Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kata Dokter Mayapada Hospital, Pemasangan Ring Jantung Harus Disesuaikan dengan Karakteristik Pembuluh Darah Pasien

Redaksi • Minggu, 12 Juli 2026 | 00:29 WIB
Tindakan operasi untuk mengatasi sumbatan pembuluh darah jantung. (Istimewa/jawapos.com)
Tindakan operasi untuk mengatasi sumbatan pembuluh darah jantung. (Istimewa/jawapos.com)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Dokter perlu menyesuaikan strategi pemasangan ring jantung atau Percutaneous Coronary Intervention (PCI) dengan kondisi dan karakteristik pembuluh darah setiap pasien. Apalagi ketika sumbatan terjadi di titik percabangan pembuluh darah jantung atau yang dikenal sebagai lesi bifurkasi.

Banyak orang menganggap pemasangan ring jantung atau Percutaneous Coronary Intervention (PCI) selalu dilakukan dengan teknik yang sama untuk mengatasi sumbatan pembuluh darah jantung. Padahal, ketika sumbatan terjadi di titik percabangan pembuluh darah jantung atau yang dikenal sebagai lesi bifurkasi, dokter perlu menyesuaikan strategi PCI sesuai kondisi dan karakteristik pembuluh darah setiap pasien.

"Oleh karena itu, strategi PCI harus disesuaikan dengan anatomi dan karakteristik pembuluh darah setiap pasien agar hasil tindakan dapat optimal dalam jangka panjang," kata dr Amir Aziz Alkatiri SpJP(K) FIHA FAsCC FSCAI dari Mayapada Hospital Kuningan.

Baca Juga: Jus Seledri Turunkan Risiko Penyakit Jantung, punya Banyak Manfaat untuk Kesehatan, Yuk Simak Kegunaannya

Dijelaskannya, lesi bifurkasi merupakan salah satu kondisi yang lebih menantang dalam tindakan PCI karena dokter tidak hanya perlu membuka pembuluh darah utama yang tersumbat, tetapi juga memastikan aliran darah ke pembuluh cabang tetap terjaga. 

Tidak semua kasus lesi bifurkasi memiliki tingkat kompleksitas yang sama. Makanya penyesuaian strategi PCI diperlukan. Pada sebagian pasien, pemasangan satu stent sudah cukup. Namun, pada kondisi yang lebih kompleks, dokter dapat mempertimbangkan penggunaan dua stent atau teknik lain untuk menjaga aliran darah pada pembuluh utama maupun cabangnya tetap optimal. 

Dalam menentukan strategi PCI yang paling sesuai, dokter dapat menggunakan teknologi pencitraan dari dalam pembuluh darah, seperti Intravascular Ultrasound (IVUS) atau Optical Coherence Tomography (OCT). Teknologi ini memungkinkan dokter melihat ukuran pembuluh darah, penyebaran plak, hingga posisi stent secara lebih detail sehingga tindakan dapat disesuaikan dengan kondisi pasien.

Baca Juga: Bakat Muda Sumatera Tunjukkan Daya Juang Tinggi Menuju Final Audisi Umum PB Djarum 2026

Pada kasus tertentu, penentuan terapi juga dapat melibatkan kolaborasi tim dokter multidisiplin untuk menentukan pilihan terapi yang paling sesuai dengan kondisi pasien. Makanya untuk menentukan pilihan terapi, dokter tak hanya mempertimbangkan lokasi sumbatan. Berbagai aspek lain juga dinilai, mulai dari gejala yang dialami pasien, luas area otot jantung yang berisiko, kondisi ginjal, risiko perdarahan, hingga kemungkinan tindakan lain seperti operasi bypass. 

Sementara itu, dr Aron Husink SpJP Subsp.KI (K) FIHA FSCAI dari Mayapada Hospital Tangerang menekankan, keberhasilan tindakan PCI tidak berhenti saat prosedur selesai. 

Pemasangan stent membantu mengembalikan aliran darah ke jantung, tetapi tidak menggantikan pentingnya pengendalian faktor risiko penyakit jantung. Karena itu, kepatuhan menjalani pengobatan serta perubahan gaya hidup tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung setelah tindakan.

Baca Juga: New Hilux Meluncur di Pekanbaru, Harga Mulai dari Rp400 Jutaan hingga Rp1 Miliar

Dalam mendukung penanganan penyakit jantung secara menyeluruh, Mayapada Hospital memiliki Cardiovascular Center, layanan jantung komprehensif mulai dari deteksi dini, diagnosis, bedah jantung, dan rehabilitasi jantung, dengan dukungan team-based management yang terdiri dari tim dokter spesialis dan subspesialis jantung berpengalaman dalam melakukan advanced treatment untuk berbagai kondisi jantung.

Untuk mendukung penanganan kondisi darurat jantung, Cardiac Emergency 24/7 menyediakan layanan yang siap menangani kasus dengan cepat dan terintegrasi. Selain itu, tersedia juga Chest Pain Unit untuk pemeriksaan awal nyeri dada maupun keluhan jantung lainnya, termasuk aritmia dan Gratis jika tidak ditemukan gangguan jantung. Bila diperlukan, penanganan dapat dilanjutkan dengan tindakan Primary PCI (pemasangan stent/ring jantung) sesuai protokol internasional door-to-balloon, didukung oleh dokter spesialis dan subspesialis jantung.

Penanganan juga didukung oleh Dokter Spesialis Anestesi siaga 24 jam untuk kasus yang memerlukan tindakan bedah atau perawatan intensif lanjutan, serta Cardiac Advisor yang mendampingi pasien dan keluarga dalam menjalani perjalanan perawatan jantung. 

Baca Juga: Cuaca Berpotensi Ekstrem, BPBD Kampar Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Layanan ini membantu memberikan informasi yang jelas, mengoordinasikan kebutuhan perawatan, serta memastikan pasien terhubung dengan dokter spesialis yang sesuai sejak tahap pemeriksaan, konsultasi, hingga tindakan dan tindak lanjut. Fasilitas Cath Lab juga tersedia untuk memastikan diagnosis cepat dan akurat. 

Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency 150990 atau melalui aplikasi MyCare. Selain itu, Anda juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).

Sumber: Jawapos.com

Editor : Rinaldi
ring jantung pembuluh darah Mayapada Hospital