JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Jika katup jantung tidak bekerja dengan baik, maka Anda akan sering sesak saat menaiki tangga, cepat lelah, hingga kaki bengkak. Gelaja penyakit ini memang muncul perlahan. Makanya pemeriksaan penting untuk menilai kerusakan.
Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr Vera Citra Setiawan Hoei BMedSci SpBTKV SubspJD(K) mengatakan, penyakit katup jantung terjadi ketika katup menyempit atau tidak menutup sempurna, sehingga aliran darah terganggu dan jantung bekerja lebih keras.
Umumnya, gangguan penyakit katup jantung disebabkan demam rematik setelah infeksi tenggorokan, penuaan dan pengapuran katup, endokarditis atau infeksi katup, kelainan bawaan, hipertensi, serangan jantung, maupun gagal jantung.
"Untuk jangka panjang, gangguan penyakit katup jantung bisa menyebabkan pembesaran jantung, gangguan irama, hingga penurunan fungsi pompa," jelas dr Vera baru-baru ini.
Ingat, gangguan katup jantung dapat dialami anak-anak hingga lansia, terutama mereka dengan riwayat penyakit jantung koroner. Tapi saat hamil, gangguan katup tanpa gejala dapat terasa karena kerja jantung meningkat.
"Karena gejalanya muncul perlahan, pemeriksaan penting untuk menilai kerusakan dan menentukan penanganan yang tepat untuk pasien," sambungnya.
Baca Juga: Konsumsi 5 Buah Berikut Ini Saat Sarapan, Bisa Bantu Jaga Berat Badan
Pemeriksaan dan Penganan Setelah Diagnosis
Dikatakan dr Vera, pemeriksaan utama untuk gangguan katup jantung adalah ekokardiografi atau USG jantung. Pemeriksaan ini membantu dokter melihat bentuk dan pergerakan katup, tingkat penyempitan atau kebocoran, ukuran ruang jantung, adanya bekuan darah pada ruang jantung serta kekuatan pompa jantung.
Sesuai kondisi pasien, pemeriksaan dapat dilengkapi dengan EKG, rontgen dada, tes latih jantung, CT Scan, MRI jantung, atau kateterisasi jantung. Nantinya setelah pemeriksaan, tindakan yang dilakukan tentu disesuaikan dengan diagnosisnya. Penanganan ditentukan berdasarkan tingkat kerusakan katup, gejala, fungsi pompa jantung, dan kondisi pasien.
Tidak semua pasien harus langsung menjalani operasi. Gangguan ringan dapat dipantau melalui kontrol dan ekokardiografi berkala. Obat pun dapat diberikan untuk mengurangi cairan, mengontrol tekanan darah dan irama jantung, serta mencegah bekuan darah pada kondisi tertentu.
Baca Juga: 6 Kelompok Orang Ini Disarankan Membatasi Minum Teh Hijau, Apa Dampaknya?
Tentunya, pasien harus paham kalau dirinya perlu mengikuti pengobatan, mengenali perubahan gejala, menjaga kesehatan gigi dan mulut, tidak merokok, serta mengontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.
Ketika merasakan sesak berat, nyeri dada hebat, pingsan, atau bibir kebiruan memerlukan pertolongan segera. "Pada kasus berat, tindakan dapat berupa pelebaran katup dengan balon, perbaikan atau penggantian katup, bedah minimal invasif, maupun TAVI untuk pasien tertentu," jelas dr Vera.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala gangguan katup jantung yang sering muncul antara lain sesak napas saat beraktivitas atau berbaring, mudah lelah dan stamina menurun, jantung berdebar atau berdetak tidak teratur, hingga nyeri atau rasa tertekan di dada.
Baca Juga: Pekanbaru Raih Terbaik II Penghargaan Pembangunan Daerah Riau 2026
Pasien juga sering kali merasakan gejala pusing hingga hampir pingsan, atau pingsan. Lalu pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki atau perut. Tapi, dr Vera menggarisbawahi kalau berat ringannya gejala tidak selalu menggambarkan tingkat kerusakan katup.
"Sebagian pasien dengan gangguan berat dapat hanya merasakan keluhan ringan karena tubuh telah menyesuaikan diri secara bertahap," ujarnya,
Jenis Gangguan Katup Jantung
Menurut penjelasan dr Vera, penyakit katup jantung bisa berupa stenosis atau penyempitan, yaitu katup tidak dapat terbuka secara optimal. Lalu ada regurgitasi atau kebocoran, yaitu katup tidak dapat menutup dengan rapat. Terakhir karena kelainan bawaan, yaitu bentuk katup sudah tidak normal sejak lahir.
Baca Juga: Filosofi Tanah
Jika berlangsung dalam waktu lama, kemampuan jantung dalam memompa darah akan menurun. Ini dikarenakan gangguan tersebut dapat menyebabkan ruang jantung membesar, memicu gangguan irama, menghambat aliran darah hingga meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah di dalam jantung.
Heart & Vascular Center Bethsaida Hospital Gading Serpong menghadirkan layanan jantung dan pembuluh darah secara terintegrasi, mulai dari konsultasi, pemeriksaan diagnostik, tindakan intervensi dan bedah jantung, hingga rehabilitasi setelah tindakan. Pelayanan ini didukung oleh EKG, ekokardiografi, tes latih jantung, CT Scan 512 Slice, MRI 3 Tesla, kateterisasi jantung, serta fasilitas Intensive Cardiac Care Unit atau ICCU.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi