Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

[SALAH] Viral Video Ajaran Sesat yang Halalkan Gonta-ganti Pasangan

Redaksi • Selasa, 12 Maret 2024 | 10:02 WIB
Photo
Photo

NARASI:

Publik belakangan ini digegerkan dengan video viral soal ajaran yang menyimpang dari syariat. Yaitu, yang menyatakan bahwa poligami, pergantian pasangan, dan pernikahan tanpa wali serta saksi diperbolehkan.

Potongan video viral itu pertama kali diunggah oleh akun TikTok bernama @gayon_105, kemudian diunggah kembali oleh berbagai akun, termasuk akun Snackvideo KoranMusi. Lantas tersebar luas di berbagai platform media sosial, termasuk di X yang diunggah oleh akun bernama @BangRohmanJ.

Lantas Kementerian Agama (Kemenag) mendapat kritik dari netizen yang dianggap tidak tegas terhadap kelompok pengajian yang menyebarluaskan ajaran yang mengarah pada seks bebas.

PENJELASAN

Menanggapi hal tersebut, Kepala Subdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik Kemenag Dedi Slamet Riyadi menuturkan, video tersebut berasal dari rekaman yang lebih panjang di platform YouTube. Kemudian diunggah oleh akun Mbah Den (Sariden) dengan judul “Mengerikan, Ajaran Kiyai Salamah, Halalkan Berzina Jaminan Masuk Surga” yang tayang perdana pada 25 Februari 2024.

Video tersebut memperlihatkan seseorang yang menyusup ke dalam kelompok pengajian atau pengobatan yang dipimpin Kiai Salamah. Kiai Salamah digambarkan sebagai tokoh yang menghalalkan seks bebas dan pernikahan tanpa mengikuti aturan syariat yang benar.

Dedi menduga video tersebut dibuat untuk mendapatkan perhatian di media sosial. Dia menyatakan perlu meminta klarifikasi langsung kepada pembuat video pertama, yaitu Gus Samsudin agar mendapat informasi yang lebih lengkap sehingga Kemenag dapat mengambil tindakan yang tepat.

“Kami melihat adanya kemungkinan video di akun YouTube Mbah Den (Sariden) dibuat untuk menarik perhatian di media sosial,” ungkap Dedi saat dihubungi wartawan melalui saluran telepon pada Senin (26/2).

Menurut Dedi, setiap orang memiliki kebebasan untuk berkreativitas, mengunggah konten di media sosial, dan mengekspresikan diri. Namun, konten yang diunggah mestinya tidak memicu konflik di masyarakat.

FAKTA

Faktanya hal itu tidak benar. Video itu dibuat untuk menarik perhatian di media sosial. Kemenag akan mengambil langkah untuk mengklarifikasi konten yang telah menimbulkan kontroversi, fitnah, dan konflik di tengah masyaraka tersebut.(jpg)

Editor : RP Arif Oktafian
#berita hoax #gonta ganti pasangan #video viral