Untuk Menjaga Tubuh Terhidrasi, Jenis Minuman Ini Dapat Dijadikan Pilihan, Salah Satunya Teh Hijau

Redaksi • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 13:42 WIB
Ilustrasi teh hijau. (Sumber foto: Freepik)
Ilustrasi teh hijau. (Sumber foto: Freepik)

 

(RIAUPOS.CO) – Agar ginjal dapat bekerja dan menyaring limbah tubuh dengan benar diperlukan mengkosumsi air yang cukup. Meminum air sangat berguna mengencerkan urine dan menekan hormon yang dikaitkan dengan fungsi ginjal jadi memburuk.

Dikutip dari Jawapos.com pada Jumat (25/9/2026), dalam laporan Health disebutkan meminum air sangat diperlukan agar ginjal manusia dapat bekerja dan menyaring limbah dengan benar. Selain itu, air mendukung hidrasi tanpa memengaruhi kadar gula darah.

Sedang minuman manis memiliki dua faktor risiko tinggi bagi ginjal. Yaitu diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Selain air, ada sejumlah minuman yang dapat dijadikan pilihan untuk menjaga tubuh terhidrasi. Terutama bila diminum pada pagi hari. Berikut beberapa jenis minuman tersebut:

Baca Juga: Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Gelar Aksi Donor Darah

1.  Teh Hijau

Teh hijau tanpa pemanis adalah minuman yang bagus untuk kesehatan jantung dan juga menjadikannya pilihan yang bagus untuk kesehatan ginjal. Jenis minuman ini tidak hanya menghidrasi, tetapi juga menyediakan senyawa tumbuhan bermanfaat yang disebut polifenol.

Salah satu kelompok senyawa tertentu, katekin, memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang dapat mendukung fungsi pembuluh darah yang sehat. Hal ini dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan ginjal. Teh hijau mengandung sekitar 29 miligram kafein per cangkir, jauh lebih sedikit daripada kopi, sehingga dapat menjadi minuman pagi yang baik bagi orang yang lebih sensitif terhadap kafein.

 

2. Teh Hitam

Teh hitam menghidrasi dan mengandung flavonoid, yaitu senyawa tumbuhan antioksidan yang terkait dengan kesehatan jantung dan ginjal yang lebih baik. Satu cangkir teh hitam mengandung sekitar 47 miligram kafein. Meminumnya di pagi hari mungkin sangat membantu jika kita memiliki sensitif terhadap kafein.

Sebuah studi di 2023 menemukan bahwa orang yang minum teh memiliki risiko lebih rendah terkena cedera ginjal akut, khususnya manfaat terbesar terlihat sekitar 3,5 cangkir per hari. Namun, penelitian tersebut bersifat observasional, sehingga tidak serta merta membuktikan bahwa teh itu sendiri yang menyebabkan manfaat tersebut.

Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi teh hitam dikaitkan dengan penurunan tekanan darah, yang membantu menjaga fungsi ginjal dengan baik.

 Baca Juga: Silent Leadership: Pemimpin Berdampak Nyata

3. Smoothie tanpa Pemanis

Smoothie dapat mendukung kesehatan ginjal secara tidak langsung dengan membantu kita mengonsumsi sarapan kaya serat. Penelitian menunjukkan bahwa diet tinggi serat dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena penyakit ginjal kronis. Makanan kaya serat, termasuk beri, alpukat, kurma, biji chia, dan biji rami, juga dapat mendukung tekanan darah dan kadar kolesterol yang lebih sehat.

Cobalah membuatnya sendiri dengan makanan utuh seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, daripada membeli yang sudah dikemas di toko yang mungkin lebih banyak mengandung gula tambahan.

 

4.  Kopi tanpa Gula

Sebuah penelitian mengaitkan konsumsi kopi dan kafein dengan peluang lebih rendah untuk mengembangkan penyakit ginjal kronis. Meskipun asupan kafein moderat umumnya dianggap aman bagi sebagian besar orang dewasa, perlu diingat bahwa konsumsi kafein berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah pada beberapa orang.

Tekanan darah tinggi jangka panjang dapat merusak pembuluh darah di ginjal. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan tidak lebih dari 400 miligram kafein per hari.

 

5. Susu Kedelai tanpa Pemanis

Susu kedelai kaya akan protein nabati, yang membantu kita merasa kenyang lebih lama. Rasa kenyang yang lebih lama ini dapat mempermudah kita dalam mengelola berat badan, yang merupakan cara utama untuk membantu mencegah penyakit ginjal kronis.

Secara umum, penelitian menunjukkan bahwa asupan protein nabati yang tinggi dapat menurunkan risiko penyakit ginjal kronis hingga 23 persen. Susu kedelai juga mengandung isoflavon yang merupakan senyawa tumbuhan yang dapat mendukung kesehatan jantung.

Namun, bagi penderita penyakit ginjal direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menambahkan susu kedelai ke dalam program diet. Minuman ini mengandung kalium dan fosfor, yang mungkin tidak aman bagi fungsi ginjal.

 Baca Juga: Tekuk Singapura 2-0, Indonesia Bawa Modal Penting Lawan Malaysia

6. Kefir

Kefir adalah minuman mirip yogurt yang mengandung protein, kalsium, dan bakteri sehat yang disebut probiotik. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa makanan dan minuman fermentasi seperti kefir dapat mendukung mikrobioma usus yang lebih sehat, yaitu kumpulan mikroba yang hidup di saluran pencernaan.***

 

Editor : Edwar Yaman
Sumber : jawapos.com
terhidrasi teh hijau kopi tanpa gula