RS Eka Hospital Bahas Nyeri Haid Normal atau Tidak

Prapti Dwi Lestari • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 22:13 WIB

 dr Yohanes Iddo Adventa sp OG Subsp FER MH. (Istimewa)

dr Yohanes Iddo Adventa sp OG Subsp FER MH. (Istimewa)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Salah satu keluhan yang paling umum terjadi saat seorang wanita mengalami menstruasi adalah nyeri perut atau nyeri haid. 

Tak jarang kondisi ini dapat membuat tubuh wanita merasa lemas,tidak bertenaga bahkan pingsan, saat tidak mempu menahan rasa sakit ketika proses alami keluarnya darah dari alat reproduksi tersebut terjadi. 

Namun faktanya, haid yang normal justru proses haid yang tidak mengalami rasa sakit. Hal ini diungkapkan langsung oleh Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi RS Eka Hospital Pekanbaru, dr Yohanes Iddo Adventa sp OG Subsp FER MH. Saat menjadi narasumber Media Gathering dan Membahas fenomena Sakit saat Haid, Normal atau Red Flag, Kamis (3/9/2026). 

Baca Juga: Kebakaran Lahan Gambut di Rimba Panjang Kampar, Tim Gabungan Masih Berjibaku

Menurutnya,Haid yang sehat memang idealnya tidak menimbulkan rasa sakit yang melumpuhkan atau mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, secara medis, munculnya rasa tidak nyaman atau kram ringan pada hari pertama atau kedua masih dianggap normal karena adanya kontraksi rahim.
 
Apalagi proses haid yang normal memiliki  durasi dan frekuensi 4 sampai 8 hari. Saat haid, tubuh memproduksi zat kimia bernama prostaglandin yang memicu otot rahim berkontraksi untuk meluruhkan dinding rahim. Kadar prostaglandin yang seimbang hanya memicu kram ringan, sementara kadar yang terlalu tinggi memicu nyeri hebat.

Nyeri haid yang berlebihan dan tidak wajar sering kali merupakan sinyal dari tubuh terkait masalah reproduksi, seperti andometriosis atau pertumbuhan jaringan dinding rahim di luar rongga rahim yang memicu peradangan kronis dan nyeri panggul luar biasa saat menstruasi. Kasus ini marak ditemukan pada perempuan usia produktif.

Baca Juga: Rencana Pembangunan Angkutan Odol di Inhu, Bupati Perintahkan Bentuk Tim 

Selain itu, Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau gangguan hormon yang ditandai dengan sel telur kecil-kecil (kista kecil) di indung telur, menyebabkan haid tidak teratur atau jarang terjadi.

Kemudian tumor jinak pada otot rahim atau indung telur yang mengacaukan volume darah dan memicu kram perut hebat. Pasalnya darah air tidak hanya harus keluar ke arah bawah atau vagina. Bisa jadi darah haid malah mbik ke saluran pembuahan atau rahim yang menumpuk dan dapat menjadi sel miom atau kista.

Di Riau sendiri, kata dia lagi, Endometriosis sudah banyak terjadi, sekitar 10 sampai 15 persen. Penyebabnya pun beragam, namun teori paling kuat adalah karena darah menstruasi tersebut tidak seluruhnya turun melalui vagina, tapi naik juga ke atas. Artinya, darah mens tersebut tidak mengalir keluar di jalur semestinya. 

Baca Juga: Bawa Nama Polres Kepulauan Meranti, Bripda Renhard Raih Perak di Riau Challenge 2026

"Walaupun begitu, setiap perempuan memiliki sensitivitas yang berbeda, sehingga tidak semua perempuan mengalami Endometriosis. Tips dari saya, rajinlah mengkonsumsi makanan real food, atau makanan alami yang bebas dari bahan kimia tambahan. Jangan makan makanan yang berminyak, karena itu bukan makanan real food," tuturnya. 

Pemeriksaan dini perlu dilakukan agar para perempuan yang berada diusia produktif dapat mencegah penyebaran penyakit di area reproduksi. Eka Hospital Group menyediakan program khusus penanganan kesehatan wanita yang memiliki fasilitas modern dan melayani konsultasi fertilitas, gangguan hormon, kista, hingga tindakan bedah ginekologi.

Sementara itu, Kepala Divisi Pelayanan Medis RS Eka Hospital Pekanbaru, dr Monika N Susanto mengatakan, manajemen RS Eka Hospital Pekanbaru selalu menjalin hubungan silaturahmi dengan insan pers. Apalagi, dia pun yakin dan percaya peran media sangat krusial dalam menyampaikan setiap informasi kepada masyarakat luas. 

Baca Juga: Penampakan Karhutla Riau dari Kokpit F-16, Asap Membumbung

Bagi yang ini konsultasi ke eka hospital hubungi marketing Riri 082142202427 Ranny 082164417737.

"RS Eka Hospital juga terus berupaya melengkapi layanan, sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk mendapat pelayanan kesehatan," tutupnya. (ayi)

Editor : M. Erizal
nyeri haid menstruasi rs eka hospital pekanbaru