Sst! Jaga Pola Makan jika Ingin Jantung Tetap Sehat, Hindari 10 Kebiasaan Ini, Jangan Sampai Terlambat 

Redaksi • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 10:49 WIB
ilustrasi kebiasaan makan tidak sehat. Sumber foto: Freepik
ilustrasi kebiasaan makan tidak sehat. Sumber foto: Freepik

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Kesehatan jantung sangat dipengaruhi pola hidup dan pola makan sehari-hari. Kebiasaan makan yang salah justru dapat meningkatkan risiko penyakit jantung jika dilakukan secara terus-menerus dalam jangka panjang.

Makanlah selalu makanan yang bergizi. Karena mengonsumsi makanan yang kurang bergizi, makan secara berlebihan, hingga sering melewatkan waktu makan dapat memengaruhi metabolisme tubuh, kadar kolesterol, tekanan darah, serta keseimbangan hormon. Ini semua berpotensi membebani sistem kardiovaskular dan meningkatkan risiko gangguan pada jantung.

Perlu diketahui, banyak orang terlambat menyadari masalah kesehatan jantungnya. Perlu diwaspadai, kebiasaan-kebiasaan ini sering berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Akibatnya, banyak orang baru menyadari dampaknya ketika masalah kesehatan jantung mulai muncul.

Baca Juga: Merawat Motor Matik Tak Perlu Ribet dan Biaya Mahal, Kebiasaan Sepele Bikin Komponen Cepat Rusak, Ingat! Jangan Biarkan Tangki Hampir Kosong

Mengenali dan mengubah pola makan sejak dini menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang. Dirangkum dari NDTV, berikut 10 kebiasaan makan yang sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. 

1. Pola makan tidak teratur atau makan berlebihan
Pola makan yang tidak teratur dapat membebani jantung dengan menyebabkan lonjakan gula darah dan tekanan darah. Stres metabolik yang tidak teratur ini berbahaya bagi ritme dan fungsi jantung.

2. Mengonsumsi terlalu banyak makanan olahan
Mengonsumsi camilan kemasan, mi instan, makanan siap saji, dan daging olahan secara kalap bisa berbahaya. Makanan-makanan ini mengandung lemak trans, pengawet, dan natrium, yang meningkatkan kadar kolesterol dan tekanan darah, faktor risiko utama penyakit jantung.

Baca Juga: Tahukah Anda, Berlebihan Olahraga Juga Tidak Baik untuk Kesehatan Jantung, Salah Satunya Full Marathon

3. Minuman manis mengandung gula
Soda, minuman berenergi, dan jus manis mengandung gula tambahan yang tinggi. Minuman-minuman ini meningkatkan kadar trigliserida dan menurunkan HDL (kolesterol baik) sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

4. Konsumsi gula berlebihan
Konsumsi minuman manis, permen, dan sereal terlalu sering dapat meningkatkan kadar gula darah dan insulin sehingga meningkatkan penyimpanan lemak dan peradangan. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan resistensi insulin, diabetes, dan penyakit jantung.

5. Makan gorengan dan cepat saji
Sering mengonsumsi makanan yang digoreng seperti kentang goreng, ayam goreng, dan burger menyumbang lemak dan kalori tidak sehat, yang menyebabkan penambahan berat badan dan penumpukan plak arteri.

Baca Juga: Bullying di Pesantren, Tantangan Berat Pendidikan Boarding

6. Konsumsi garam tinggi
Menambahkan terlalu banyak garam ke makanan Anda atau mengonsumsi camilan asin dapat meningkatkan tekanan darah, merusak pembuluh darah dan jantung. Makanan olahan juga merupakan sumber tersembunyi natrium tinggi.

7. Makan larut malam
Makan larut malam, terutama makanan berat, memberi tekanan ekstra pada sistem pencernaan dan mengganggu kontrol gula darah serta metabolisme lemak. Hal ini juga dapat mengganggu tidur, yang selanjutnya memengaruhi kesehatan jantung.

8. Melewatkan sarapan secara teratur
Melewatkan waktu makan pertama dapat menyebabkan ngemil yang tidak sehat, metabolisme yang buruk, dan peningkatan kadar kortisol. Seiring waktu, hal ini meningkatkan risiko kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan obesitas.

Baca Juga: Ada Pengurus LPS Mundur, Wako Evaluasi 

9. Makan daging merah atau olahan secara berlebihan
Konsumsi daging merah seperti sapi dan domba secara teratur, serta daging olahan seperti sosis dan nugget dikaitkan dengan asupan lemak jenuh yang lebih tinggi dan peningkatan risiko penyumbatan jantung.

10. Asupan serat rendah
Pola makan rendah serat, terutama dari buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian utuh, dapat menyebabkan pencernaan yang buruk dan kolesterol tinggi. Serat larut membuang kelebihan kolesterol dari aliran darah sehingga bantu melindungi jantung.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Rinaldi
makanan bergizi pola makan kesehatan jantung