JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Ini alaram peringatan untuk Anda yang suka tidur mendengkur atau ngorok. Ternyata tidur ngorok punya resiko tingkatkan penyakit stroke. Maka berhati-hatilah.
Kata Dokter Spesialis Jantung Primaya Hospital Tangerang dr Rony M Santoso SpJP Subsp K(K) SubspVar(K) FIHA FESC FAPSC FSCAI, ngorok yang disebabkan obstructive sleep apnea dapat meningkatkan risiko stroke.
"Obstructive sleep apnea itu risiko stroke-nya tinggi, tiga kali lipat dibanding orang normal," ujar dr Rony kepada wartawan, Selasa (14/7).
Namun demikian dr Rony mengatakan, tidak semua ngorok berbahaya. Ngorok yang disertai jeda napas atau suara mendengkur yang sangat keras hingga seperti tersedak perlu diwaspadai. Karena bisa menjadi tanda obstructive sleep apnea.
"Kalau melihat pasangan yang terlalu gemuk lalu tidurnya ngorok keras sampai seperti napasnya terputus-putus, itu bisa menjadi tanda sleep apnea," katanya.
Ia menjelaskan, salah satu ciri yang sering ditemukan adalah suara ngorok yang keras disertai napas yang sesekali terhenti. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dengan berat badan berlebih.
Selain meningkatkan risiko stroke, sleep apnea juga menyebabkan kualitas tidur menjadi buruk. Akibatnya, penderitanya kerap mengalami rasa kantuk berlebihan pada siang hari (daytime sleepiness) meskipun merasa sudah tidur cukup pada malam hari.
Pemeriksaan sejak dini penting dilakukan untuk memastikan apakah kondisi tersebut merupakan obstructive sleep apnea sehingga dapat ditangani sebelum memicu komplikasi serius, termasuk stroke.
Menurut dr Rony, rasa kantuk yang terus-menerus di siang hari tanpa penyebab yang jelas dapat menjadi sinyal bahwa ada gangguan yang terjadi selama seseorang tidur.
Baca Juga: Jaga Kesehatan Mata dengan Rutin Konsumsi 5 Buah Berikut Ini, Ada Pepaya dan Pisang, Apa Lagi?
"Kalau setiap siang selalu mengantuk padahal malam merasa tidur seperti biasa, berarti ada sesuatu yang terjadi saat tidur. Pola tidurnya tidak berkualitas dan itu perlu diperiksa," jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan kebiasaan ngorok yang disertai henti napas, terutama jika disertai kantuk berlebihan pada siang hari.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi