Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Disfungsi Ereksi Tak Lagi Monopoli Pria Lanjut Usia, RS Awal Bros, Ingatkan Bahaya Diam-Diam Ini

Tim Redaksi • Minggu, 12 Juli 2026 | 14:30 WIB
Dokter Spesialis Andrologi, RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru, dr. Wanly Syahrizal Pasaribu, Sp.And
Dokter Spesialis Andrologi, RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru, dr. Wanly Syahrizal Pasaribu, Sp.And

Disfungsi ereksi selama ini identik dengan pria berusia lanjut. Namun, anggapan tersebut kini mulai terbantahkan. Data menunjukkan sekitar satu dari empat pasien yang datang berobat karena disfungsi ereksi berada di bawah usia 40 tahun, dan angkanya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini membuat RS Awal Bros mengingatkan masyarakat, khususnya pria usia produktif, untuk tidak menganggap remeh gangguan yang kerap dianggap tabu untuk dibicarakan ini.

Disfungsi ereksi adalah kondisi ketika seorang pria tidak mampu memulai atau mempertahankan kekerasan ereksi yang cukup untuk melakukan aktivitas seksual secara memuaskan, dan berlangsung dalam kurun waktu tiga bulan. Kondisi ini berbeda dengan sesekali gagal ereksi akibat kelelahan atau stres sesaat. Jika gangguan ereksi terjadi berulang dan menetap selama tiga bulan, kondisi ini sudah masuk kategori yang memerlukan pemeriksaan medis, bukan sekadar kelelahan biasa.

Peningkatan kasus disfungsi ereksi pada pria muda dipengaruhi oleh gaya hidup yang kurang sehat, mulai dari obesitas, kebiasaan merokok, kurang berolahraga, hingga pola makan tinggi gula dan lemak. Di sisi lain, tekanan hidup di usia produktif turut menjadi pemicu. Tuntutan pekerjaan, masalah keuangan, hingga konflik dalam hubungan dapat memicu stres yang berlebihan. Saat stres terjadi, tubuh melepaskan hormon kortisol dan adrenalin yang mengganggu aliran darah ke penis serta menurunkan respons seksual. Rasa takut gagal saat berhubungan intim, atau yang dikenal dengan performance anxiety, kerap memperburuk kondisi ini dan menciptakan lingkaran yang sulit diputus tanpa penanganan yang tepat.

Baca Juga: Kata Dokter Mayapada Hospital, Pemasangan Ring Jantung Harus Disesuaikan dengan Karakteristik Pembuluh Darah Pasien

Selain faktor gaya hidup dan psikologis, disfungsi ereksi pada usia muda juga bisa menjadi sinyal awal dari penyakit yang lebih serius. Diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gangguan hormon testosteron, hingga penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah tercatat sebagai penyebab yang sering luput disadari. Pembuluh darah pada penis berukuran jauh lebih kecil dibandingkan pembuluh darah jantung, sehingga penyempitan pembuluh darah kerap lebih dulu memunculkan gejala disfungsi ereksi sebelum keluhan penyakit jantung muncul. Dengan kata lain, keluhan seksual yang tampak sepele ini bisa menjadi alarm dini bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Dokter Spesialis Andrologi RS Awal Bros, dr. Wanly Syahrizal Pasaribu, Sp.And., mengatakan bahwa masih banyak pria yang enggan memeriksakan diri karena rasa malu, padahal penanganan disfungsi ereksi akan jauh lebih efektif bila penyebabnya diketahui sejak dini. “Disfungsi ereksi bukan aib dan bukan akhir dari kehidupan seksual seseorang. Semakin cepat pasien memeriksakan diri, semakin besar peluang kami menemukan penyebabnya dan memberikan penanganan yang tepat,” ujar dr. Wanly.

Untuk menentukan penyebabnya, dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik, yang bila diperlukan dilanjutkan dengan pemeriksaan gula darah, profil kolesterol, kadar hormon testosteron, fungsi ginjal, pemeriksaan jantung, hingga USG Doppler penis untuk menilai aliran darah. Penanganan disfungsi ereksi sendiri bervariasi, mulai dari perubahan gaya hidup, penurunan berat badan, berhenti merokok, pengelolaan stres, konseling psikologis, hingga pengobatan sesuai penyebab yang diresepkan dokter. Pada kasus tertentu, dokter juga dapat merekomendasikan terapi hormon, alat bantu ereksi, atau terapi gelombang kejut intensitas rendah bagi pasien yang sesuai indikasinya.

Baca Juga: RS Awal Bros Group Ajak Masyarakat Riau Deteksi Katarak sejak Dini

Langkah pencegahan sejak dini menjadi kunci penting bagi pria usia produktif. Menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, tidur cukup, mengontrol gula darah dan tekanan darah, serta menjalani pemeriksaan kesehatan berkala dapat menurunkan risiko disfungsi ereksi secara signifikan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti riwayat diabetes atau penyakit jantung dalam keluarga.

RS Awal Bros menghadirkan layanan Andrologi yang ditangani oleh dokter spesialis berpengalaman, termasuk dr. Wanly Syahrizal Pasaribu, Sp.And., untuk menangani berbagai masalah kesehatan reproduksi dan seksual pria, mulai dari disfungsi ereksi, gangguan hormon, ejakulasi dini, hingga masalah kesuburan. Layanan ini juga menjadi bagian dari pendekatan terpadu dalam program kehamilan bagi pasangan suami istri. Masyarakat yang ingin berkonsultasi dapat melihat jadwal dokter spesialis Andrologi dan membuat janji temu melalui website maupun aplikasi Halo Awal Bros, atau menghubungi Call Center 15000 88.***

Oleh : Dokter Spesialis Andrologi, RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru, dr. Wanly Syahrizal Pasaribu, Sp.And

Editor : Bayu Saputra
#rs awal bros sudiman #rs awal bros pekanbaru #disfungsi ereksi #kesehatan