RIAUPOS.CO – Asam urat dapat menimbulkan keluhan berupa nyeri, bengkak, dan rasa tidak nyaman pada persendian ketika kadar asam urat dalam tubuh meningkat. Pola makan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk membantu mengendalikan kondisi tersebut.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Beberapa makanan memiliki kandungan purin cukup tinggi, yang dalam tubuh akan diuraikan menjadi asam urat.
Meski kebutuhan dan toleransi setiap orang berbeda, membatasi makanan tertentu dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kadar asam urat tetap terkendali.
Baca Juga: Pelaku UMKM Bergairah, Ada Perputaran Ekonomi selama MTQ Kecamatan Siak
Dilansir dari laman Alodokter dan Hello Sehat, berikut beberapa makanan dan minuman yang perlu diperhatikan oleh orang dengan masalah asam urat.
1. Daging Merah
Daging merah, seperti sapi, kambing, dan domba, termasuk sumber makanan yang mengandung purin. Karena itu, konsumsinya perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang memiliki kadar asam urat tinggi.
Baca Juga: Tak Capai Kuorum, DPRD Kampar Tunda Paripurna Pembahasan 8 Ranperda
Konsumsi dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan asupan purin yang kemudian diproses tubuh menjadi asam urat.
Bukan berarti semua penderita harus menghilangkan daging merah sepenuhnya dari menu sehari-hari. Namun, mengatur porsi dan frekuensi konsumsinya dapat membantu menjaga pola makan tetap seimbang.
2. Ikan Kering dan Produk Olahan Ikan
Baca Juga: Dilaporkan ke Polda Riau, Wali Kota Payakumbuh Terseret Persoalan Transaksi Saham
Beberapa jenis ikan dan produk olahannya dapat memiliki kandungan purin yang cukup tinggi. Contohnya ikan teri, ikan asin, serta sejumlah makanan laut dan produk ikan tertentu.
Proses pengeringan atau pengolahan tidak serta-merta menghilangkan kandungan purin. Karena itu, makanan berbahan ikan tertentu tetap perlu dikonsumsi secara bijak oleh orang yang memiliki masalah asam urat.
Memperhatikan jenis, porsi, dan frekuensi konsumsi menjadi langkah yang lebih tepat daripada sekadar menghindari seluruh jenis ikan.
Baca Juga: Tiga Guru Besar UIN Suska Riau Dikukuhkan, Berikut Nama-namanya
3. Hati dan Jeroan
Hati, ginjal, usus, babat, dan otak termasuk kelompok jeroan yang dikenal memiliki kandungan purin tinggi.
Mengonsumsi makanan tersebut terlalu sering dapat meningkatkan asupan purin secara signifikan. Karena itu, penderita asam urat umumnya dianjurkan untuk membatasi atau menghindari jeroan, terutama ketika sedang berusaha mengendalikan kadar asam urat.
Baca Juga: Replika Istana Raja Rambah Bakal Dibangun, Ini Pesan Bupati Rohul soal Tapak Asli dan Makam Raja
Selain memperhatikan jenis makanan, porsi dan pola makan secara keseluruhan juga tetap penting.
4. Jenis sayuran tertentu
Sejumlah sayuran, seperti bayam, kembang kol, asparagus, kacang polong, dan jamur, diketahui mengandung purin.
Baca Juga: Hasil Pertemuan dengan Kemenkeu, Afni: Lifting Tak Dibuka, PNBP Migas Se-Riau Katanya Nyungsep!
Namun, kondisi ini berbeda dengan konsumsi purin yang berasal dari daging. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa purin dari sumber nabati tidak memiliki dampak yang sama terhadap risiko asam urat seperti purin dari sumber hewani tertentu.
Oleh karena itu, sayuran pada umumnya tetap menjadi bagian penting dari pola makan sehat. Jika memiliki asam urat, konsumsi sayuran tetap dapat disesuaikan dengan kondisi dan anjuran tenaga kesehatan.
5. Minuman beralkohol
Baca Juga: Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Kalahkan Thailand dalam Drama Adu Penalti
Minuman beralkohol menjadi salah satu jenis asupan yang perlu mendapat perhatian. Konsumsi alkohol dapat mengganggu proses pembuangan asam urat dari tubuh dan berpotensi meningkatkan kadarnya dalam darah.
Bir sering dikaitkan dengan risiko peningkatan kadar asam urat karena selain mengandung purin, alkohol di dalamnya juga dapat memengaruhi metabolisme asam urat.
Jenis alkohol lainnya, seperti vodka, wiski, dan anggur, juga sebaiknya dibatasi. Bagi orang yang mengalami serangan asam urat atau memiliki kadar asam urat tinggi, menghindari alkohol dapat menjadi pilihan yang lebih aman.
Baca Juga: Tahanan Narkoba Kabur dari Lapas Pasirpengaraian, Diburu hingga ke Hutan dan Permukiman Warga
Selain membatasi makanan tinggi purin, menjaga berat badan, mencukupi kebutuhan cairan, dan menerapkan pola makan seimbang juga dapat membantu mengelola asam urat.
Apabila serangan asam urat sering terjadi atau keluhan semakin berat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan medis.
Editor : M. ErizalSumber : jawapos.com