[NARASI]:
“Assalamualaikum & salam sejahtera. Kejutan khusus buat Anda!! Mulai tahun 2024 ada bantuan tunai dari Kementerian Sosial sebesar Rp.700.000/Orang. Anda bisa mulai pengecekan secara online.”
[KATEGORI]: KONTEN TIRUAN
[SUMBER]: TELEGRAM
https://web.archive.org/web/20240603011444/https://sekarangwaktunyamendaftarbansos-online.preview-domain.com/
https://archive.vn/dXa0q
[PENJELASAN]:
Beredar sebuah pesan yang dikirim melalui aplikasi Telegram, dari nomor +6285211900252 yang bernama Muhammad Samuel. Pesan ini dikirim dengan menyertakan tautan untuk mendaftar bantuan sosial untuk periode tahun 2024. Apabila tautan tersebut dibuka, maka dapat dilihat sebuah halaman yang berisi informasi mengenai pendaftaran bantuan sosial dari indonesiabaik.id. Terdapat pesan bergerak yang menyatakan bahwa Kementerian Sosial akan memberikan bantuan tunai sebesar Rp700.000/orang. Lalu terdapat pula kata “DAPATKAN” yang diklaim dapat diklik untuk melakukan pengecekan secara online.
Namun setelah diperiksa lebih lanjut, pendaftaran untuk dapat menerima bansos 2024 bukanlah melalui tautan tersebut. Melansir dari ulasan resmi pada laman indonesiabaik.id, penerima bansos reguler pemerintah ini dapat dilihat melalui tautan resmi Kementerian Sosial (Kemensos) yaitu cekbansos.kemensos.go.id.
Apabila belum terdaftar, maka warga yang membutuhkan harus mendaftar terlebih dahulu dalam DTKS. DTKS adalah data induk yang berisi informasi tentang penerima bantuan dan pemberdayaan sosial, serta potensi dan sumber kesejahteraan sosial. DTKS guna mendapatkan bansos, yakni secara offline dan online.
Pendaftaran Offline DTKS:
1. Daftar ke desa/kelurahan melalui usulan RT/RW setempat.
2. Usulan akan dibawa ke musyawarah desa atau kelurahan.
3. Usulan tersebut akan di input ke aplikasi bansos.
4. Dinas sosial akan melakukan verifikasi dan validasi usulan.
5. Hasil verifikasi akan di finalisasi oleh dinas sosial kabupaten/kota.
6. Kepala daerah akan melakukan pengesahan.
Sumber: Turnbackhoax.id
FAKTA
Faktanya itu merupakan upaya penipuan. File yang dikirimkan merupakan ekstensi file APK yang dapat berisi malware dan upaya peretasan perangkat.(jpg)
Editor : RP Arif Oktafian