Ancaman Obesitas dan Diabetes Bayangi Generasi Muda Indonesia

Tim Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 11:52 WIB
Ilustrasi; obesitas (foto/jpnn.com)
Ilustrasi; obesitas (foto/jpnn.com)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Setiap anak berhak tumbuh sehat dan meraih masa depan terbaiknya. Pada momentum Hari Anak Nasional tahun 2026, komitmen bersama untuk memperkuat kesehatan anak menjadi semakin penting, terutama di tengah meningkatnya prevalensi obesitas serta kebutuhan akan akses perawatan yang optimal bagi anak dengan diabetes tipe 1. 

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan hampir 1 dari 5 anak usia 5-12 tahun mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Tidak hanya itu, International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan 1 dari 3 orang di Indonesia yang memiliki diabetes tipe 1 di Indonesia adalah anak-anak dan remaja. 

Oleh karena itu, penguatan upaya pencegahan sejak dini dan ekosistem layanan kesehatan yang berkualitas menjadi kunci dalam meningkatkan kesehatan anak, khususnya untuk mengatasi obesitas dan diabetes tipe 1.

Dokter Spesialis Anak yang juga Project Leader Changing Diabetes in Children (CDIC), dr Aman Bhakti Pulungan menekankan bahwa tantangan terbesar dalam penanganan diabetes tipe 1 pada anak masih terletak pada keterlambatan diagnosis akibat rendahnya kesadaran masyarakat terhadap gejala penyakit tersebut. 

Baca Juga: Tahukah Anda Pisang Ambon Ternyata Kaya Manfaat?  Berikut Kandungan Nutrisi dan Khasiatnya bagi Tubuh

“Diabetes tipe 1 pada anak masih sering terlambat dikenali karena gejalanya kerap disalahartikan sebagai penyakit lain. Padahal, diagnosis dan penanganan yang tepat sejak dini sangat menentukan kualitas hidup anak serta membantu mencegah komplikasi yang mengancam jiwa,” ujar dr Aman, Kamis (23/7).

Menurutnya, pasien anak dengan diabetes tipe 1 memerlukan perawatan seumur hidup melalui terapi insulin, pemantauan gula darah secara rutin, serta dukungan layanan kesehatan yang berkesinambungan agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Di Indonesia, CDIC hadir sejak 2021 dan dijalankan melalui kolaborasi Novo Nordisk Indonesia, Kementerian Kesehatan RI, dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Kemitraan ini berupaya memperkuat layanan diabetes tipe 1 bagi anak melalui empat pilar utama, yaitu edukasi pasien, penguatan kapasitas tenaga kesehatan, perluasan akses layanan diabetes dan insulin, serta dukungan terhadap pemantauan diabetes.(jpg)

 

Editor : Arif Oktafian
diabetes tipe 1 kesehatan anak Indonesia obesitas anak