RS Awal Bros Sudirman Hadirkan Teknologi Neurorestorasi: Solusi Pemulihan Strok bagi Masyarakat Riau

Tim Redaksi • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 12:47 WIB
Dokter Spesialis Neurologi di RS Awal Bros Sudirman,  dr. Alvin Hadisaputra, Sp.N-FNR
Dokter Spesialis Neurologi di RS Awal Bros Sudirman, dr. Alvin Hadisaputra, Sp.N-FNR

Penyakit stroke hingga saat ini masih menjadi salah satu tantangan kesehatan di Provinsi Riau. Ribuan kasus baru tercatat setiap tahunnya di berbagai rumah sakit. Selain mengancam nyawa, stroke juga menjadi salah satu penyebab utama kecacatan permanen yang memberikan dampak sosial dan psikologis bagi penyintas maupun keluarganya.

Secara nasional, beban finansial yang ditimbulkan akibat penanganan penyakit ini mencapai Rp5,2 triliun per tahun. Angka tersebut menempatkan strok sebagai salah satu penyakit dengan beban pembiayaan kesehatan yang tinggi setelah penyakit jantung dan kanker.

Kondisi gawat darurat yang mengakibatkan gangguan aliran darah ke otak ini sering kali meninggalkan defisit neurologis yang menetap, mulai dari kelumpuhan hingga gangguan berbicara. Di tengah situasi tersebut, masyarakat di Pekanbaru kini mendapatkan akses terhadap layanan neurorestorasi di RS Awal Bros Sudirman.

Neurorestorasi merupakan pendekatan dalam bidang kedokteran yang bertujuan memulihkan atau memperbaiki fungsi saraf yang mengalami kerusakan melalui integrasi teknologi medis dan pemahaman terhadap sistem saraf manusia.

Baca Juga: Hindari Konsumsi 5 Makanan dan Minuman Ini Bersama Obat, Apa Dampaknya?

Pilar utama layanan neurorestorasi di RS Awal Bros Sudirman adalah pemanfaatan konsep neuroplastisitas, yaitu kemampuan alami otak untuk beradaptasi dan membentuk kembali jaringan saraf yang terdampak penyakit. Melalui pendekatan tersebut, pemulihan pascastrok tidak hanya mengandalkan latihan fisik, tetapi juga intervensi yang dirancang untuk merangsang aktivitas sel saraf agar dapat kembali berfungsi.

Upaya ini dinilai penting mengingat tingginya angka disabilitas akibat stroke yang membutuhkan penanganan komprehensif agar pasien dapat kembali menjalankan aktivitas secara optimal.

Salah satu teknologi yang tersedia bagi pasien di Pekanbaru adalah Non-Invasive Brain Stimulation (NIBS), yang mencakup teknik Transcranial Magnetic Stimulation (TMS).

Baca Juga: 10 Manfaat Air Kelapa, Bantu Penuhi Kebutuhan Cairan hingga Kurangi Risiko Batu Ginjal

Menurut dr. Alvin Hadisaputra, Sp.N-FNR, dokter spesialis neurologi di RS Awal Bros Sudirman, TMS bekerja dengan mengirimkan gelombang elektromagnetik untuk menstimulasi jaringan otak tanpa melalui prosedur pembedahan.

Teknik tersebut menawarkan metode terapi yang dapat dilakukan secara berulang dengan risiko yang relatif rendah dibandingkan sejumlah prosedur invasif.

Prinsip kerja TMS adalah menginduksi arus listrik melalui medan magnet yang menembus tulang tengkorak untuk mencapai area saraf yang menjadi target stimulasi. Selain untuk terapi, teknologi tersebut juga dapat digunakan dalam pemeriksaan fungsi jaringan saraf melalui parameter tertentu, termasuk pengukuran waktu tempuh impuls saraf dari otak menuju anggota gerak.

Hasil pemeriksaan tersebut dapat membantu dokter menilai kondisi jaringan saraf, memperkirakan peluang pemulihan pasien, serta menentukan parameter stimulasi yang sesuai dengan kondisi masing-masing individu.

Dalam penerapannya, terapi TMS dapat digunakan sebagai bagian dari penanganan berbagai gangguan pascastrok, termasuk kelemahan pada salah satu sisi tubuh, gangguan penglihatan, hingga kesulitan berbicara.

Teknologi tersebut juga dapat digunakan dalam penanganan aspek psikiatri yang menyertai kondisi pascastrok, seperti depresi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi motivasi pasien dalam menjalani proses rehabilitasi.

Dengan memberikan stimulasi pada area tertentu di korteks otak, terapi dapat menjadi bagian dari upaya memperbaiki kondisi psikologis pasien sehingga proses rehabilitasi secara keseluruhan dapat berjalan lebih optimal.

Hasil terapi akan lebih optimal apabila dilakukan secara intensif dan terintegrasi dengan program rehabilitasi, terutama pada fase awal setelah serangan strok. Pasien umumnya menjalani sesi terapi secara berkala sesuai hasil evaluasi dan kebutuhan klinis masing-masing.

RS Awal Bros Sudirman memastikan pelaksanaan terapi dilakukan dengan protokol keamanan yang ketat. Evaluasi kondisi pasien dilakukan sebelum terapi untuk memastikan metode dan parameter stimulasi sesuai dengan kondisi medis pasien.

Sebagai fasilitas kesehatan yang mengedepankan inovasi, RS Awal Bros Sudirman juga memadukan terapi TMS dengan pendekatan multimodalitas lainnya. Pasien dapat memperoleh kombinasi stimulasi magnetik otak dengan program fisioterapi yang terarah serta terapi lain sesuai indikasi medis.

Integrasi berbagai pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung proses pemulihan pasien secara lebih komprehensif. Kehadiran layanan neurorestorasi juga memberikan alternatif bagi masyarakat Riau untuk mendapatkan layanan pemulihan pascastrok di dalam daerah.

Meski menawarkan potensi dalam mendukung proses pemulihan, layanan neurorestorasi tetap membutuhkan infrastruktur serta tenaga medis yang memiliki kompetensi khusus. RS Awal Bros Sudirman menghadirkan dokter spesialis neurologi dengan kompetensi di bidang neurorestorasi untuk mendukung layanan tersebut.

Dukungan fasilitas dan tim medis yang kompeten menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan yang bermutu dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien.

Kehadiran layanan neurorestorasi di RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Riau. Melalui penanganan strok yang komprehensif, mulai dari pencegahan, terapi akut, hingga pemulihan fungsi saraf, diharapkan kualitas hidup penyintas stroke dapat ditingkatkan.

Dengan edukasi yang memadai serta akses terhadap teknologi medis, proses pemulihan pasien pascastroke diharapkan dapat berlangsung secara lebih optimal sehingga penyintas dapat kembali menjalankan aktivitas dan berkontribusi di tengah masyarakat.***

Oleh : Dokter Spesialis Neurologi di RS Awal Bros Sudirman,  dr. Alvin Hadisaputra, Sp.N-FNR

Editor : Bayu Saputra
terapi tms neurorestotrasi riau stroke rs awal bros sudirman