lain perlu dicuci menggunakan sabun dan air panas, terutama setelah digunakan untuk mengolah bahan makanan mentah. Peralatan masak yang bersih akan membantu mencegah penyebaran bakteri.
Editor : M. Erizal