Penderita Penyakit Ginjal hingga Darah Rendah Sebaiknya Hindari Minum Air Kelapa

Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi air kelapa. Bagi orang dengan kondisi medis tertentu sebaiknya harus ekstra waspada saat mengkonsumsi air kelapa. (Freepik)
Ilustrasi air kelapa. Bagi orang dengan kondisi medis tertentu sebaiknya harus ekstra waspada saat mengkonsumsi air kelapa. (Freepik)

 
RIAUPOS.CO - Air kelapa yang memiliki kandungan elektrolit alami, membuat minuman ini populer sebagai pemulih dehidrasi.

Meski demikian, air kelapa sebaiknya tidak dikonsumsi oleh orang dengan riwayat atau kondisi medis tertentu. Karena, konsumsi air kelapa secara berlebihan justru menyimpan bahaya tersembunyi yang dapat memicu komplikasi kesehatan serius.

Air kelapa memang kaya akan nutrisi, kandungan mineralnya yang tinggi, terutama kalium dan memerlukan kewaspadaan ekstra bagi kelompok populasi tertentu.

Baca Juga: Tak Capai Kuorum, DPRD Kampar Tunda Paripurna Pembahasan 8 Ranperda

Dilansir dari laman The Ohio State University, air kelapa mengandung kalium (potassium) dalam jumlah yang cukup tinggi, yaitu sekitar 400 hingga 600 mg per cangkir.

Penelitian klinis menunjukkan bahwa asupan kalium yang berlebihan pada individu yang mengalami penurunan fungsi ginjal dapat memicu hiperkalemia, kondisi dimana kadar kalium dalam darah melonjak melebihi batas aman.

Pendekatan berbasis evaluasi gizi medis terbukti secara klinis bahwa kewaspadaan terhadap asupan elektrolit sangat penting untuk mencegah terjadinya gangguan irama jantung (aritmia), penurunan tekanan darah yang drastis.

Baca Juga: Dilaporkan ke Polda Riau, Wali Kota Payakumbuh Terseret Persoalan Transaksi Saham

Secara keseluruhan, air kelapa memang merupakan pilihan hidrasi yang sehat untuk orang dengan kondisi tubuh yang bugar, namun memahaminya secara bijak sesuai kondisi kesehatan pribadi adalah kunci utama terhindar dari risiko medis.

Sejumlah kondisi medis yang membuat seseorang harus ekstra waspada saat mengkonsumsi air kelapa adalah sebagai berikut:

1. Penderita penyakit ginjal kronis

Baca Juga: Tiga Guru Besar UIN Suska Riau Dikukuhkan, Berikut Nama-namanya

Ginjal bertugas menyaring berlebihnya kadar kalium dalam darah. Ketika fungsi organ ini menurun, konsumsi air kelapa berpotensi menyebabkan penumpukan kalium beracun yang mengganggu sistem kelistrikan jantung.

2. Seseorang yang minum obat tekanan darah tinggi

Beberapa obat hipertensi yang bekerja menjaga kadar kalium tetap tinggi di dalam tubuh. Kombinasi obat ini dengan air kelapa berisiko menyebabkan efek akumulasi kalium yang berbahaya.

Baca Juga: Replika Istana Raja Rambah Bakal Dibangun, Ini Pesan Bupati Rohul soal Tapak Asli dan Makam Raja

3. Penderita hiperkalemia

Bagi individu yang sudah terdiagnosis memiliki kadar kalium darah di atas normal, minum air kelapa sangat tidak dianjurkan karena dapat memperburuk kondisi dan memicu kelemahan otot hingga hentian jantung.

4. Orang yang akan menjalani operasi

Baca Juga: Hasil Pertemuan dengan Kemenkeu, Afni: Lifting Tak Dibuka, PNBP Migas Se-Riau Katanya Nyungsep!

Karena pengaruhnya terhadap kontrol tekanan darah dan kadar elektrolit tubuh saat pembedahan, konsumsi air kelapa sebaiknya dihentikan setidaknya dua minggu sebelum jadwal tindakan operasi.

5. Tekanan darah rendah (hipotensi)

Air kelapa memiliki efek alami menurunkan tekanan darah. Jika dikonsumsi oleh pemilik tekanan darah yang sudah rendah, minuman ini dapat memicu pusing hebat, merasa melayang, hingga episode pingsan.

Baca Juga: Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Kalahkan Thailand dalam Drama Adu Penalti

Jika Anda memiliki riwayat gangguan ginjal, hipertensi dengan pengobatan rutin, atau masalah keseimbangan elektrolit, lebih baik berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu apakah diperbolehkan konsumsi air kelapa.

Editor : M. Erizal
Sumber : jawapos.com
darah rendah air kelapa penyakit ginjal