Istirahat Cukup dan Banyak Minum Air Putih Jadi Cara Sederhana Atasi Influenza di Rumah

Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 14:04 WIB
Ilustrasi Flu (Freepik)
Ilustrasi anak diserang gejala flu (Freepik)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Jangan takut dengan penyakit influenza (flu) di rumah. Penyakit ini sudah lumrah di masyarakat Indonesia. Namun penanganannya menjadi penting, agar Anda dan keluarga tetap bisa beraktivitas seperti biasa.

Dilansir dari laman Healthline, Rabu (30/9), ketika flu menyerang, tentunya badan menuntut untuk bisa lebih banyak istirahat. Karena beberapa gejala seperti demam ringan, hingga batuk terkadang menyertai flu.

Perlu diingat, flu bisa ditangani dengan istirahat dan perawatan di rumah. Tapi jika gejala memburuk, berlangsung lama, atau muncul tanda bahaya, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga: Intervensi Gizi Dukung Tumbuh Kembang Anak di Sungai Sembilan Dumai Jadi Program CSR PT ESM

Dilansir dari WebMD dan Solution Health, ada 9 cara atau pertolongan pertama untuk meredakn flu di rumah. Namun istirahat sangat diperlukan. Laman Healthline, mencatat, ketika flu menyerang, beberapa gejala seperti demam ringan, hingga batuk terkadang menyertai flu. Adapun cara untuk meredakan flu diantaranya adalah:

1. Tidur dengan bantal lebih tinggi dan makan makanan ringan
Menambah satu bantal di bawah kepala agar hidung lebih mudah mengalirkan lendir. Bagi yang mengalami flu perut dengan mual, kram, dan diare, Healthline menyarankan makan dalam porsi kecil dengan makanan yang mudah dicerna, seperti pisang, nasi, bubur, dan roti panggang. Makanan pedas, berlemak, gorengan, dan kafein sebaiknya dihindari.

2. Perbanyak minum air dan cairan lain
Dilansir dari Healthline, cairan membantu menjaga hidung, mulut, dan tenggorokan tetap lembap serta membantu tubuh mengeluarkan lendir. Asupan cairan juga penting untuk mencegah dehidrasi, apalagi jika demam atau diare.

Baca Juga: YBM PLN UIP Sumbagteng Bantu Kembangkan Usaha Frozen Food Rumahan di Pekanbaru

Selain air putih, cairan bisa berasal dari air kelapa, teh herbal, jus segar, dan sup. Tanda cairan sudah cukup adalah buang air kecil teratur dengan urine bening atau kuning pucat. Solution Health mengingatkan agar kafein dan alkohol dihindari karena dapat memicu dehidrasi.

3. Cukupi zinc dan vitamin C
Zinc berperan dalam pembentukan sel darah putih dan sebuah kajian penelitian menunjukkan zinc berpotensi mengurangi gejala serta memperpendek durasi sakit. Meski begitu, bukti untuk pencegahan masih perlu diteliti lebih jauh.

Sumber zinc di antaranya daging merah, kerang, kacang-kacangan, biji-bijian, susu, dan telur. Solution Health mengingatkan, asupan zinc sebaiknya tidak melebihi 20 miligram per hari karena dapat memicu mual. Vitamin C dari jeruk, beri, dan sayuran hijau juga mendukung daya tahan tubuh. WebMD menyebut vitamin C mungkin memperpendek durasi pilek sekitar satu hari.

Baca Juga: Satu Ruas Jalan Meranti Diakomodir Program IJD, Peranggas–Kayu Ara Mulai Dikerjakan Oktober

4. Istirahat cukup
Tidur dapat memperkuat sistem imun sehingga tubuh lebih mampu melawan virus flu. WebMD menyebut istirahat sejak gejala awal membuat tubuh bisa mengarahkan energinya untuk melawan infeksi. Karena itu, kurangi aktivitas dan jadikan tidur sebagai prioritas.

5. Jaga kelembapan udara ruangan
Virus flu bertahan lebih lama di udara yang kering. Pelembap udara (humidifier) di rumah atau tempat kerja berpotensi membantu mengurangi jumlah virus di udara.

6. Minum kuah kaldu hangat atau sup ayam
Kaldu tulang ayam atau sapi membantu tubuh tetap terhidrasi sekaligus melonggarkan sumbatan hidung dan sinus. Kaldu juga mengandung protein dan mineral seperti natrium dan kalium. Solution Health menambahkan, sup ayam memberi kehangatan yang menenangkan tenggorokan dan melonggarkan hidung tersumbat. Jika membeli produk siap saji, pilih yang rendah garam.

Baca Juga: Belum Ada Sekolah Terapkan PJJ, Disdik Meranti Pantau Dampak Penurunan Kualitas Udara

7. Hirup uap hangat
Uap dari air hangat dapat membantu melonggarkan lendir dan melegakan hidung, sinus, tenggorokan, serta paru-paru. Cara ini juga bisa meredakan batuk kering dan dada terasa sesak. Hindari uap dari air yang sedang mendidih, uji suhu uap sebelum dihirup, dan jaga jarak wajah serta tangan agar tidak melepuh.

8. Berkumur dengan air garam hangat
Berkumur dapat melembapkan tenggorokan yang sakit dan mengurangi peradangan. Bisa dengan setengah sendok teh garam dilarutkan dalam sekitar satu gelas air hangat. Berkumurlah 10 sampai 30 detik, lalu buang airnya dan ulangi beberapa kali. Air garam tidak boleh ditelan, dan anak-anak sebaiknya tidak berkumur sebelum bisa melakukannya dengan aman menggunakan air biasa.

9. Minum teh herbal, jahe, dan madu
Minuman hangat membantu melegakan hidung dan tenggorokan. Healthline menyebut teh hijau, teh hitam, kunyit, jahe, bawang putih, dan cengkih sebagai bahan yang bisa diolah menjadi teh herbal.

Baca Juga: Ketua DPRD Siak Indra Gunawan: Maksimalkan Pelayanan, Pentingnya Gerak Cepat Pembahasan RAPBD-P

Teh jahe dengan sedikit madu karena jahe memiliki sifat antiinflamasi yang dapat meredakan nyeri tenggorokan. Madu atau campuran madu dan lemon dalam air hangat juga menenangkan tenggorokan. Namun, madu tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah usia satu tahun karena berisiko botulisme.

 

Sumber: Jawapos.com

 

 

 

Editor : Rinaldi
istirahat cukup gejala flu minum air putih